Bahron Rasyid Tutup KKO 2019

  • Bagikan

WONOSARI, harianindonesia.id – Penutupan kompetisi kelas olahraga (KKO) 2019 yang di langsungkan di gedung olahraga Siyono, Wonosari, Rabu (6/11/09) terlihat sederhana.

Hadir dalam penutupan ajang kompetisi kelas olahraga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Bahron Rasyid S.Pd M.M, dalam sambutannya ia berpesan kepada siswa yang sudah meraih prestasi di ajang KKO 2019 ini agar tidak cepat puas atas prestasi yang di peroleh, dan untuk siswa yang belum mendapatkan prestasi Bahron berpesan agar terus berlatih untuk menjadi yang terbaik.

“Selamat untuk para juara, saya berpesan untuk para juara tidak cepat puas dan untuk yang belum juara jangan patah arang, terus berlatih dan berlatih,” katanya.

Saat di temui wartawan di sela-sela penutupan ajang KKO 2019 Bahron mengatakan bahwa KKO di disain untuk menelurkan bakat-bakat muda dalam olahraga yang nantinya kita didik menjadi atlet yang profesional, ia pun mengatakan dengan ajang kompetisi ini dapat menjadi saluran setelah para siswa ini berlatih.

“Ya…kalo olahraga itu kan intinya latihan dan bertanding, kalo hanya latihan tok ngak pernah bertanding kan percuma, maka dari itu kami mendisain KKO ini untuk menguji kemampuan, latih tanding sehingga para siswa dapat mengukur seberapa maksimal latihan yang di lakukan selama ini,” ungkapnya.

Saat di singgung mengenai banyaknya siswa dan atlet yang berprestasi di bidang olahraga yang memilih berkiprah di luar Gunungkidul Bahron mengatakan bahwa pihaknya menyadari kekurangan yang ada saat ini.

“Kami menyadari keterbatasan kami sehingga kami mempersilahkan seandainya ada atlet yang berkiprah di luar Kabupaten Gunungkidul, kenapa…? Pertama keterbatasan kami, yang kedua agar perkembangan si atlet ini sendiri, biarlah kami melakukan pembibitan kalo ada daerah lain mau memanen juga ngak masalah, ibaratnya seperti itu mas,” imbuhnya.

SIMAK JUGA :  Bungkam RB Salzburg, Ac Milan Lengkapi 16 Team Liga Champions Berikut Daftarnya

Dalam KKO tampil menjadi juara umum SMP 1 Ngawen dengan perolehan 16 mendali, 6 emas, 4 perak, dan 6 perunggu, sedangkan juara satu di reut oleh SMP negeri 2 Tempel dengan perolehan 12 mendali 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu, dan SMP 13 Yogyakarta menduduki peringkat 3 dengan perolehan 10 mendali, 6 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. (WAP)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *