Caketum Mayjen TNI (Purn) Dr Markoni SH,MH Nilai Positif Dinamika Pra Mubes PKDP

  • Bagikan

CAKETUM PKDP Mayjen TNI (Purn) Dr Markoni SH MH (baju batik) bersama kawan satu angkatannya dari Akpol Kombes Pol (Purn) Mukhlis Mansyur SIk. (Foto : Awe/HI)

JAKARTA (Harianindonesia.id): Calon Ketua Umum DPP PKDP Mayjen TNI (Purn) Dr Markoni SH,MH menilai positif dinamika menjelang Mubes PKDP di Padang, 1-3 Maret 2023.

“Saya menilai positif perkembangan dan dinamika menjelang pelaksanaan Mubes DPP PKDP di Padang. Dan saya tetap komitmen maju untuk memenuhi aspirasi dari calon pemilih,” ujar Mantan Kepala Pembinaan Hukum Mabes TNI ini kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Putra terbaik Piaman Laweh asal Nareh ini menyampaikan bahwa dirinya murni ikut dalam pemilihan Caketum DPP PKDP atas rasa tanggung jawab sosial terhadap organisasi para Perantau Piaman dan tidak didasarkan atas kepentingan politik tertentu.

Markoni menyatakan bahwa sebagai organisasi sosial masyarakat Perantau Pariaman, PKDP memang perlu terus diperkuat dan diperkokoh rasa kesatuan dan persatuannya, serta pembinaan terhadap organisasi dibawahnya.

“Saya kira kita harus sepakat bahwa PKDP itu adalah organisasi besar perantau Pariaman yang perlu didorong untuk bisa lebih berperan dalam kehidupan sosial, keagamaan dan ekonomi warga Piaman Laweh dimana saja di dunia ini,” paparnya.

Dan Markoni menegaskan dirinya siap dan menyiapkan waktu untuk mengurus organisasi PKDP sekaligus siap pula memberikan perlindungan terhadap warga PKDP dimana saja berada.

“Apakah nanti kapasitas pribadi saya berguna untuk menunjang kualitas dan nama besar organisasi PKDP dan warganya di seluruh daerah, syukur Alhamdulillah. Namun semua itu saya serahkan kepada para pemilih di mubes nanti,” katanya.

Secara khusus Jenderal bintang dua TNI ini menjelaskan alasannya bersedia maju dalam pencalonan Ketum DPP PKDP ini.

Pertama, karena dirinya sudah pensiun dari TNI sejak Desember 2022 lalu. Sebagai warga sipil dia sudah bisa bergabung dengan berbagai organisasi, termasuk Ormas seperti PKDP.

“Saat dulu ada tawaran kepada saya untuk maju menjadi Caketum DPP PKDP memang saya tolak. Sebab saya masih aktif sebagai Perwira Tinggi TNI. Dalam aturan TNI, tidak diperbolehkan perwira tinggi masuk dalam organisasi apa pun,” jelas Markoni.

Kedua, dirinya melihat bahwa PKDP perlu dikelola secara baik untuk mengembangkan potensinya yang sangat besar dari segala aspek. Jika dikelola secara baik maka posisi PKDP ke depan akan tumbuh menjadi organisasi nasional yang lebih kuat.

Ketiga, sebagai tempat bernaungnya para perantau PKDP dapat diandalkan dalam menunjang pembangunan di daerah melalui berbagai program strategis.

SIMAK JUGA :  Obat Kanker Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, DPR Segera Panggil Kemenkes

Terakhir, Markoni melihat bahwa PKDP bisa berperan sebagai kekuatan untuk menunjang pembangunan daerah rantau, asalkan memiliki hubungan baik dengan pemerintah daerah setempat.

Tidak Berpolitik

Namun Doktor hukum militer ini menegaskan bahwa dirinya tidak punya target politik untuk menjadi Ketua Umum DPP PKDP. Targetnya adalah semata mata untuk menata dan membesarkan PKDP di seluruh Indonesia melalui program nasional yang dibuat oleh DPP PKDP.

“Saya tidak punya niat jadi anggota DPRRI, Gubernur dan sebagainya melalui PKDP. Saya hanya ingin berbuat supaya PKDP kita tumbuh menjadi organisasi besar, kuat dan disegani, sehingga warganya merasa nyaman hidup di rantau. Itu saja,” papar jenderal murah senyum ini.

Tetapi meski demikian, lanjutnya, jika ada putra putri daerah yang memiliki kecakapan dan peluang untuk menjadi pemimpin di daerahnya masing masing, maka wajib juga hukumnya bagi warga PKDP untuk menyokong yang bersangkutan.

Namun sebagai pribadi Markoni menolak pemanfaatan lembaga PKDP sebagai alat politik praktis. Sebab hal itu hanya akan menimbulkan perpecahan di tubuh PKDP sendiri. PKDP harus muncul sebagai sarana silaturahmi, kegiatan sosial dan keagamaan, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan warga di rantau dan di kampung.

Menjawab pertanyaan tentang peluangnya dalam pemilihan Ketum DPP di mubes, Markoni menyebutkan dirinya menyerahkan semuanya kepada para pemilih.

“Jika saya memang dibutuhkan di PKDP saya siap menjalankan amanah. Tetapi jika ada tokoh PKDP lain yang lebih baik, mari kita pilih secara bersama yang bersangkutan. Yang penting calon tersebut memang punya kemauan untuk mengembangkan kualitas PKDP menjadi lebih baik,” kata Markoni.

Dia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak neka neko dalam pemilihan Ketua Umum DPP PKDP. Sebab keputusannya maju menjadi Caketum didasarkan keinginan untuk bersama sama dengan tokoh lain membina PKDP.

“Saat masih aktif sebagai TNI saya tidak bisa aktif di PKDP karena alasan aturan di kesatuan saya. Tetapi bukan berarti saya tidak terlibat di PKDP. Namun memang tidak terlihat secara kasat mata. Tapi setelah masuk purna tugas ini, saya terpanggil untuk memimpin PKDP bersama sama kawan kawan yang lain. Ya katakanlah saya menebus kekurangan waktu saya untuk PKDP selama ini,” pungkas Jenderal yang kini berstatus sebagai pengacara hukum di Jakarta. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *