Kadin Tawarkan Solusi Atasi Dampak Pencemaran Udara di Dermaga Pelindo Dumai

ZULFAN ISMAINI SH

DUMAI — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Dumai menawarkan solusi terhadap dampak pencemaran udara di kawasan Pelabuhan Dumai, akibat proses bongkar muat ampas bungkil CPO.

Solusi yang akan ditawarkan Kadin Dumai adalah dengan menggandeng perusahaan yang memiliki peralatan bongkar muat yang minim pencemaran udara.

“Saya tau, hanya PT Pelindo satu satunya pelabuhan di Dumai yang mau menerima handling bongkar muat ampas bungkil CPO. Pelabuhan lain pada menolak karena tidak mampu mengatasi dampak pencemaran dan menghadapi komplain dari masyarakat,” ujar Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini SH kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Zulfan dimintakan tanggapannya sehubungan dengan krisis pencemaran udara di kawasan Pelindo Dumai, yang sudah berdampak terhadap pengkatan ISPA di Dumai.

Sebagaimana dilaporkan media Dumai, PT Pelindo melakukan praktik bongkar muat ampas bungkil CPO dengan cara mencurahkan terlebih dahulu di lantai dermaga, baru setelah itu menaikannya ke dalam kapal curah.

Praktik menimbulkan keresahan warga setempat karena debu ampas bungkil CPO menimbulkan pencemaran udara di kawasan perumahan warga setempat.

Aktifis lingkungan dan media setempat sudah berulangkali mengingatkan pihak PT Pelindo agar mengatasi dampak bongkar muat ampas bungkil CPO yang membuat udara tercemar. Namun sampai saat ini pihak Pelindo masih belum bisa memenuhi permintaan warga, aktifis lingkungan dan media.

Terakhir sebuah sumber di Pelindo berjanji akan meneruskan masalah ini kepada direksi PT Pelindo di Tanjung Priok.

Tawarkan Solusi

Zulfan mengakui bahwa kondisi bongkar muat ampas bungkil CPO di dermaga Pelindo Dumai sangat dilematis. Pada satu sisi diakui menimbulkan dampak pencemaran lingkungan.

Namun dari sisi lainnya, ujar Zulfan, handling bongkar muat — termasuk handiling ampas bungkil CPO adalah bisnis potensial bagi perusahaan perkebunan CPO dan PT Pelindo sebagai penyedia jasa bongkar muat.

SIMAK JUGA :  Walikota Perempuan Mengaku Pasrah Dibunuh Taliban, Zafira : Saya Tetap Disini

Oleh sebab itu, papar Zulfan, dirinya siap menengahi permasalahan ini dengan cara membawa mitra Kadin Dumai membantu menyediakan peralatan bongkar muat yang minim pencemaran udara.

“Saya dapat info, sejumlah pelabuhan di Indonesia sudah menggunakan peralatan bongkar muat yang bisa mengeliminasi dampak pencemaran udara di kawasan pelabuhan dan pemukiman warga,” ujarnya.

Namun Zulfan menambahkan bahwa dirinya akan melakukan pembicaraan dengan pihak PT Pelindo Dumai terlebih dahulu soal tawaran solusi pencegahan dampak pencemaran tersebut,” paparnya lagi.

Zulfam berharap tawaran solusi yang akan disampaikan dapat diterima oleh pihak PT Pelindo Dumai. Dia juga menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin meyakinkan pihak Pelindo Dumai untuk menerima cara yang lebih ramah lingkungan dalam proses bongkar muat ampas bungkil CPO di Dermaga Pelindo Dumai. (*)

Awaluddin Awe