Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menyerahkan cenderamata berupa foto Jalan Tol Trans Sumatera kepada salah satu perwakilan bank disela Penandatangan naskah pinjaman kredit untuk Hutama Karya dari tujuh Bank di Ballroom HK Tower, Jakarta, Senin (23/2/2026). (Foto : Corcom HK)
JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dapat siraman dana segar dari sindikasi tujuh bank nasional yang akan dipakai untuk menggenjot pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi.
Siraman dana segar senilai Rp13,6 triliun lebih tersebut berupa pinjaman dari Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk, serta PT Bank Mega Tbk.
Kolaborasi ini, disebut menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam mendukung pembiayaan infrastruktur strategis yang berdampak luas.
Penandatangan naskah pinjaman dilakukan oleh Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto bersama ke tujuh perwakilan bank di Ballroom HK Tower, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Acara penandatangan naskah pinjaman dihadiri cukup banyak pejabat, termasuk Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Wakil Direktur Utama Sugeng Rochadi, Direktur Keuangan Eka Setya Adrianto dan Direktur Operasi III, Iwan Hermawan.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menjelaskan Ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 km merupakan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, hingga Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Tol ini akan mengintegrasikan jaringan tol dari selatan hingga utara. Keterhubungan antarkawasan pada jalur logistik utama dipastikan semakin kuat.
“Keberadaan ruas ini diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan, dimana menurut kajian Core Indonesia (2024), penghematan waktu tempuh ruas ini sekitar 59,05%. Peningkatan efisiensi tersebut diharapkan turut berdampak pada peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan transportasi bagi masyarakat,” ujar Mardiansyah dalam penjelasan resminya, Senin.
Ruas tol ini diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan aktivitas ekonomi setempat.
“Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan lebih konsisten sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan secara bertahap.” papar Mardiansyah.
Dikatakan, perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi porsi pendanaan proyek. Dukungan dari konsorsium perbankan dan lembaga non-keuangan mencerminkan kepercayaan serta komitmen yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur.
Hutama Karya berkomitmen mengelola pendanaan secara prudent, transparan, dan akuntabel, serta memastikan pelaksanaan konstruksi mengedepankan mutu dan keselamatan agar manfaat konektivitas dan efisiensi logistik dapat segera dirasakan.
“Hutama Karya mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam terwujudnya kerja sama sindikasi tersebut. Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing global,” pungkas EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.(*)
Awaluddin Awe













