
MENTERI PU Dody Hanggodo menagih janji pembebasan lahan untuk koridor flyover Sitinjau Lauik. Alat dan material sudah dikirim ke lapangan tetapi operator tidak bisa bekerja karena lahan belum dibebaskan. Foto saat Menteri Dody didampingi Wako Fadly Amran meninjau lokasi proyek tersebut. (Foto : Humas KemenPU/Awe/HI)
JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menagih janji Gubernur Sumbar untuk mempercepat pembebasan lahan untuk koridor pembangunan Flyover Sitinjau Lauik.
Soal pembebasan lahan ini disentil Menteri Dody saat
meninjau lokasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, salah satu proyek infrastruktur strategis yang tengah dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/1) lalu.
Saat peninjauan, Menteri Dody didampingi Walikota Padang Fadly Amran. Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi progres pekerjaan di lapangan bersama-sama.
Dipaparkan Menteri Dody, sampai saat ini progres pembangunan secara keseluruhan baru mencapai sekitar 12%. Sebab, terdapat kendala mengenai pembebasan lahan di sejumlah titik yang menjadi bagian dari koridor flyover.
“Seperti yang disampaikan oleh Kepala BPJN Sumatera Barat, progresnya memang 12%, karena pembebasan lahan tidak semudah itu. Saat ini saya akan meminta Gubernur dan para pihak terkait untuk melakukan percepatan dan segera merealisasikan janjinya,” ujar Menteri Dody.
Menteri Dody menegaskan, kesiapan lahan merupakan faktor kunci agar pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dapat berjalan optimal.
“Pelaksana konstruksi sudah mengirimkan alat dan sudah menyiapkan bahan-bahan material, tapi tidak bisa bekerja maksimal karena lahannya masih milik masyarakat, dan belum bisa dibebaskan. Kami berharap, paling lambat bulan ini semua (permasalahan) bisa segera selesai,” jelasnya.
Menteri Dody menyampaikan, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik memiliki banyak manfaat, terlebih bagi jalur logistik dan konektivitas.
Rute eksisting saat ini sangat berat, terutama untuk angkutan logistik yang susah menanjak.
“Dengan dibangunnya Flyover Sitinjau Lauik diharapkan akan mengurai kemacetan, memperlancar arus logistik, dan yang paling utama adalah menekan angka kecelakaan hingga nol,” kata Menteri Dody.
Arus Ramadhan dan Lebaran
Terkait manajemen lalu lintas khususnya menjelang bulan Ramadan dan masa mudik lebaran, Menteri Dody menyampaikan strategi operasional untuk kelancaran arus lalu lintas di sekitar proyek.
“Kementerian PU akan menyiapkan posko dan penyebaran alat berat di kanan kiri jalan yang diperlukan, termasuk pengaturan agar truk-truk besar yang mengganggu tidak melewati area saat H-7 dan H+7 Lebaran. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran dan keamanan bagi pengguna jalan,” tegas Menteri Dody.
Flyover Sitinjau Lauik dirancang untuk mengatasi permasalahan geometrik yang sangat menantang di jalur Padang–Solok dengan tujuan utama untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas, mengurai kemacetan, serta mengoptimalkan aktivitas logistik yang melewati koridor strategis Pulau Sumatera. (*)
Awaluddin Awe













