ARSJAD Rasjid Lobi Keras Yeni Wahid, Barikade Gus Dur : Kita Putuskan Pekan Ini

  • Bagikan

GANJAR PRANOWO

JAKARTA,HARIANINDONESIA.ID

Upaya Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo Arsjad Rasjid melobi keras putri mantan Presiden (alm) Gusdur, Yeni Wahid saat bertemu di Jogjakarta, pekan lalu, mulai menunjukan hasil.

Arsjad Rasjid pekan lalu sempat memberikan kuliah umum di depan kalangan milenial NU di Jogjakarta, yang dihadiri juga istri Gus Dur.

Saat itu, Arsjad terlihat serius berbicara dengan Yeni Wahid. Keduanya memang duduk berdampingan di acara pembekalan ekonomi dan bisnis bagi para remaja NU tersebut.

Arsjad sebagai Ketua TPN Ganjar berkepentingan menarik dukungan keluarga besar Gusdur untuk menarik dukungan masa dan simpatisan Gus Dur yang sangat besar di kalangan masa NU. Lagian, Yeni Wahid sejak awal sudah memutuskan tidak akan memberikan dukungan kepada Cak Imin sebagai Cawapresnya Anies Baswedan, karena dianggap menciderai kepemimpinan Gus Dur.

CNNIndonesia juga menulis bahwa Anak Presiden keempat RI Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid bersama para barisan pendukung almarhum ayahnya dikabarkan akan menentukan dukungan pada salah satu calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024 pada pekan depan.

“Iya, rencananya begitu [pekan depan],” kata Sekretaris Jenderal DPP Barikade Gus Dur, Pasang Haro Rajagukguk, Senin (9/10).

Pasang Haro membenarkan nantinya Yenny yang akan memimpin proses pernyataan dukungan kepada salah satu capres tersebut.

“Betul,” ujarnya saat ditanya apakah Yenny yang akan memimpin langsung penyampaian pernyataan dukungan tersebut.

Namun, ia enggan merinci siapa capres yang akan didukung para Barikade Gus Dur untuk Pilpres 2024. Ia menegaskan masih melihat perkembangan dalam waktu dekat. “Terkait dukungan masih melihat dinamika politik,” kata dia.

Pada medio September lalu, Yenny sempat menegaskan sulit untuk mendukung Anies Baswedan lantaran menggaet Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapresnya di Pilpres 2024 mendatang.

Yenny menyatakan sikap demikian sudah diutarakan ketika Cak Imin masih berada dalam gerbong koalisi pendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Dia lantas menegaskan alternatif pilihan politiknya untuk mendukung capres kini tinggal Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

SIMAK JUGA :  Gerindra : Prabowo dan Gatot Bukan Pasangan Ideal

Ia mengaku sedang melakukan komunikasi intens dengan dua kubu capres tersebut. Belakangan ini Yenny sempat bertemu dengan Ganjar maupun Prabowo.

PDIP Juga Berharap

Petinggi PDIP Said Abdullah berharap keluarga mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bisa satu barisan mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Tentu jika boleh berharap, puteri puteri Gus Dur dan Gusdurian bisa satu barisan berjuang bersama Mas Ganjar Pranowo pada pilpres 2024,” kata Said dalam keterangannya, Selasa (10/10).

Said yakin keluarga maupun loyalis Gus Dur memiliki independensi untuk mengambil sikap politik mereka. Said juga yakin keluarga Gus Dur dapat menilai dengan objektif rekam jejak para bakal capres yang sejalan dengan nilai-nilai Gus Dur.

Menurut dia, Gus Dur merupakan guru bangsa sekaligus pejuang kemanusiaan. Said yakin nilai-nilai Gus Dur itulah yang saat ini diteruskan oleh keluarga dan para pengikutnya, terutama melalui Gusdurian.

Said pun yakin keluarga Gus Dur tak berpolitik demi kekuasaan. Politik putri-putri Gus Dur, keluarga dan para pengikutnya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Saya kira nilai nilai itulah yang akan menjadi preferensi keluarga Gus Dur dan Gusdurian dalam menentukan langkah politik elektoralnya pada pemilu 2024 nanti,” kata dia.

Menurut Said, prinsip itulah yang saat ini dimiliki oleh Ganjar. Dia menyebut bakal capres dari koalisinya tak berpolitik berdasarkan tawar menawar kursi kekuasaan. Ganjar Pranowo, lanjutnya, pasti memegang teguh jalan politik kemanusiaan dan pluralitas.

“Mas Ganjar pasti memegang teguh jalan politik kemanusiaan, meletakkan agenda memperkokoh toleransi dan pluralitas dalam beragama dan berkeyakinan sebagai kebijakannya ke depan yang tidak bisa di tawar tawar dengan apapun,” kata dia. (*)

Awaluddin Awe, dari berbagai sumber (diolah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *