Cerita Deddy Mizwar Batal Diusung Gerindra di Pilgub 2018

  • Bagikan

JAKARTA, harianindonesia.id – Batalnya pencalonan Deddy Mizwar di Pilgub Jawa Barat yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS ternyata tersimpan cerita yang cukup menarik.Pasalnya Deddy melakukan candaan yang dianggap fatal oleh Gerindra.

Celetukan Deddy itu keluar ketika ia sedang merayu Gerindra agar mendukungnya dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun ini.

Deddy yang dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu dari PKS ini, pernah melempar candaan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto agar bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam Pemilu 2019.

Seperti diketahui, Jokowi dan Prabowo adalah rival besar dalam Pemilihan Presiden 2014. Rivalitas keduanya berimbas ke mana-mana, dari koalisi di parlemen hingga pemilihan Gubernur Jakarta tahun lalu.

Seperti dilansir Tempo. dalam pertemuan yang berlangsung Agustus 2017 lalu, Deddy Mizwar menyarankan Prabowo mau menjadi wakil Jokowi. “Kader mati-matian bertarung agar Pak Prabowo menjadi RI-1, bukan RI-2,” kata anggota Dewan Pertimbangan Gerindra, Habiburokhman, mengenang pertemuan itu.

Deddy mengaku tak ambil pusing jika Prabowo dan Gerindra tersinggung. Faktanya memang Gerindra tak mendukung dia lagi. Deddy kemudian mendapat tiket menjadi calon Gubernur Jawa Barat dari Demokrat dan Golkar

Setelah tak lagi mencalonkan Deddy, Gerindra kelimpungan mencari calon gubernur. Bagi Gerindra, Jawa Barat adalah kunci kekuasaan karena jumlah pemilihnya terbesar, 33 juta orang. Di provinsi ini, Prabowo juga menang telak atas Jokowi. Jumlahnya signifikan, selisih 5 juta suara. “Jawa Barat adalah kunci, dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Habiburokhman.

Pengurus Gerindra pun bergerilya mencari pengganti Deddy. Mizwar Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung yang mereka usung pada 2013, sempat masuk daftar. Pengusungan Ridwan kandas karena ia menolak menjadi kader Gerindra. Prabowo, sementara itu, membentuk tim kecil untuk menyeleksi jagoan di Jawa Barat. Salah satu orang yang terlibat di tim ini adalah Jenderal Djoko Santoso, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia.(Doni)

SIMAK JUGA :  DPRD kota Payakumbuh Rapat Paripurna Sambut Ultah kota Payakumbuh
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *