Kenapa Menteri BUMN Erick Thohir Kesal pada Thailand?

  • Bagikan

Erick Thohir

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku kesal dengan kebijakan negara Asia Tenggara lain yang dianggapnya tidak adil. Ia mencontohkan salah satunya, yakni keputusan Thailand dalam membuka diri, yakni terhadap wisatawan. Sayang, Indonesia seperti tidak dianggap.

“Saya tidak anti asing, tapi tadi di mobil agak kesel, Thailand baru mengumumkan 38 negara boleh masuk negaranya, tidak ada Indonesia. Kalau saya lihat, banyak negara-negara itu penanganan Covid jauh lebih jelek dari kita, Malaysia dan lain-lain, kita nggak, artinya apa? mereka nggak fair ke kita,” katanya ketika menutup Apkasi Otonomi Expo 2021.

Ia menekankan bahwa perlakuan seperti itu menjadi catatan bagi Indonesia dalam mengambil langkah ke depan. Meskipun menjadi negara tetangga, namun tetap perlu ada perhitungan yang matang dalam konsep business to business.

“Selama ini mereka menggenjot pasar mobil kita yang terbesar di Asean, yang dapat investasi besar dari Jepang untuk mobil hybrid mereka. Sudah waktunya kita hitung-hitungan dengan negara lain,” sebut Erick.

Thailand memang baru mengumumkan turis yang berasal dari 46 negara untuk masuk tanpa karantina mulai 1 November 2021. Syaratnya, wisatawan terkait sudah divaksinasi. Beberapa negara yang masuk diantaranya adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, China hingga Amerika Serikat.

“Kita perlu bergerak lebih cepat dari itu dan melakukannya sekarang. Kalau menunggu semuanya sempurna akan terlambat,” tulis Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha dalam sebuah posting di halaman Facebook resminya Kamis (21/10) seperti dikutip CNBC Indonesia

Awalnya, pemerintah Thailand pekan lalu mengumumkan untuk membuka pintu untuk turis dari 10 negara. Namun, jumlahnya bertambah untuk membangkitkan sektor pariwisata dan sektor lainnya yang babak belur karena pandemi / devara

SIMAK JUGA :  Laga Brasil Kontra Argentina Dihentikan Otoritas Kesehatan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *