INDONESIA Maju tapi BERADAB

  • Bagikan

Oleh : AWALUDDIN AWE*)

JAKARTA, HARIANINDONESIA.ID

Sebelum Ini, gaung tentang Indonesia akan menjadi negara maju setara dengan negara besar dunia lainnya menjelang peringatan ulang tahun Negara Republik Indonesia ke 100 tahun pada tahun 2045, terdengar kemana mana.

Semua indikator sebuah negara maju ditampilkan di ruang publik. Bahkan entitas ibukota negara maju itu sudah ditetapkan ada di Kalimantan.

Setiap ada momen, ingatan tentang semangat negara maju itu disebar oleh pemimpin Indonesia ke mana mana.

Ada semangat bergelora di dada sekaligus kebanggaan saat ingatan tentang negara maju itu, disebut berulang ulang.

Tetapi makna tentang entitas sebuah negara maju, kini tidak hanya diukur dari kemajuan secara ekonomi saja. Negara maju yang dimaksud adalah Negara Indonesia Maju yang Beradab.

Adalah Koordinator Keluarga Besar Angkatan Muda Muhammadiyah Bali Ikhwan Syah Nasution yang menambah tagline Indonesia Maju dengan kata Beradab itu.

Tagline ini disampaikan Alumni Angkatan Muda Muhammadiyah Bali saat mendeklerasikan dukungan terhadap pasangan Canpres Cawapres Ganjar-Mahfud MD di Bali, Sabtu (4/11/2023).

“Kami mendukung bapak Ganjar Pranowo dan bapak Mahfud Md untuk memimpin Indonesia menjadi negara maju, tetapi harus beradab,” tegas Ikhwan seperti diberitakan Harianindonesia.id, Sabtu (4/11/2023).

Kritik konstruktif

Pernyataan Ikhwan Syah Nasution menggugah kesadaran kita, bahwa sedang terjadi suatu proses kritis dalam memandang masa depan Indonesia yang digadang gadang menjadi negara maju.

Pengungkapan tagline Indonesia Maju tapi Beradab mengingatkan kembali posisi Indonesia sebagai negara timur, bukan negara barat, yang secara adat dan budaya sangat mengenal tata krama, etika dan moralitas yang sangat tinggi.

Termasuk di dalamnya soal bagaimana mengelola negara dan demokrasi dengan semangat ketimuran.

Kalau saya umpamakan dalam pandangan dan prinsip orang Minang bahwa *Pemimpin itu hanya ditinggikan Seranting, dan Didahulukan Selangkah.*

SIMAK JUGA :  Mengurai Pelanggaran AD ART dan PO Kadin di Musprop Kadin Sumbar

Ini juga sesuai dengan semangat berdemokrasi bangsa Indonesia. *Duduk sama rendah, tegak sama tinggi*. Tidak ada yang berlebih dibanding yang lain.

Sebab itu pula, rakyat Indonesia dengan cepat memberikan reaksi jika ada pemimpin yang tiba tiba menjadi lalim atau zalim terhadap keputusan dan kewenangan yang telah diberikan rakyat melalui proses demokrasi kepadanya.

Sebesar apa pun, setinggi apa pun cita cita dan harapan negara pernah disampaikan kepada rakyat, maka dengan seketika akan luntur dan tidak dipedulikan jika pemimpinnya melanggar tata etika ketimuran atau tidak lagi beradab dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

Contoh sejarah sudah sering terjadi di Pemerintahan Indonesia. Kekuasaan yang terkosentrasi di satu tangan dan memiliki keberpihakan dominan terhadap keluarga dan golongan akan berakhir dengam cara makar dan revolusi.

Pemerintahan Presiden Soeharto yang berlangsung lama dan terkesan mengintimidasi demokrasi akhirnya berakhir dengan terjangan reformasi.

Banyak negara lain yang juga berusaha membangun dinasti akhirnya berakhir dengan tragedi.

Apa yang disampaikan Ikhwan Syah Nasution tentang Indonesia Maju tapi Beradab itu adalah sebuah kritik konstruktif, membangun kesadaran baru bahwa apapun kebijakan bernegara, betapapun kemaslahatannya bagi negara dan rakyat, tetapi jika dijalankan dengan cara cara muslihat akan menyisakan tragedi baru.

Rakyat sudah bisa memisah, memilah dan menempatkan sesuatu yang baik dan buruk dalam perjuangan bangsanya. Rakyat sudah sensitif dengan tujuan tujuan rekayasa pikiran buruk.

Sebab rakyat sudah terlatih melihat niat yang tidak baik untuk bangsa dan negaranya. Pada saat kekuasaan tidak lagi memiliki adab, maka pada saat itu rakyat meminta kekuasaan dikembalikan ke tangan mereka. (*)

Penulis adalah *) Wartawan Senior, CEO Harianindonesia.id, Pemimpin Redaksi Kabarpolisi.com, Wakil Kornas Persaudaraan Pegiat Media dan Penulis ProGanjar (P4G), berdomisili di Jakarta

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *