Peringati Usia 1 Tahun dengan Aksi Sosial, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Masih Terkendala Lahan Rakyat

Foto kegiatan pengerjaan fisik flyover Sitinjauik Lauik tahap I oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL). Setahun usia perusahaan telah berhasil mencapai progres pekerjaan 10 persen. (Foto : Corcom HPSL/AWE/HI)

JAKARTA – Investor jalan dan jembatan Sitinjau Lauik, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) peringati satu tahun berdiri dengan aksi sosial, meski menghadapi kendala pembebasan lahan rakyat.

Peringatan HUT 1 PT HPSL digelar di dua daerah, satu di kantor pusat di Jakarta, dan satu lagi di kawasan proyek Sitinjau Lauik di Padang, Sumatera Barat.

Acara di kantor pusat Jakarta, berupa tausyah dan doa bersama yang dipimpin UstadzJoni Qodariyanto, yang memberikan penguatan nilai kebersamaan, dan motivasi bagi seluruh karyawan.

Tausyah dan doa bersama ini dihadiri Komisaris HPSL, Busmart Zuriantomy, dan Direktur Utama HPSL Michael AP Rumenser, serta karyawan/ti.

Di Padang, digelar layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar wilayah proyek serta santunan bagi anak asuh.

Layanan Cek Kesehatan Gratis diperuntukan bagi masyarakat sekitar wilayah proyek pada Kamis (8/1/2026) di Klinik Buah Hati Lubuk Kilangan.

Kegiatan ini menyasar 50 warga Kelurahan Indarung dan Kelurahan Batu Gadang, dengan prioritas bagi warga lanjut usia (lansia).

Sebagai penutup rangkaian HUT ke-1, HPSL juga melaksanakan Santunan Anak Asuh di Panti Sosial Anak Asuh Lubuk Kilangan, Jumat (9/1/2026). Saat ini Panti Sosial Lubuk Kilangan menaungi 26 anak yatim piatu dengan rentang usia sekitar 9 hingga 17 tahun, yang berasal dari berbagai daerah.

Direktur HPSL Michael AP Rumenser, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Progres Flyover

Terkait dengan progres Proyek KPBU Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I), menurut Michael, sampai saat ini telah mencapai 10,348%.

SIMAK JUGA :  Hutama Karya Bangun Huntara Danantara Tahap II di Aceh Timur, Dua Lokasi 45 Unit

Menurut dia, pekerjaan konstruksi tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Namun pihaknya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, khususnya terkait proses pembebasan lahan milik masyarakat.

Tetapi, lanjut Michael, untuk lahan yang berada dalam kawasan hutan lindung sudah bebas 100%.

“Perusahaan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan guna memastikan percepatan penyelesaian pembebasan lahan, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih optimal ke depannya.” papar Michael.

PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik adalah Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk khusus untuk melaksanakan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam Pembangunan Fylover Panorama I (Sitinjau Lauik I).

Perusahaan ini dibentuk oleh Pemrakarsa Proyek KPBU yaitu Konsorsium antara PT Hutama Karya (Persero) dengan kepemilikikan saham 55% dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan kepemilikan saham 45%.

Proyek Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) bertujuan untuk membangun jalan dan jembatan (flyover) sepanjang 2,774 km, dengan total nilai investasi mencapai Rp2,973 triliun.

Proyek ini memiliki masa konsesi selama 12,5 tahun yang mencakup 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan. (*)

Awaluddin Awe