Sambut Pemulihan Ekonomi Batam 2022, Syamsul Paloh : Pemko dan BP Batam Mesti Siapkan Regulasi Baru

  • Bagikan

SYAMSUL PALOH

BATAM – Perekonomian Batam diperkirakan akan mengalami recovery pada tahun 2022 sejalan dengan membaiknya kondisi Covid -19. Terkait itu, Pemko dan Badan Pengusahaan (BP) Batam harus mempersiapkan regulasi baru untuk mendukung perkembangan positif tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik Batam, Syamsul Paloh, menyebutkan bahwa kondisi Covid -19 yang sudah melandai secara nasional juga akan terjadi di Batam pada tahun 2022 mendatang.


HERI EXARIAL DAN SYAMSUL PALOH

Situasi itu, kata Syamsul, akan mendorong kebangkitan ekonomi kota Batam, termasuk dengan masuknya investasi baru ke kota Batam, terutama dari sektor dominan seperti industri, perdagangan dan perkapalan.

Pertumbuhan juga diperkirakan akan terjadi di sektor pariwisata, terutama dengan masuknya kunjungan wisatawan lokal, regional dan nasional.

“Bahkan, saya memperkirakan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunai akan terjadi setelah pemerintah melepas keran proteksi wisman sebagai akibat pemberlakuan PPKM pada tahun 2021,” ujar Syamsul Paloh didampingi PLT Ketua Kadin Paradigma Baru Batam, Heri Exarial kepada Wartawan Harianindonesia.id Jakarta, Awaluddin Awe, di Batam, Selasa (30/11).

Syamsul dimintakan pandangannya terhadap perkembangan kota Batam pada 2022 setelah Covid -19 diperkirakan melandai pada akhir 2021.

Situasi perekonomian yang sudah terlepas dari kerangkeng Covid -19 di Batam, menurut Ketua DPD Granat Kepri ini, akan disambut dengan masuknya arus investasi dari luar.

Dalam pandangan Syamsul, para investor yang selama masa Covid -19 cenderung menyimpan uangnya, setelah Covid -19 melandai akan melepas dananya ke pasar lewat skema investasi baru.

Kota Batam, ujar Syamsul, masih menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan investasinya. Sebab Batam masih memiliki prospek cerah di kawasan pulau Sumatera.

Tetapi untuk mendukung iklim investasi baru tersebut, Syamsul Paloh meminta Walikota Batam yang juga Kepala BP Batam, untuk menyiapkan regulasi baru, terutama yang berkaitan masalah perizinan dan penyediaan alokasi lahan baru.

SIMAK JUGA :  BP Batam Ubah Peruntukan ke Pemukiman Vertikal untuk Atasi Keterbatasan Lahan

H.M Rudi, menurut Syamsul Paloh, harus berani menarik kembali lahan berukuran luas yang sudah diserahkan kepada sejumlah perusahaan besar tetapi tidak dikembangkan maupun dibangun sebagai kegiatan investasi. Tidak produktifnya atau lahan mangkrak tersebut sama dengan menghambat investasi.

“Untuk melakukan penataan lahan eks PL pengusaha lama itu, Rudi harus membentuk Tim khusus guna mengevaluasinya, sekaligus mencanangkan kepada calon investor baru yang akan siap membangun lahan tersebut,” ujar aktifis organisasi kemasyarakatan ini.

Pengambilalihan lahan lama itu, tegas Syamsul, adalah bagian dari program penataan lahan untuk investasi mulai tahun 2022. Sebab kondisi ketersedian lahan saat ini di Batam sudah mulai berkurang.

Selain itu, paparnya, sebagai Kepala BP Batam, H.M Rudi harus mampu mewujudkan empat program strategis yang pernah disampaikan Presiden Jokowi saat melantiknya sebagai Kepala BP Batam.

Pertama, melakukan revitalisasi Pelabuhan Batam sebagai pintu masuk dan keluar barang impor dan ekspor dari dan keluar Batam. Revitalisasi itu juga meliputi depo, penumpukan terminal, Countainer crane canggih untuk sarana dan prasarana bongkar muat barang Industri dan kebutuhan galangan kapal.

Kedua, menjadikan Batam sebagai pusat maintanence, repair dan overhull pesawat dari Singapura dan negara luar lainnya, sebagai bentuk meningkatkan daya saing Bandara Hang Nadim Batam terhadap Bandara Changi.

Ketiga, meningkatkan program digitalisasi untuk semua sektor, khususnya mewujudkan digitalisasi park di Nongsa.

Terakhir, meningkatkan status RSBP sebagai kawasan wisata kesehatan regional Asean dan tidak lagi menjadikan rumah sakit lokal sebagai pesaing.

“Jika pak Rudi mampu mewujudkan semua pokok pikiran diatas, saya yakin kota Batam akan bangkit kembali. Sebab pembangunan sarana infrastruktur dan lingkungan kota Batam saat ini sudah jauh lebih baik selama lima tahun terakhir,” pungkas Syamsul Paloh mengakhiri. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *