Longsor Membuat Jalan Lahat-Pagar Alam Sumsel Putus Total

  • Bagikan

PALEMBANG, harianindonesia.id – Musibah tanah longsor Membuat ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Pagar Alam ke Kabupaten Lahat di Sumatera Selatan putus total.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap kepada detikcom, Sabtu (2/1/2019) dilansir harianindonesia.id, membenarkan telah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan jalan nasional terputus total. Tidak ada korban, tapi warga tak bisa melintas saat ini.

Ferry menyatakan jalan yang terputus berada di Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang. Jalan itu disebutnya menjadi jalur utama Lahat-Pagar Alam.

Longsor sendiri terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari setelah lokasi itu diguyur hujan deras. Polisi menyatakan ada jalur alternatif yang bisa dilalui warga.

“Kami sudah koordinasi dengan semua pihak, yang jelas jalan putus total tidak dapat dilalui. Ada jalan alternatif, tetapi kondisi jalan rusak. Sekarang warga di Lahat dan Pagar Alam masih menunggu ada perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Pagar Alam Herawadi menyebut panjang jalan yang terputus 30 meter lebih. Belum diketahui proses perbaikan membutuhkan waktu berapa lama.

“Putusnya sekitar 30 meter lebih, tidak ada akses yang bisa dilalui baik di sisi kanan maupun sisi kirinya. Belum tahu ini sampai kapan akan diperbaiki, tapi kalau dilihat fisiknya pasti lama,” kata Herawadi.

Longsor Robohkan Sekolah di Kupang

Sedangkan dari Kupang NTT dilaporkan sebuah bangunan sekolah satu atap (Satap) Tunas Harapan di Kelurahan Manutapen, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara (NTT) roboh karena longsor yang terjadi pada, Jumat 1 Februari 2019, sekira pukul 09.00 Wita. Meskipun tidak sempat menimbulkan korban jiwa, ambruknya dua ruang kelas gedung sekolah itu telah berakibat kepada kerugian material yang cukup.

“Ada satu ruang kelas dan satu ruang kantor sekolah yang terkikis dan roboh. Di dalamnya ada sejumlah perangkat berupa komputer dan laptop serta printer,” kata Kepala Sekolah Satu Atap Tunas Harapan Yonisius Nenabu di Kupang, Sabtu (2/2/2019).

SIMAK JUGA :  Ahli Waris Petugas KPPS di Sumbar Terima Santunan

Longsor yang terjadi itu akibat banjir dan hujan yang melanda daerah tersebut dalam sepekan terakhir. Air pun mengikis fondasi sekolah itu dan akhirnya ambruk. Karena kondisi tersebut, menurut Yonisius, para siswa diliburkan mengingat kondisi cuaca hujan dan angin kencang masih terus terjadi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak komite sekolah untuk meliburkan para siswa. Kami tak mau ambil risiko korban jiwa,” katanya.

Dia berharap pemerintah segera melakukan aksi nyata membantu melakukan rehabilitasi sekolah ataupun tanggap darurat agar anak-anak tetap terus bisa bersekolah.

“Ada sebanyak 74 siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk UNBK,” katanya.

Sekolah satu atap itu terdiri dari SD, SMP dan SMA. Jumlah siswa SMA sebanyak 134 orang dan 74 siswa di antaranya sedang persiapan menghadapi UNBK. Siswa SMP sebanyak 29 orang dan SD sebanyak 42 orang. Sedangkan guru berjumlah 32 orang. Sekolah ini dibangun sejak 2010, dimulai dengan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) pada tahun 2019.

“Karena banyak peminat maka kemudian kami pisahkan untuk sekolah formal dan non formal, menjadi SD, SMP dan SMA. Tetapi untuk PKBM masih tetap berjalan hingga saat ini, mulai dari Paket A, B sampai C,” kata Yonisius.

Sementara itu terpisah Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor mengatakan, telah melihat langsung kondisi sekolah tersebut memang sangat memprihatikan karena musibah longsor itu. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa para siswa tidak boleh putus sekolah.

Sekolah diminta untuk mau direlokasi karena lokasi saat ini sangat rentan longsor. Kepada para siswa tetap dipersiapkan untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang sudah hampir tiba. (edt)

Sumber detikcom dan okezone.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *