Diskusi SATUPENA, Alex Runggeary: Pemerintah Salah Strategi Memanfaatkan Sumber Daya di Papua

  • Bagikan
Alex Runggeary.

HARIANINODNESIA.ID – Papua belum juga berkembang karena pemerintah salah strategi dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Hal itu diungkapkan penulis asal Papua, Alex Runggeary dalam diskusi tentang Orang Papua Melihat Papua di Jakarta, Kamis 29 Februari 2024 malam.

Diskusi yang menghadirkan Alex Runggeary itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai Denny JA.

Mengutip penelitian LIPI, lex mengtakan, ada empat masalah utama di Papua, hak asasi manusia, sejarah masuknya Papua ke Republik Indonesia, status politik Papua, dan kegagalan pembangunan.

“Meski pemerintah mengakui sudah bebruat banyak hal, sebenarnya tidak ada kemajuan.”

“Sebagai seorang profesional di bidang ini, saya melihat pemerintah mengabaikan beberapa hal penting,” ujarnya.

Menurutnya, diakui atau tidak, kesalahan strategi itulah yang menghambat pembangunan di Papua.

Bicara khusus mengenai pembangunan ekonomi masyarakat Papua, berarti bicara tentang strategi.

Alex memberi contoh konkret. Dulu di zaman Belanda, di daerah Jayapura ada lembah yang bagus untuk perkebunan kakao.

Di sana, petani bisa menjual langsung kakao yang dipanennya ke Belanda secara rutin setiap minggu.

“Tiap hari Rabu, datang mobil pick-up. Kakao ditimbang dan petani memperoleh uang tunai setiap minggu. Artinya, dengan menerima uang itu, petani otomatis terdorong untuk terus pergi ke kebun, memanen hasilnya, kemudian dijual,” tambahnya.

“Rakyat sudah pasti mendapat uang tunain setiap minggu.  Sekarang mekanisme seperti itu tidak ada. Warga hanya mengharapkan bansos (bantuan sosial) atau BLT (bantuan langsung tunai),” tutur Alex.

Ia menambahkan, pembangunan ekonomi rakyat Papua menjadi penting karena ini menjadi pendorong pembangunan lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan seterusnya.

Misalnya, pembangunan infrastruktur. Infrastruktur itu hanya bermanfaat jika terkoneksi dengan sumber-sumber produksi rakyat, karena tujuannya adalah untuk menekan biaya produksi. (K) ***

SIMAK JUGA :  PCNU Jakarta Timur Kunjungi PBNU
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *