GANJAR Dieluelukan di Laga Final Liga Kampung Soekarno Cup di GBK, Sampai Diteriaki Presiden

  • Bagikan

Bakal Calon Presiden RI Ganjar Pranowo didampingi Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyerahkan hadiah bagi pencetak gol terbanyak Liga Kampung Soekarno Cup di GBK, Jumat (3/11/2023). Pertandingan babak final antara Bali dan Sulawesi dimenangkan oleh Kesebelasan Bali. (Foto : MC TPNGM)

JAKARTA, HARIANINDONESIA.ID – Laga final Liga Kampung Soekarno Cup (LKSC) U-17 yang mendapatkan dukungan Ketua PSSI Erick Thohir di Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (3/11/2023) malam, sempat sebentar diwarnai aksi mengelu-elukan jagoan Capres Koalisi PDIP Ganjar Pranowo oleh penonton.

Kehadiran Ganjar yang sempat diragukan datang oleh para wartawan, karena siang hari pergi Nyekar ke Makam Bung Karno di Blitar bersama Mbak Mega. Tapi ternyata sosok lelaki bertubuh tinggi langsing ini tiba juga untuk menyaksikan pertandingan antara Bali dan Sulawesi Selatan itu.

Kedatangan Ganjar disambut hangat oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristoyanto yang sudah lebih awal datang bersama Ketua Panitia LKSC juga kader muda PDIP yang saat ini jadi Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin alias Gus Ifin.

Sebelumnya, telah hadir lebih dulu Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid serta Wakil Ketua TPN Gatot Eddy Pramono dan Eko Sulistyo di lapangan hijau GBK.

Lalu, ada juga Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Presiden (TKRRP), Adian Napitupulu, Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, dan Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Hendrar Prihadi atau Hendi.

Penonton yang mendapati Ganjar masuk stadion diiringi Hasto dan Gus Ifin langsung diserbu oleh para penonton. Mereka berebut menyalami Ganjar dan sekaligus berswafoto. Ganjar terlihat gembira menyaksikan banyak penonton yang menyalaminya.

Stadion kemudian juga membahana karena ada teriakan keras dan berulang ulang dengan menyebut “Ganjar Presiden, Ganjar Presiden, Ganjar Presiden”. Lalu ada juga yang meneriakan ucapan “I Love You Pak Ganjar,”.

Ganjar membalas aksi spontan para penonton dengan melambaikan tangan ke arah suara tadi. Setelah itu, Ganjar duduk dan cermat menyaksikan pertandingan sampai selesai.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengakatan bahwa PDIP mengacu aturan FIFA dalam melaksanakan turnamen Liga Kampung Soekarno Cup, sehingga tidak akan membawa unsur politik praktis dalam kegiatan tersebut.

“Jadi, kami taat juga dengan statuta FIFA. Kami enggak ada bendera partai, enggak ada kampanye. Jadi, kampanye enggak ada,” kata dia.

SIMAK JUGA :  Mulai 2022 Pemerintah Akan Pindahkan Ribuan PNS, TNI, Polri Ke Ibu Kota Baru Kaltim

Hasto pum menyebutkan pelaksanaan Liga Kampung Soekarno Cup dibuat PDIP karena menjadi cita-cita Proklamator RI Soekarno atau Bung menjadi olahraga sebagai sarana membentuk karakter bangsa. 

“Itu Bung Karno menghadirkan sepak bola sebagai kultur. Bung Karno menjadikan olahraga sebagai spirit membangun karakter building, olahraga sebagai lambang supremasi, termasuk sepak bola,” terangnya.

Adapun, babak final turnamen Liga Kampung Soekarno Cup akan mempertemukan delapan tim yang sebelumnya telah bertanding di tingkat daerah.

Apik dan tidak Instan

Ganjar Pranowo saat ditanya wartawan menjelaskan bahwa sebuah pemainan sepak bola yang apik merupakan hasil kerja keras dan latihan yang rutin dari sebuah tim.

Sebab, Ganjar menilai latihan para pemain sepak bola tidak ada yang instan. Di mana, semua ada berproses dengan latihan yang sangat luar biasa.

Apalagi, di dalam tim juga diajarkan team work atau kerja sama tim serta perangkat pertandingan yang mendukung seperti wasit yang berlaku adil.

“Pelatihannya bagus di dalamnya ada team work, di dalamnya ada leadership dan tentu saja ini pertarungan yang butuh wasit. Maka wasit pun harus netral,” kata Ganjar.

Ganjar pun mengungkapkan, apa yang disampaikannya di awal tadi merupakan gambarannya soal sepak bola kelas kampung yang terus berproses.

“Semuanya akan membawa kualitas permainan masing-masing dan harus baik,” ucap Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini pun berharap, dari ajang Liga Kampung Soekarno Cup U-17 akan muncul bibit-bibit unggul untuk prestasi.

Ganjar pun mengibaratkan, bagaimana para pemain muda turnamen Liga Kampung Soekarno Cup U-17, sebagai laiknya para kepala daerah yang terus berproses untuk dan kelak menjadi juara.

“Dan ternyata inilah kawan-kawan Bupati, Wali Kota yang dulu sudah memulai itu, dan kita harapkan proses yang kita lakukan itu akan menghasilkan atlet yang hebat, yang sportif, yang ikut aturan dan kelak mereka menjadi juara,” ungkap Ganjar.

“Itu yang hari ini mesti kita apresiasi dari pemainnya, wasitnya, pelatihnya fair play mesti fairplay. Sepakbola mesti fairplay, kalau engga pasti kita kena hukuman,” ujar Ganjar mengakhiri (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *