Menkop UKM Ganjar Walikota Fadly Amran Penghargaan PIN Emas

  • Bagikan

Gubernur Sumbar Mahyeldi sedang menyematkan PIN Emas ke dada Walikota Padang Panjang Fadly Amran atas prestasinya dalam membina koperasi dan UKM. (FOTO : Diskominfo PP)

PADANG – Walikota Padang Panjang Haji Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano memeroleh penghargaan PIN Emas dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, sebagai pembina koperasi terbaik se Indonesia.

Penghargaan itu merupakan satu satunya yang diserahkan Menkop UKM kepada pemimpin kota di Indonesia.

Penghargaan ini merupakan pengakuan dari Menkop UKM Teten Masduki kepada Wako Fadly Amran atas Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) 2021 yakni keberhasilan membina dan mengembangkan sektor perkoperasian di Padang Panjang.

Fadly Amran memang dikenal kreatif dalam mengembangkan koperasi di daerahnya. Salah satunya adalah mengkonversi sejumlah koperasi lama di Padang Panjang menjadi koperasi syariah.

Konversi ini merupakan bagian dari program besar kota Padang Panjang yakni mengembalikan Kejayaan Padang Panjang sebagai kota religius dan madani.

Penghargaan berupa Piagam dan PIN emas dari Teten Masduki diserahkan secara simbolis melalui Gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo disela Rapat Paripurna DPRD Provinsi Memperingati Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-76, Jumat (1/10).

Penghargaan ini juga menjadi kado terindah dalam tiga tahun kepemimpinan Fadly Amran di Padang Panjang.

Fadly Amran memenangkan Pilwako Padang Panjang tahun 2018 bersama pasangannya Drs Asrul, seorang pamong senior di Pemko Padang Panjang.

Fadly Amran memenangkan Pilwako secara tipis mengalahkan pesaing terdekatnya yang juga incumben Walikota Padang Panjang Hendri Arnis yang berpasangan dengan Eko Furqani.

Menkop Teten Masduki dalam pengantar penghargaannya kepada Fadly Amran mengucapkan,“Selamat atas jasa dan darmabakti dalam memajukan perkoperasian dan usaha kecil menengah di Kota Padang Panjang. Semoga penghargaan ini bisa jadi batu loncatan untuk mencapai penghargaan yang tinggi lagi,”.

Apa kata Fadly Amran atas perolehan penghargaan dari Menkop UKM ini? Putra almarhum Haji Amran, pemilik Yayasan Baiturahmah ini, menyebutkan bahwa penghargaan itu merupakan bentuk apreasiasi pemerintah terhadap insan koperasi di tanah air.

Ditanya tentang kiatnya dalam mengembangkan koperasi di Padang Panjang, Fadly Amran mengatakan, kunci utama strategi pengembangan koperasi dan UKM adalah dengan kebersamaan dan gotong-royong.

“Kita mendapatkan penghargaan dari Menkop UKM, karena kita memang sedang melakukan revitalisasi koperasi yang ada di Kota Padang Panjang menuju koperasi syariah. Apalagi Kota Padang Panjang pada tahun 2020 sudah diluncurkan sebagai Kota Koperasi Syariah oleh gubernur Sumatera Barat sesuai dengan visi dan misi kami sebagai Wali Kota Padang Panjang,” tutur Fadly.

Dikatakannya lagi, beberapa program kegiatan yang sudah dilakukan untuk memajukan koperasi di Kota Padang Panjang menuju koperasi syariah, yaitu pendampingan koperasi syariah sejak tahun 2019 sampai sekarang, sudah ada sekitar 40 koperasi yang dilakukan secara bertahap.

SIMAK JUGA :  Warga yang Tergabung Dalam SP24 Perbaiki Jalan Secara Swadaya

“Intinya dengan berdayanya koperasi dan makin kuatnya UKM, kami meyakini ini akan menjadi salah satu pemantik dari pertumbuhan ekonomi di Kota Padang Panjang,” ucapnya.

Kota Peduli Koperasi dan UKM

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperdakop UKM), Arpan, SH mengatakan, apresiasi ini berkat program Pemerintah Daerah yang peduli dan terfokus pada pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM yang ada di Padang Panjang.

“Program utama kegiatan pemberdayaan usaha mikro di bidang koperasi dan UKM yang dijalankan, berupa Rumah Wirausaha, bantuan pelaku usaha, bantuan modal dan DID (dana insentif daerah) serta bantuan lainnya untuk kesejahteraan masyarakat Padang Panjang,” tutur Arpan.

Ditambahkan Arpan, penghargaan tersebut tidak diraih begitu saja dengan mudah. “Penghargaan ini bukan sebuah seremonial saja, ada tahapan-tahapan ketat yang dilewati. Mulai dari RPJMD, penganggaran, koordinasi, komitmen Pemko terhadap koperasi dan UKM, serta dukungan berupa bantuan modal,” jelasnya.

Arpan menyampaikan, dukungan dari para penyelenggara koperasi dan UKM juga sangat penting. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga koperasi kita di tahun 2023 berpola syariah,” pungkasnya.

Menurut Arpan, sampai saat ini total koperasi aktif di Padang Panjang adalah sebanyak 45 Koperasi, dimana 25 diantaranya sedang proses konversi ke sistim Syariah.

Bentuk kepedulian konkret Walikota Padang Panjang terhadap pembinaan koperasi dan UKM bisa dilihat dari sejumlah bantuan dan insentif yang diberikan Pemko Padang Panjang, antara lain;

Bedah warung 52 unit plus isi warung, pembinaan Rumah Wirausaha dari total 160 UKM sudah dibantu oleh Pemko sebanyak 71 UKM dan mendapat bantuan Halal 45 UKM.

Bantuan gerobak 96 unit, bantuan etalase 50 unit, bantuan modal usaha sebanyak 2.008 ukm @ 2.000.000 (dana DID), bantuan modal 1851 @ 2.400.000 (Bpum kemenkop), bantuan modal 1253 @ 1.200.000(Bpum kemenkop), fasilitasi pemasaran melalui digital.

Reward bagi koperasi berprestasi setiap tahun :

Juara 1. 7.500.000.
Juara 2. 6.000.000
Juara 3. 5.000.000

Selain penghargaan Jasa Bhakti Koperasi dan UKM, Pemko Padang Panjang juga menerima Penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Kinerja Koperasi Terbaik di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021 dan Penghargaan Terbaik II Enumerator Data Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat yang diraih Roza Marlita, S.Kom staf Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Disperdakop UKM yang juga diserahkan Gubernur Mahyeldi. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *