JAKARTA – Pemerintah memberikan dukungan kepada PT Hutama Karya (Persero) melanjutkan pembangunan Tol Jambi – Rengat, pada saat ruas tol Betung – Tempino masih dalam tahap pengerjaan kontruksi.
Pembangunan ruas Tol Jambi – Rengat merupakan tahap II dari program Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang diiniasi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Ruas Tol Jambi–Rengat memiliki panjang 198,13 km. Ruas lanjutan ini dinilai penting untuk memperkuat keterhubungan Jambi dengan wilayah Riau dan kawasan-kawasan produktif di sekitarnya, termasuk pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri di sekitar Sungai Enok yang berkembang pada sektor kelapa sawit dan perikanan.
Penguatan konektivitas juga berpotensi membuka akses yang lebih andal menuju destinasi strategis dan bernilai sejarah maupun konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.
Keberlanjutan koneksi hingga Jambi–Rengat juga diperlukan untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah yang selama ini masih kerap terkendala oleh keterbatasan kualitas dan kapasitas jaringan jalan eksisting.
Melalui pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendukung daya saing ekonomi wilayah.
Ruas Tol Jambi–Rengat, diharapkan juga memperlancar mobilitas orang dan barang, memperkuat keterhubungan antarprovinsi, serta mendorong aktivitas ekonomi antarkawasan di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, hingga Riau.
Kepastian dukungan pembangunan ruas tol Jambi – Rengat diperoleh saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Gerbang Tol (GT) Pijoan, Tol Betung-Jambi.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Kunjungan Kerja Komisi V DPRRI, A. Bakrie menyatakan kesiapan membantu agar Tol Jambi – Rengat terealisasi.
“Mudah-mudahan proses yang berjalan tidak ada halangan, kita juga sudah melihat tol yang ada di Jambi, pembebasan lahannya cukup baik, justru mendapat rekor muri sebagai pembebasan lahan tercepat, kami berharap dapat segera rampung dan rencana Pembangunan hingga ke Rengat dapat dilanjutkan,” tutur Bakrie.
Kunjungan kerja Anggota Komisi DPR ke Provinsi Jambi adalah untuk melihat secara langsung pembangunan infrastruktur dan transportasi di sana, sekaligus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan agar pelaksanaan pembangunan selaras dengan kebutuhan konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi logistik.
Kunker dihadiri sejumlah Anggota Komisi V DPR RI yakni A. Bakri, Edi Purwanto, Yasti Soepredjo Mokoagow, Sriyanto Saputro, Supriyanto, Mori Hanafi, Syarief Abdullah Alkadrie, serta Fauzia Helga Tampubolon.
Mereka dikawal langsung Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dedy Gunawan, Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan, EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol Iwan Hermawan, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, serta jajaran pejabat lainnya.
Progres Tol Betung – Tampino
Sebelumnya, Hutama Karya dipercaya menggarap Tol Betung – Tempino sepanjang 170,70 Km yang menghubungkan ruas tol dari Sumatera Selatan ke Provinsi Jambi.
Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi saat ini berada pada beberapa tahapan, mulai dari segmen yang sudah beroperasi hingga pekerjaan konstruksi yang masih berjalan.
Misalnya, segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 km dan segmen Tempino–Ness sepanjang 18,49 km telah beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung mencakup 118,14 km, terdiri atas Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 km dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 km.
“Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Mardiansyah, Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya dalam keterangan terpisah kepada wartawan, Ahad (31/1/2026).
Berdasarkan data progres lahan dan konstruksi, Seksi 1A mencatat pembebasan lahan 48,32% dan progres konstruksi 57,64% dengan target penyelesaian Kuartal I 2027.
Seksi 1B mencapai pembebasan lahan 41,14% dan progres konstruksi 13,39% dengan target penyelesaian Kuartal I 2027.
Pada Seksi 2, Seksi 2A mencatat pembebasan lahan 28,45% dan progres konstruksi 22,03% dengan target penyelesaian Kuartal IV 2027.
Sedangkan Seksi 2B mencapai pembebasan lahan 40,48% dan progres konstruksi 22,37% dengan target penyelesaian Kuartal IV 2027, papar Mardiansyah lagi.
Dampak ke UMKM
Selain memperkuat konektivitas antarkawasan, proyek ini juga diharapkan memberi dampak sosial melalui dukungan pengembangan UMKM lokal di rest area serta penyediaan fasilitas penyeberangan seperti overpass dan underpass, sehingga mobilitas masyarakat sekitar tetap terjaga. (*)
Awaluddin Awe













