Tanam 17.000 Pohon di Tol Sumatera, Hutama Karya Kejar Value Added dari Carbonisasi

Oplus_131074

Direktur Operasional III Hutama Karya Iwan Hermawan menanam secara simbolis sebuah pohon menandai pelaksanaan program penanaman pohon secara serentak di ruas tol Sumatera, di Rest Area KM 41-B Jalan Tol Binjai-Langsa, Jumat (24/4/2026). (Foto : Awe/HI)

JAKARTA, HARIANINDONESIA.ID – PT Hutama Karya (Persero) membuktikan komitmen dan dukungan terhadap pelestarian lingkungan dengan menargetkan menanam 17.000 pohon berbagai jenis secara serentak di seluruh ruas tol Sumatera, Jumat (24/4/2026).

Seremoni utama kegiatan dilaksanakan di Rest Area KM 41 Jalur B Tol Binjai–Langsa, yang ditandai dengan penanaman pohon oleh Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan bersama jajaran manajemen Hutama Karya dan Panitia HUT HK lainnya, serta Kepala Regional Sumbagut Taufik Hidayat.

Terlihat hadir dalam kegiatan ini Ketua Tim Jalan Bebas Hambatan BBPJN Sumut Sriono, Kepala Satuan PJR AKBP Dhery Fajariandono, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat Arie Ramadhany sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan di koridor JTTS.

“Selain menanam 17.000 pohon di 11 ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), kami juga menargetkan penghijauan 30 persen di ruas tol yang berada di Pulau Jawa yakni Tol Akses Tanjung Priok (ATP) dan JORR Seksi S (JORR-S).” ujar Iwan Hermawan.

Penanaman 18 jenis pohon dan penghijauan 30 persen di ruas tol Jawa, selain merupakan program reGreen yang sudah dicanangkan sejak 2025 lalu, juga merupakan program Hutama Karya untuk mendapatkan value added dari carbonisasi.

Dijelaskan Iwan Hermawan, Hutama Karya telah melakukan pengukuran potensi serapan karbon dari vegetasi
yang ditanam di koridor JTTS dengan menggunakan pendekatan perhitungan berbasis The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Dari 17.000 pohon yang ditanam pada tahun 2026 diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e secara kumulatif hingga tahun 2050.

“Angka-angka ini belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan untuk pertama kalinya, kontribusi ekologis nyata diukur dengan metode sains dapat dibagikan kepada publik, yang penting bagi kami adalah mulai mengukur, apa yang bisa diukur agar dapat dikelola dan ditingkatkan, ini baru awal dan angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya operasional JTTS,” imbuh Iwan.

Dengan demikian, lanjut Iwan, Hutama Karya kedepannya akan berupaya mendapatkan value added dari carbon yang dihasilkan dari penanaman pohon di sepanjang ruas tol Sumatera dan Pulau Jawa. Artinya, nantinya akan ada jual beli dari program carbon tersebut.

SIMAK JUGA :  Halo Pemudik Sumatera, Hutama Karya Kasi Diskon Tarif Tol 30 Persen, Ini Daftar Tolnya

“Hingga saat ini, sekitar 98.000 pohon telah tumbuh di sepanjang koridor JTTS. Pohon yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian dengan ekologi kawasan setempat, dan berfungsi tidak hanya sebagai penghijauan tetapi juga untuk menjaga kualitas udara, meredam kebisingan, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” jelas Iwan.

Dengan puluhan ribu pohon yang kini tumbuh di sepanjang Rumija dan Rest Area, Hutama Karya memandang penghijauan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan infrastruktur jalan tol.

Inisiatif ini bukan sekadar program tambahan, melainkan salah satu komponen
penting dalam operasional jalan tol yang berkelanjutan. Koridor JTTS tidak hanya berfungsi sebagai jalur konektivitas ekonomi di Sumatra, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis bagi kawasan yang dilaluinya.

“Ke depan, Hutama Karya akan terus memperluas cakupan penghijauan seiring dengan pertumbuhan jaringan JTTS serta mempublikasikan perkembangan data dampak lingkungan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada public,” tutup Iwan.

Sebelumnya EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menyampaikan bahwa program Hutama Karya ReGreen ini merupakan bagian dari rangkaian Hutama Karya Peduli, yaitu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang untuk menciptakan nilai bersama,tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.

Selain ReGreen, program ini juga mencakup Hutama Karya Mengajar, Hutama Karya EduInfra, Hutama Karya WASHInfra, serta Bazaar UMKM.

Aksi ini sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup yang pada tahun 2025 mengajak seluruh pengelola jalan tol di Indonesia untuk menghijaukan koridor dan mengendalikan emisi di kawasan jalan tol. Sebagai pengelola JTTS, Hutama Karya menjadikan penghijauan sebagai bagian dari tanggung jawab pengelolaan infrastruktur.

Aksi penanaman pohon ini sekaligus merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 bertema “The
New Horizon” dan peringatan Hari Bumi 22 April 2026, sekaligus menjadi kick-off program penanaman 17.000 pohon dari 18 jenis tanaman di 11 ruas tol di JTTS yang dikelola di sepanjang tahun 2026. (*)

Awaluddin Awe