KOENTJORO –
Direktur Utama PT Hutamq Karya (Persero)
JAKARTA (HARIANINDONESIA.ID — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan berkualitas, termasuk pencapaian laba bersih yang bertumbuh 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Hutama Karya (Persero) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (23/6/2026) dilaporkan, sepanjang 2025 laba bersih Hutama Karya tumbuh 11,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan juga tercermin pada laba usaha yang naik 10,2 persen, laba sebelum pajak yang tumbuh 13,1 persen, serta marjin laba bersih yang menguat ke 12,3 persen dari 9,1 persen pada tahun sebelumnya. Laba bersih yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan tumbuh 20,5 persen.
Penguatan juga terlihat pada neraca. Total liabilitas Perseroan turun 17,4 persen dan beban keuangan berkurang 24,5 persen, sementara ekuitas terus menguat, menandai struktur permodalan yang semakin sehat dan kapasitas yang lebih besar untuk membiayai proyek strategis jangka panjang.
"Tahun 2025 menjadi fase transisi bagi sebagian ruas JTTS dari konstruksi ke operasi. Pada fase ini kami memprioritaskan efisiensi dan kualitas laba, sehingga laba bersih tetap tumbuh dan struktur permodalan kami semakin sehat. Inilah yang kami maksud dengan pertumbuhan yang berkualitas," ujar Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro dalam penjelasan tertulisnya kepada media.
Peningkatan ini juga dipicu oleh pergeseran sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari fase konstruksi puncak ke fase operasi yang memengaruhi komposisi pendapatan.
Hingga kini Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 km dan mengelola 14 ruas tol strategis yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di Sumatera dan Jawa.
Kehadiran JTTS memberi dampak berganda: pemangkasan biaya dan waktu logistik, tumbuhnya UMKM melalui prioritas tenant di rest area, serta berkembangnya pariwisata daerah melalui semangat konektivitas "Sumatra Sudah Dekat".
Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Hutama Karya menegaskan komitmen melanjutkan penyelesaian penugasan JTTS, memperkuat efisiensi operasional, dan menjaga disiplin keuangan.
"Setiap perbaikan fundamental keuangan kami terjemahkan menjadi nilai berkelanjutan bagi negara — melalui penyelesaian infrastruktur strategis, kontribusi perpajakan, dan pengelolaan aset yang semakin produktif," ujar Koentjoro.
PT Hutama Karya sepanjang tahun 2025 juga fokus pada efisiensi mendorong profitabilitas menguat.
Sebagai BUMN pengemban penugasan, kontribusi Hutama Karya kepada negara juga hadir dalam bentuk penambahan aset infrastruktur strategis seiring dirampungkannya ruas-ruas JTTS.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Hutama Karya, perwakilan Kementerian BUMN, serta perwakilan Danantara Indonesia selaku bagian dari ekosistem pemegang saham, bersama EVP Kantor Pusat dan Divisi Operasi, Direktur Utama anak perusahaan, Komite Audit, Komite Manajemen Risiko & GCG, serta Sekretaris Dewan Komisaris.
Dalam rapat, Direksi dan Dewan Komisaris menyampaikan materi pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan sepanjang tahun buku 2025 sesuai agenda, untuk memperoleh tanggapan dan persetujuan para pemegang saham.
Melalui RUPST, para pemegang saham menyetujui laporan pertanggungjawaban Direksi dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris atas kinerja Perseroan sepanjang 2025.
Profil Perseroan
PT Hutama Karya (Persero), bagian dari Danantara, adalah BUMN yang dipercaya menggarap proyek-proyek infrastruktur strategis nasional. Dengan visi menjadi Leading Sustainable Construction Enterprise and Infrastructure Developer, perusahaan berpengalaman membangun dan mengelola jalan tol, jembatan, gedung, hingga kawasan—dengan rekam jejak pada proyek berskala besar seperti Jalan Tol Trans-Sumatra.
Hutama Karya bekerja bersama enam anak perusahaan: HKI (konstruksi), HKA dan HMW(operasi dan pemeliharaan jalan tol), HKR (properti), serta HMTP dan HPSL (jalan dan jembatan di Papua dan Sumatra Barat). Perusahaan menjalankan setiap proyek dengan tata kelola yang baik, standar keselamatan tinggi, dan perhatian pada kelestarian lingkungan—sebagai wujud komitmen membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi generasi mendatang dan mendukung Asta Cita Pemerintah. (*)
Awaluddin Awe













