Azwar Anas Menangis Dikunjungi Mantan Ketua Kadin Sumbar Basril Djabar

  • Bagikan

MANTAN Ketua Kadinda Sumbar membezuk mantan gubernur Sumbar Azwar Anas yang sedang dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Kamis (26/1). (Foto : kredit Melvy Contesa Basril)

JAKARTA (Harianindonesia.id) – Mantan Dirut PT Semen Padang, Mantan Gubernur Sumbar, dan Mantan Menteri Perhubungan Azwar Anas menangis saat dikunjungi Mantan Ketua Umum Kadin Sumbar Basril Djabar di ruangan perawatannya di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Kamis (26/1).

INI saat Basril Djabar berhasil membangunkan Azwar Anas dari tidur panjangnya di kediaman pribadi beberapa waktu lalu. Keduanya bahkan membuat foto menggemaskan. (Foto : kredit Melvy)

Azwar Anas masih dalam status koma saat dikunjungi oleh Pemimpin Umum Harian Singgalang Padang ini. Sudah hampir satu bulan putra terbaik Minangkabau ini terlelap di kamar rawatannya di RSPAD Gatot Subroto. Capres Prabowo Subianto juga sempat membezuk Azwar bersama Anggota DPRRI Andre Rosiade, minggu lalu.

Tetapi pada saat Basril Djabar membezuknya Azwar memperlihatkan reaksi fisiknya pada saat keningnya ditempali tangan Basril Djabar, sambil memanggil nama suami almarhum Uni Jus asal Lubuk Alung Padang Pariaman itu.

“Da, iko Basril. Basril Djabar. Setelah itu saya lihat tangan dan kaki da Azwar bergerak, dan mulutnya terbuka seperti hendak berbicara. Dan setelah itu beliau menangis, saya lihat ada bulir airmata keluar dari sudut kiri dan kanan matanya,” urai Basril menceritakan pertemuannya dengan lelaki penggemar makanan berat itu di restoran Hotel Balairung.

Putri bungsu Basril Djabar juga mengekspose pertemuan sang papa dengan lelaki yang dipanggil Om oleh Melvy Contesa, di akun facebooknya.

“Alhamdulillah, dgn ijin Allah SWT siang hari ini saya ikut mendampingi papa Basril Djabar membesuk Om Azwar Anas di RSPAD. Alhamdullilah, info dari uda roy azwar dan roni azwar respon tubuh om Azwar jauh lebih baik dr pd sebelumnya. Dari mulai bangun, menangis dan bersemangat. Mari kita sama sama mendoakan agar Om Azwar Anas lekas sembuh 🤲 Aamiin YRA,” demikian tulis Melvy.

Kehadiran Basril Djabar pada saat Azwar Anas sakit dan kemudian membawa perubahan psikis positif terhadap mantan Menhub Era Presiden Soeharto, bukan kali ini saja.

Saat Azwar Anas sakit talatak di kediamannya beberapa waktu lalu, Basril Djabar juga berhasil memberi semangat dan bahkan membangunkan Azwar dari tidurnya. Keduanya juga sempat bercerita sambil tertawa mengenang kisah lama, saat Azwar Anas masih menjabat Gubernur Sumbar.

Letnan Jenderal (purnawirawan) TNI Azwar Anas memulai debutnya di Sumbar sebagai Direktur Utama PT Semen Padang pada tahun 1968. Azwar Anas dipaksa pulang oleh Gubernur Harun Zain (almarhum). Saat itu, kondisi PTSP sangat parah. Tetapi sejak ditangan Azwar Anas Semen Padang mengalami perkembangan bagus. Pabrik semen bertambah dua unit.

SIMAK JUGA :  Ganjar Mahfud di Jateng, Puan Maharani Optimis Jateng Kandang Banteng

Harun Zain turun panggung dari Gubernur Sumbar setelah menjabat dari 1967-1977, Azwar Anas ditunjuk Presiden Soerharto menjadi penggantinya. Azwar Anas menjabat sebagai Gubernur dari 1977 ke 1987. Ada banyak prestasi yang ditorehkan. Mulai dari sukses MTQ Nasional ke 13 di GOR Haji Agus Salim, hingga pembangunan proyek prestisius. Pada saat itu Sumbar mendapatkan penghargaan pembangunan tertinggi, Prasyamya Purnanugraha dari Presiden Soeharto.

Era Azwar Anas, pembangunan partisipasi perantau di Sumbar sangat kuat. Sejumlah pengusaha besar asal Minang diperantauan, termasuk Jakarta, saling rangkul memberikan dukungan untuk pembangunan Sumbar.

“Pada era pak Harun Zain, Azwar Anas dan kemudian dilanjutkan bapak Hasan Basri Durin, pembangunan Sumbar dilakukan secara bersama. Ada tripartit Pemda, Perguruan Tinggi dan dunia usaha, plus kalangan seniman dan budayawan. Semua diberikan ruang untuk berpartisipasi membangun. Sato Sakaki, namanya,” ujar Basril.

Secara khusus, Basril sebagai Owner Harian Singgalang dan Ketua Kadinda Sumbar merasakan tandem dengan Azwar Anas sangat luar biasa. Ada banyak hal yang berhasil dilakukan keduanya saat itu untuk Sumatera Barat.

Dan selebihnya, hubungan batin antara Azwar Anas dan Basril Djabar sangat kuat. Itu terlihat lagi saat Basril menjenguknya. Saat Basril membisikan namanya ditelinga Bapak Pembangunan Sumbar itu, dia langsung bereaksi. Tubuhnya bergetar, seolah mendapatkan siraman air segar di saat tidur panjang dari komanya.

Basril sendiri berteori bahwa menghadapi orang sedang koma memang harus dilakukan dengan menghadirkan orang orang terdekatnya, sembari membuka kembali memori masa lalu dengan cara berkomunikasi langsung. Itu akan membuka indera keenam atau alam bawah sadarnya.

Terlepas dari benar atau salah teori Basril ini secara medis. Tetapi yang pasti, pada saat Basril menempelkan tangannya di kening Azwar sembari membisikan namanya, tubuh lelaki gagah beralis tebal ini, langsung bergetar.

Syahrul Udjud, mantan Walikota Padang, yang kemudian mendampingi Azwar Anas sejak menjadi Menhub dan Menko Kesra, tidak sanggup melihat peristiwa ‘terbangunnya’ Azwar Anas saat disapa Basril Djabar, dan memilih keluar kamar rawatan dan menangis diluar.

“Syahrul (Udjud) meraung di luar kamar perawatan pak Azwar, saat melihat pak Azwar menangis mendengar suara saya,” cerita Basril.

Menurut Basril, saat tangannya dilekatkan ke tangan Azwar Anas, begitu tau bahwa itu adalah tangan Basril, dipegang erat sekali oleh tangan Azwar Anas.

Basril sendiri pun tidak kuat menahan rasa haru. Betapapun lelaki berusia 92 tahun yang terbaring di depannya adalah orang yang ikut membesarkan Harian Singgalang, koran milik Basril yang sudah ada sejak pemerintah propinsi Sumbar ada. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *