OPINI  

Apa sebenarnya yang diinginkan dari pelaksanaan Mubes IKA-SMALA 2026?

oplus_35

Pertanyaan ini muncul tiba tiba saja dalam pikiran saya sebentar ini.

Sebenarnya, jawaban ini dimiliki oleh semua warga alumni. Namun saya mencoba menyampaikan jawaban itu di ruang ini. Mudah mudahan jawaban saya akan sama dengan jawaban warga IKA-SMALA yang lain.

Bahwa Mubes adalah sarana pertemuan pengurus alumni dari berbagai angkatan untuk memilih calon ketua umum yang baru dan membedah permasalahan organisasi ke depan.

Karena begitu pentingnya memilih calon ketua umum yang baru, maka para alumni berani sharing waktu untuk datang ke sekolahnya, sekaligus tentunya, basobok jo kawan kawan lamo.

Lalu seperti apakah calon ketua umum yang akan dipilih? Tentunya adalah sosok alumni yang punya kesempatan dan kemauan untuk mewakafkan waktunya untuk memimpin para alumni dan menjadi mitra sekolah, dalam mendukung pengembangan sekolah.

Sosok calon ketua umum juga diharapkan memberikan gengsi tinggi kepada para alumni dan sekolah, dengan kewibawaan dan kapasitas pribadinya yang ditupang oleh latar belakang profesi dan posisi ekonomis, pasti.

Diluar itu, seorang ketua umum alumni juga seorang yang peduli dengan sesama, persoalan adik kelas yang sedang menimba ilmu, pengembangan prestasi sekolah dan peningkatan performance sekolah.

Ketua alumni juga seperti pipa air yang menjadi saluran semua : keluh kesah, aspirasi, tempat marah marah dan juga teman uenak untuk kongkow kongkow.

Dalam konteks ilmu sosiologi, seorang ketua alumni memang personal yang memiliki kelebihan, kalau tidak boleh disebut, memiliki bakat memimpin orang dengan berbagai tingkat alumni dan kepribadi yang berbeda beda.

Dia juga harus memiliki kesabaran yang tinggi. Sebab akan banyak sekali berhadapan dengan pribadi yang tidak puas dan cenderung butuh seseorang yang sempurna.

SIMAK JUGA :  Pendaftaran Ditutup : Enam Caketum Bertarung Akrab Rebut Kursi Ikasmala-1

Ketua umum juga seorang yang organisator yang memahami prinsip tepuk bahu, tepuk tangan, dan tepuk dada. Dia mesti bisa menyambungkan satu bagan organisasi secara santai santai serius.

Lebih dalam, dia juga harus paham tentang daya dukung sistim organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, tujuan sekolah, tujuan alumni dan tujuan dirinya sendiri.

Bukan satu hal mustahil, jika organisasi alumni berhasil memilih ketua yang multi-talenta seperti diatas, maka berdampak besar bagi popularitas sekolah dan rating sekolah di mata dinas dan kementerian, bahkan para orang tua.

Sebagai ilustrasi. SMA mantan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta digilai para tamatan SMP karena disitu terdapat olahraga bola basket.

Apa beda, misalnya, jika SMAN 1 Lubuk Alung tiba tiba saja memiliki sebuah kolam renang standar internasional. Pasti akan memicu semangat siswa untuk masuk ke sekolah ini.

Why not?

Awe