Terbongkar, Dana Pembebasan Lahan Tol Padang-Sicincin Rp300 Miliar Menganggur

  • Bagikan

Jalan tol Padang Sicincin yang telah selesai dibeton tapi tak bisa dilanjutkan karena lahannya tidak bisa dibebaskan. (Foto : HI/AWE)

JAKARTA – Pembangunan jalan tol Padang-Sicincin benar benar menjadi sebuah misteri. Pada satu sisi Gubernur Sumbar mengatakan tol ini jadi prioritasnya. Tetapi sekitar Rp300 miliar dana pembebasan lahan tidak terserap maksimal.

Peletakan batu pertama tol Padang-Sicincin pada Februari 2018 bersamaan dengan tol Pekanbaru-Dumai menghasil progres berbeda.

Tol Pekanbaru-Dumai sudah selesai dan sudah operasional sejak tahun lalu, tetapi tol Padang-Sicincin tidak bergerak dari dari situ ke situ saja.

Terkesan bahwa Pemerintah Propinsi Sumbar tidak serius mengurus pembebasan lahan bersama Pemda Padang Pariaman.

“Buktinya sebanyak Rp300 miliar dana pembebasan lahan tol Padang-Sicincin tidak terserap secara maksimal. Tetapi lucunya ada pihak pihak yang berteriak pemerintah pusat tidak menyediakan lagi dana pembebasan lahan tol Padang-Sicincin,” ujar sebuah sumber yang sangat layak dipercaya kepada Harianindonesia.id, di Jakarta, Kamis (18/11).

Menurut sumber ini, dana sebesar Rp300 miliar itu terancam akan ditarik kembali ke Jakarta apabila tidak dibayarkan untuk pembebasan lahan tol Padang-Sicincin.

Selanjutnya, jika dana itu ditarik ke pusat, maka dikutirkan pihak Satker lahan tol di Kementrian PUPR tidak akan lagi mencadangkan anggaran tersebur pada tahun 2022.

“Jika dana Rp300 miliar untuk pembebasan lahan tol Padang-Sicincin tahun 2021 tidak terserap, maka tahun besok belum pasti akan ada alokasi dana lahan tersebut,” papar sumber tadi.

Pihak terkait dengan masalah pembebasan lahan ini tol ini, sampai saat berita ini dilisting, belum ada satupun yang memberikan konfirmasi.

Kabid Pengadaan Lahan BPN Sumbar Yuhendri Yacub dan Kepala BPN Sumbar Saiful yang dimintakan konfirmasi via WA pribadinya masih belum memberikan jawaban.

SIMAK JUGA :  Wakapolda Sumbar : Jangan ada Kambing Hitam dari Jalan Tol Padang PKU

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi yang menjadi penanggungjawab kebijakan pembebasan lahan tol Padang-Sicincin juga enggan menanggapi pertanyaan harianindonesia.id.

JAUH TERTINGGAL

Pembangunan jalan tol Padang-Sicincin memang sudah jauh tertinggal dibandingkan seksi tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 Km yang akan selesai pada akhir tahun 2021.

Bahkan, pemerintah sudah akan merealisasi pembangunan jalan tol Sumatera untuk tahap II pada pertengahan 2022 mendatang. Ruas tol ini keseluruhannya menuju Jambi, termasuk ruas Pekanbaru-Rengat.

Aktifis 99, Doni Magek Piliang mendesak kalangan LSM dan Aktifis di Sumbar untuk melakukan audit kondisi terhadap Gubernur, BPN Sumbar, Satker Lahan dan Pemda Padang Pariaman untuk mencari tau penyebab lambatnya tol di ranah minang itu.

“Amat perlu diketahui apakah memang ada pihak pihak yang memanh tidak menginginkan tol selesai. Jika memang ada, sebaiknya pembangunan tol dihentikan saja. Jangan buat malu Sumbar,” kata Doni. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *