Buka Rapimnas Kadin Indonesia 2022, Jokowi : Indonesia Titik Terang Kesuraman Ekonomi Global

  • Bagikan

JAKARTA (Harianindonesia.id) – Presiden Jokowi menolak argumentasi fesimis tentang perkembangan ekonomi nasional. Bahkan dirinya menyatakan optimis perekonomian nasional saat ini sedang berada pada posisi menggembirakan, ditengah ancaman resesi global.

“Bahkan IMF menyatakan Indonesia adalah titik terang dari kesuraman ekonomi global. Ini mengisaratkan bahwa perekonomian Indonesia lebih baik dibandingkan ekonomi global yang sedang menurun,” kata Jokowi saat membuka Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Ketua Panitia Penyelenggara Rapimnas Kadin 2022 Yukki N Hanafi, dalam laporannya mengatakan Rapimnas berlangsung selama dua hari, 1-2 Desember 2022 di Hotel Borobudur Jakarta.

Rapimnas dihadiri oleh 1.300 peserta dan peninjau dari Kadin Indonesia, Kadin Propinsi dan Ketua Kadin Kabupaten kota se Indonesia. Selain dihadiri langsung, Rapimnas juga dihadiri peserta dan peninjau secara hiybrid.

Presiden Jokowi kemudian memaparkan sejuah indikator ekonomi nasional yang cenderung membaik. Seperti pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,72 persen, tingkat inflasi dibawah 7 persen dibandingkan negara negara lain mencapai 10 persen ke atas, purchasing power yang mencapai 51 persen lebih, dan neraca transaksi perdagangan Indonesia yang mengalami surplus yakni menunjukan realisasi ekspor lebih besar dari impor.

“Neraca perdagangan kita mengalami surplus lebih dari Rp20 triliun. Ini menandakan bahwa kita mampu mengelola ekonomi menjadi lebih baik,” tegas Jokowi.

Dan yang menjadi hal pokok, ujar Presiden, tingkat kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan ekonomi Indonesia sangat tinggi. Mereka percaya bahwa ekonomi Indonesia akan berjalan baik dan bertumbuh menjadi lebih baik di depannya.

Jokowi mengemukakan satu fakta, sambil mengingatkan Ketum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid bahwa aura positif terhadap kepemimpinan Indonesia itu sangat terasa pada saat penyelenggaraan G20 di Bali, tempo hari, dimana seluruh pemimpin negara maju memuji keberhasil Indonesia mengelola ekonominya.

Jokowi juga mensitir kembali keunggulan Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain dan memberikan prosperiti bagi Indonesia mencapai masa keemasannya pada tahun 2045 akan datang. Antara lain, populasi penduduk yang mencapai 270 juta jiwa atau berada pada posisi nomor negara berpenduduk padat.

SIMAK JUGA :  Namanya Dijadikan Jalan di Abu Dhabi, Jokowi: Bukan Untuk Saya, Tapi Untuk Indonesia

Dengan populasi sebesar itu, kata Jokowi, Indonesia adala HK pasar paling menarik bagi produsen dunia. Tetapi Pemerintah akan melindungi pasar ini dari penguasaan produksi yang tidak memberikan keuntungan kepada Indonesia.

Kedua, keuntungan geografis dimana Indonesia menjadi tempat lalulintas perdagangan dunia.

Ketiga, Indonesia dikenal dengan memiliki Sumberdaya Alam yang melimpah dan juga menjadi daya tarik bagi negara lain.

Keempat, bonus Sumberdaya Manusia (SDM) dimana terdapat sekitar 201 juta penduduk Indonesia yang memiliki lapangan pekerjaan dan dengan segmen lapis menengahnya yang cukup besar.

“Kita harus memahami kekuatan yang dimiliki, sehingga kita juga memiliki bargaining kuat dengan negara lainnya. Kita tidak bisa didikte oleh negara lain,” tegas Jokowi.

Apalagi, lanjutnya, Indonesia saat ini sedang membangun sebuah ekosistem besar yang membawa implikasi terhadap kebutuhan green energy negara negara maju.

“Saya pastikan jika ekosistem besar ini berhasi kita bangun, maka 60 persen kebutuhan dunia akan kita supplay dari Indonesia. Saya pastikan itu,” tegas Jokowi lagi.

Namun, persoalan klasik yang dihadapi Indonesia sejak dulu adalah sulitnya mengintegrasikan stake holder yang ada untuk mendorong pembangunan ekosistem besar tadi, sehingga tidak mampu direalisasikan dalam waktu cepat.

KADIN Apresiasi Pemerintah

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya terhadap prestasi pemerintah dalam mengelola perekonomian.

Menurut dia, keberhasilan pemerintah mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72 persen dalam kondisi ekonomi global yang lagi sulit, adalah bukan sesuatu yang mudah.

“Sebab itu, dalam kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan kepada Bapak Presiden Jokowi atas keberhasilan pemerintah mengawal pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,” papar Arsyad.

Dia juga berharap Pemerintah mampu mengelola situasi politik dan ekonomi menjelang Pilpres 2024, sehingga kondisi ekonomi nasional tetap akan stabil terus.

Kadin Indonesia sendiri, sebut Arsyad juga akan memberikan kontribusinya dalam mengawal dan mendorong stabilisasi ekonomi bersama stake holder Kadin lainnya di seluruh daerah. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *