Foto kepadatan kendaraan di gerbang tol Pekanbaru – Kampar. Pengendara pemudik asal Sumatera sudah mulai “pulkam” untuk merayakan lebaran 2026. (Foto : Humas Regional Sumbagteng)
SUMATERA – Lebaran tahun 2026 bagi para pemudik asal Sumatera dipastikan akan lebih menyenangkan, karena Hutama Karya telah mengoperasionalkan 12 ruas tol sepanjang 692, 854 Km yang membentang dari Sumatera Selatan hingga Banda Aceh.
Selain itu, Hutama Karya pada Lebaran tahun ini juga mengoperasionalkan secara fungsional alias tidak berbayar dua ruas tol di Palembang dan Aceh.
Berdasarkan data, Ruas Tol yang masuk jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang sudah melayani perjalanan darat di Sumatera itu, adalah sebagai berikut :
1. Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung dengan panjang 189,4 Km. Ruas ini memiliki 9 tempat peristirahatan dan 7 gerbang
2. Tol Indralaya – Prabumulih dengan panjang 63,5 Km. Tol ini memiliki dua tempat istirahat dan satu gerbang
3. Tol Palembang – Indralaya dengan panjang 21,93 Km dengan empat gerbang
4. Tol Palembang – Betung Seksi 1 & 2 dengan panjang 53,6 Km dengan dua tempat istirahat fungsional
5. Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi 3 sepanjang 52,2 Km dengan tiga gerbang
6. Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131,69 Km dengan tujuh gerbang dan empat tempat istirahat
7. Tol Indrapura – Kisaran sepanjang 47,75 Km dengan empat tempat istirahat dan dua gerbang
8. Tol Binjai – Langsa Seksi 1 & 3 sepanjang 57,225 Km dengan empat gerbang dan dua tempat istirahat
9. Tol Sigli – Banda Aceh seksi 2-3 dengan panjang 48,584 Km dengan dua tempat istirahat dan lima gerbang tol
10. Tol Sigli – Banda Aceh seksi 1 dengan panjang 23,955 Km dengan satu gerbang
11. Tol Pekanbaru – Koto Kampar sepanjang 54,95 Km dengan dua tempat istirahat dan tiga gerbang.
12. Tol Padang – Sicincin sepanjang 35,45 Km dengan dua tempat istirahat dan satu pintu gerbang
13. Tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 16,725 Km dengan dua tempat istirahat dan satu pintu gerbang
Berbenah dan Tawarkan Diskon
Menjelang lebaran 2026, hampir semuas ruas tol di Sumatera mulai berbenah diri mulai dari perbaikan ringan hingga berat. Tujuannya adalah bagaimana mudik liwat tol menjadi menyenangkan, aman dan enjoy.
Kepala Regional HK Sumatera Bagian Selatan Arief Yeri menjelaskan dalam rangka persiapan menyambut arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, ruas jalan tol yang berada di regional Sumbagsel seperti ruas jalan tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka), ruas jalan tol Palembang – Indralaya (Palindra) dan ruas jalan tol Indralaya – Prabumulih (Inprabu) terus melakukan peningkatan layanan, antara lain dengan melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan tol, baik perkerasan fleksibel (asphalt) maupun perkerasan rigid (beton). Pekerjaan pemeliharaan tersebut rencananya akan dituntaskan pada tanggal 10 Maret 2026.
“Selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, sebagai bentuk layanan prima kepada pengguna jalan, kami selalu memastikan bahwa semua layanan berjalan dengan baik, seperti layanan transaksi, layanan lalu lintas, layanan pemeliharaan dan juga layanan rest area.” ujar Arief dalam penjelasan tertulisnya, Sabtu (6/3/2026).
Menurut Arief, sebagai antisipasi dalam menghadapi lonjakan volume lalu lintas, Hutama Karya Regional Sumbagsel juga melakukan penambahan petugas di beberapa gerbang tol dan rest area, untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jalan berjalan dengan baik.
Dan, ini bagian menyenangkannya, HK Regional Sumbangsel memberlakukan diskon tarif sebesar 30% rencananya akan diberlakukan selama 4 hari yaitu 2 hari pada saat arus mudik dan 2 hari pada saat arus balik, atau pada tanggal 15, 16, 26 dan 27 Maret 2026.
Ditambahkan Arief, prediksi volume lalu lintas Lebaran 2026 diperkirakan akan mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan volume lalu lintas Lebaran 2025.
“Kami menghimbau kepada pengguna jalan agar memeriksa kondisi kendaraannya sebelum melakukan perjalanan, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. Jaga jarak aman dengan kendaraan yang ada di depannya, dan pastikan berkendara dengan kecapatan yang diizinkan yaitu 60 s/d 100 km/jam. Bila merasa lelah agar jangan dipaksakan, segeralah beristirahat di rest area terdekat. Patuhi rambu – rambu lalu lintas yang ada di jalan tol, karena keselamatan adalah nomer satu. Salam Setuju,” pungkas Arief Yeri.
Sementara itu, Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah Bromo Waluko Utomo yang membawahi ruas Tol Pekanbaru – Padang menambahkan, bahwa menjelang mudik lebaran 2026 pihaknya telah melakukan persiapan sebagai berikut :
– Koordinasi lintas sektor dengan pihak Dirlantas setempat, Dishub, BPTD dan Pemerintah Daerah setempat
– Penyiapan Pospam di beberapa titik, seperti rest area dan akses gerbang masuk dan keluar tol
– Beatufikasi ruas agar pengendara nyaman dalam berkendara
– Menetapkan petugas jaga 24 jam selama periode lebaran
– Bekerjasama dengan rumah sakit dan aparat setempat guna penanganan darurat jika diperlukan dalam kondisi sewaktu waktu
– Menambah petugas dan peralatan darurat tol di gerbang gerbang masuk dan keluar jika terjadi kondisi padat berikut rekayasa lalulintasnya tentunya atas arahan dari dirlantas setempat.
Bromo memprediksi arus puncak mudik akan terjadi pada H-6 dan arus balik di H+6.
Sementara hasil pemantauan di lapangan menunjukan bahwa kerawanan di jalan tol Sumatera, khususnya menjelang arus puncak mudik akan dipicu oleh pergerakan angkutan truk yang masih belum disiplin dalam menggunakan ruas jalan tol. Sebagian besar sopir truk masih belum tertib berkendara di sebelah kiri ruas jalan. Bahkan sering terlihat, mereka berjalan dengan posisi kiri dan kanan, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan pengemudi kendaraan kecil, terutama pada malam hari.
Selain itu, petugas kontrol di hampir semua ruas jalan tol di Sumatera masih sangat minim bertugas di lapangan, sehingga para pengendara angkutan berat sangat leluasa menggunakan ruas tol dengan mengabaikan pengendara kendaraan kecil.
Selanjutnya, masih ditemukan angkutan truk yang memuat volume barang dengan jumlah besar sehingga tidak mampu berjalan kencang di ruas tol. Truk seperti ini membuat perjalanan di tol Sumatera menjadi kurang nyaman. (*)
Awaluddin Awe













