Anies Beberkan Tujuan jadi Presiden di Hotel Balairung

  • Bagikan

ANIES bersama salah satu simpul pendukungnya. (Foto : HI/awe)

JAKARTA (Harianindonesia.id) – Calon Presiden Anies Baswedan membeberkan tujuannya menjadi Presiden di depan Forum Doktor dan Cendekiawan Indonesia Anies (FDCIA) yang sedang menyelenggarakan Halal bi Halal di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta, Rabu (31/6/2023).

“Misi saya menjadi Presiden adalah memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan tujuan didirikanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI,” kata Anies Baswedan, saat menyampaikan sambutannya di depan para Doktor dan Cendiakawan yang bergabung untuk mendukung pemenangan Anies sebagai Calon Presiden.

Anies mengurai kembali dasar dasar pembukaan UUD 1945 yang menjadi landasan keadilan bagi rakyat Indonesia, setelah dijajah Belanda.

Kata keadilan bagi rakyat Indonesia di dalam Pembukaan UUD 1945 itu, sebut Anies, akan dijadikan landasan operasional dalam pemerintahannya nanti.

“Jangan sampai terjadi lagi, seseorang yang melaksanakan kegiatan pembangunan atas nama rakyat, tetapi yang menikmatinya adalah orang yang bersangkutan saja,” tegas Anies.

Makna hakiki dalam pembangunan itu, lanjut Anies, adalah sebesar besar untuk kepentingan rakyat, bukan untuk segelintir orang saja.

Sebagai ilustrasi, Anies menyebutkan kesamaan status dalam mendapatkan fasilitas belajar bagi anak usia pendidikan SMP dan SMA yang dilakukan pada saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pada saat itu, urai Anies, status pendidikan orang tua wali murid sebagian besarnya adalah lulusan S1,S2 dan S3. Sedangkan lulusan SD hingga SMA masih dibawah 10 persen.

Data itu menyiratkan dominasi kalangan berpendidikan tinggi lebih dominan anaknya bersekolah di sekolah pavorit. “Ini jelas tidak adil,” kata Anies.

Sebab itu, dalam penerimaan siswa selanjutnya, Anies membuka peluang bagi para orang tua lulusan SD dan SMA agar anak mereka diterima di sekolah pavorit di Jakarta, sehingga ketemu angka orang tua lulusan SD dan SMA di sekolah pavorit di Jalarta sudah mencapai sebesar 20 hingga 40 persen dari semula hanya 10 persen.

“Dari pemerataan kesempatan memeroleh pendidikan di sekolah pavorit itu, maka saya dapatkan pastikan dalam 10 tahun mendatang lulusan S1 di Jakarta berasal dari semua kelompok orang tua, bukan mereka yang berpendidikan tinggi saja.” ujarnya.

SIMAK JUGA :  Ganjar Apresiasi Kerja Cepat TNI Tangani Kasus Penganiayaan Relawan, 6 Tersangka Ditahan

Program yang sama, sebut Anies juga akan dilakukan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, dimana semua strata orang tua, mendapatkan kesempatan sama meneruskan pendidikan anaknya di kampus ternama, sehingga akan terjadi azas keadilan dalam mencapatkan kesempatan pendidikan tinggi.

“Tetapi untuk bisa menerapkan kebijakan keadilan itu, tentu saya harus bisa tanda tangan dulu (jadi presiden),” kata Anies bercanda, yang kemudian disambut para Doktor dan Cendekiawan dengan aplaus “Anies Presiden”.

Peran Cendiakawan

Pada kesempatan itu, Anies juga menyinggung peranan kalangan cemlndekiawan dan intelektual dalam mendirikan negara yang didukung oleh rakyat.

Dia berharap ke depannya kalangan cendekiawan dan intelektual juga diberikan kesempatan mengelola negara, sebab cara kerja kalangan cendekiawan dan intelektual sangat terukur.

Sebagai contoh Anies memaparkan cara kerja seorang intelektual, yakni melahirkan gagasan, membuat narasi dan baru kemudian membuat karya. Amat berbeda katanya dengan praktisi, langsung saja membuat sesuatu (karya) tanpa ada gagasan dan narasi lebih dahulu.

“Akhirnya ya hasilnya sudah bisa dilihat apakah bermanfaat untuk rakyat atau tidak,” papar Anies tanpa merinci lebih lanjut.

Sebelumnya Ketua Panitia Halal bi Halal, Dr Elya MPd menyampaikan bahwa Forum Doktor dan Cendekiawan yang dibentuk bertujuan membantu memenangkan Anies sebagai presiden pada Pilpres 2024.

Forum bertekad karena ingin Anies mewujudkan gagasan besarnya untuk membangun Indonesia sebagai bangsa yang besar dan kuat.

“Jadi, makanya kita bersatu untuk memenangkan pak Anies menjadi Presiden pada tahun 2024,” papar Elya.

Menurut dia, selain berasal dari Jawa, anggota forum yang hadir dalam acara Halal bi Halal juga datang langsung dari Jambi, Aceh, dan Sumbar.

“Meski banyak jegalan terhadap pak Anies. InsyaAllah, jika Allah menginginkan maka pak Anies jadi Presiden,” pungkas Elya.

Diawal sambutannya Anies menyampaikan apresiasinya atas dukungan kalangan intelektual dan cendiakawan. Dia berharap gerakan ini akan memberikan efek tular kepada kalangan intelektual dan cendekiawan lainnya di Indonesia. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *