Sumpah Pemuda, Refleksi Berbangsa, Bertanah Air, Berbahasa Indonesia

  • Bagikan

Oleh Nevi Zuairina Irwan Prayitno
Anggota FPKS DPR-RI Dapil Sumbar II

Hari ini, Sabtu 28 oktober 2023 kita bersama sama memperingati hari sumpah pemuda yang ke-95. Tidak terasa memang, peringatan hari bersejarah itu kembali kita lakukan bersama. Momentum Sumpah Pemuda adalah momen dimana puluhan pemuda dan mahasiswa yang berasal dari berbagai pelosok Nusantara menindaklanjuti berdirinya Organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908 juga di Jakarta.

Kesadaran kolektif para pemuda memang ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Oetomo. Namun demikian, upaya dan penanaman rasa sebangsa itu sebenarnya sudah lama dijalin. Momentum Budi Oetomo adalah titik awal perjuangan anti kolonialisme yang bergema besar ke seluruh negeri.

Sehingga pada waktu itu, pandangan generasi muda mengalami perubahan orientasi dari yang semula bersifat kedaerahan, terkotak-kotak menjadi meluas dengan terbentuknya visi kebangsaan dan nasionalisme. Perjuangan dan pergerakan kaum muda Indonesia akhirnya menjadi lebih terorganisir dan rapi melalui berbagai organisasi kepemudaan.

Meski berbasis daerah dan kelompok, gerakan itu muncul secara masif dan diantaranya yang terkenal adalah Budi Utomo (1908), Sarikat Islam (1912), Jong Java (sebelumnya bernama Tri Koro Dharmo pada tahun 1915), Jong Sumatranen Bond (1917), Jong Ambon (1918), dan Jong Celebes (1919). Organisasi-organisasi perempuan pun juga bermunculan, seperti organisasi Putri Mardika (atas bentukan Budi Utomo di tahun 1912), Sekola Kautamaan Istri (Tasikmalaya tahun 1913), Keradjinan Amal Setia (didirikan oleh Rohana Kudus di Bukittinggi tahun 1914), Wanito Hadi (Jepara 1915), Sarekat Kaoem Ibu Soematera (Bukittinggi 1920), Kemadjoean Istri (Jakarta dan Bogor 1926), Mardi Kamoeliaan (Madiun 1927), dan Ina Toeni (Ambon 1927).

Semangat itu kemudian menjadi semakin besar dan menemukan momentumnya dengan diadakannya Kongres Pemuda di Jakarta. Kongres ini dilakukan secara marathon di tiga tempat dengan tiga agenda utama. sebagai catatan sejarah, pada 27 Oktober 1928 Kongres Pemuda II dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Agenda di ruangan ini adalah mengurai pembahasan soal sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan, sebagai unsur persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia, sementara pada tanggal 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II kembali berlanjut di Gedung Oost-Java Bioscoop, dengan pembahasan tentang pendidikan. Masih di tanggal sama tetapi berada di tempat berbeda yaitu di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, pembahasan di tempat ini sudah lebih mengerucut, soal nasionalisme, demokrasi, dan isi rumusan satu visi.

SIMAK JUGA :  MINANG MARENTAK*

Sejarah pergerakan pemuda kemudian ditetapkan pada tanggal 28 jam 10 pagi dimana puluhan pemuda dari berbagai organisasi mengikrarkan diri sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang Bertanah Air Indonesia dan Berbahasa Indonesia.

Sumpah pemuda ini kemudian mendobrak sekat sekat kedaerahan dan melibatkan gerakan pemuda intelektual, lingkar-lingkar belajar, pendidikan-pendidikan politik yang mengadopsi pengetahuan Eropa. Para pemuda kemudian menyerap ide ide dan gagasan anti kolonialisme dan pembebasan oleh kelompok elit Eropa. Ide ide kebebasan itulah yang kemudian mendorong pemuda intelektual Indonesia untuk menuangkan gagasannya kedalam gerakan pembebasan rakyat atas penjajahan kolonial.

Sumpah Pemuda juga membangun tradisi baru perjuangan mencapai kemerdekaan. Gagasan kebangsaan Indonesia mencapai tahapan progresif dan maju. Dengan berbagai cara, para pemuda yang menolak penjajahan menghimpun kekuatan guna melepaskan diri dari cengkraman kolonialisme dan rakyat Indonesia dimungkinkan mencapai keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Kini sebagaimana kita rasakan bersama, Sumpah Pemuda memiliki dampak yang sangat besar dalam perjuangan menuju dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda menjadi landasan penting bagi gerakan nasional Indonesia. Dalam pandangan saya, Sumpah Pemuda tetap relevan hingga hari ini. Ini mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Sumpah Pemuda juga mengajarkan nilai-nilai persatuan, kerja sama, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda Indonesia.

Perayaan Sumpah Pemuda setiap tahun, pada tanggal 28 Oktober, adalah kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk merenungkan sejarah perjuangan bangsa dan berkomitmen untuk menjaga persatuan serta membangun masa depan yang lebih baik.

Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia. Ia menjadi landasan dan inspirasi dalam perjalanan panjang mencapai kemerdekaan dan memupuk semangat persatuan dan kebangsaan. Semangat Sumpah Pemuda tetap hidup dalam diri setiap warga Indonesia, mengingatkan kita untuk selalu bersatu dalam mencapai cita-cita bersama demi masa depan yang lebih baik.***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *