TOKOH  

Mengenal dari Dekat Sosok Deny Abdi, Komisaris Utama PT Hutama Karya

DENNY ABDI

JAKARTA – Nama Denny Abdi kini lengket sebagai Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero).

Denny Abdi dipercaya Pemegang Saham menjadi Komut Hutama Karya menggantikan Yudo Margono.

Pengangkatan Denny Abdi sebagai Komisaris Utama Hutama Karya bersamaan dengan pengangkatan sejumlah Komisaris dan Direksi baru Hutama Karya lainnya, sesuai dengan Surat Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Hutama Karya Nomor 126 Tahun 2026 dan Nomor SK.054/DI-DAM/DO/2026.

Dari laman Wikipedia Denny Abdi, diketahui bahwa lelaki kelahiran Sungai Penuh, 12 Januari 1970, ternyata sempat menimba pengalaman bisnis walau hanya sebentar.

Saat masih kuliah di tahun ketiga, Denny muda sempat bekerja sebagai asisten manajer lokasi untuk perusahaan Ferrostaal. Pekerjaan ini dia lakoni hingga tahun 1991, atau hanya menjalani pekerjaan ini selama dua tahun.

Setelah itu, pada tahun 1993 Denny bekerja untuk perusahaan Sumatera Jaya Commodities sebagai manajer ekspor selama tiga tahun. Denny banyak mewakili perusahaan di berbagai asosiasi ekspor.

Denny sempat juga bekerja di Bank Universal di Jakarta sebagai petugas pendanaan langsung pada tahun 1997.

Namun, di tahun yang sama, Denny Abdi diterima di departemen luar negeri sebagai calon pegawai negeri sipil dan mengikuti pendidikan diplomatik dasar dan kursus bahasa Prancis.

Sejak ini lah era Denny Abdi dikenal sebagai seorang Diplomat dikenal luas oleh lingkungan pergaulannya dan masyarakat Internasional.

Terakhir, Denny Abdi dipercaya menjadi Duta Besa untuk Vietnam sejak tahun 2020. Sebelum menjadi Dubes, Denny adalah direktur Asia Tenggara di Kementerian Luar Negeri.

Kini, karir diplomat Denny Abdi sudah mencapai sebagai Sekjen Kementerian Luar Negeri.

Karir di Kemenlu

Denny memulai tugasnya sebagai pegawai negeri sipil penuh setelah menerima gelar master pada tahun 1999.

Penugasan diplomatik pertamanya dimulai di kedutaan Canberra dengan pangkat sekretaris kedua dari tahun 2001 hingga 2005.

Setelah itu, ia menjabat sebagai asisten juru bicara presiden untuk hubungan internasional Dino Patti Djalal dari tahun 2005 hingga 2007 dan sebagai asisten sekretaris jenderal kementerian luar negeri Imron Cotan dari tahun 2007 hingga 2008.

Setelah itu, Denny melanjutkan tugasi luar negerinya pada misi tetap untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dari tahun 2008 hingga 2012 dengan pangkat sekretaris pertama, dan kemudian naik jadi Penasihat.

Tak lama setelah itu, Denny kemudian diangkat sebagai wakil direktur (kepala subdirektorat) untuk urusan ekonomi dan keuangan internasional di direktorat pembangunan ekonomi dan lingkungan Kementerian Luar Negeri dari tahun 2012 hingga 2015.

Kemudian lanjut ke misi tetap di Jenewa dengan pangkat penasihat dari tahun 2015 hingga 2017.

Pada tanggal 26 April 2017, Denny kemudian disngkat menjadi direktur Asia Tenggara pertama di Kementerian Luar Negeri.

Dalam posisi ini, Denny mengelola hubungan bilateral Indonesia dengan seluruh negara anggota ASEAN, Timor Leste, Palau, dan Kepulauan Marshall.

SIMAK JUGA :  Ir. Ulul Azmi, ST., CST., IPM., ASEAN Eng Terpilih sebagai Ketua PII Wilayah Riau Termuda Se-Indonesia

Dalam posisi jabatan ini, Denny sempat memunculkan pemikiran tentang pentingnya mengubah pola pikir dari mengekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah dan menekankan perlunya inovasi dan investasi berkelanjutan untuk meningkatkan perdagangan dan mengurangi defisit dengan negara-negara tertentu seperti Singapura dan Thailand.

Denny juga menunjukkan potensi signifikan ekonomi digital di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai pasar terbesar.

Pada 19 Maret 2020, adalah hari sangat bersejarah bagi Denny karena dinominasikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai duta besar untuk Vietnam.

Setelah melewati penilaian oleh komisi pertama Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Juni, ia dilantik sebagai duta besar pada 14 September.

Ia menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Vietnam Nguyễn Phú Trọng pada 17 Maret 2021.

Denny mengaku, dirinya tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan jabatannya di Vietnam karena kesamaan makanan, suasana, dan cuaca dengan Indonesia.

Meski demikian, untuk menyediakan makanan Indonesia bagi dirinya dan para tamu, Denny sempat juga membawa seorang juru masak langsung dari Indonesia.

Selama SEA Games 2021 di Hanoi, Denny dan kedutaan terlibat dalam koordinasi transportasi, akomodasi, makanan, fasilitas pelatihan, dan penerjemah untuk tim Indonesia dan mendorong warga Indonesia di Hanoi untuk menghadiri pertandingan dan menyemangati para atlet, terutama pada akhir pekan.

Pada akhir masa jabatannya, ia menerima Medali Persahabatan dari wakil menteri luar negeri Nguyễn Mạnh Cường pada tanggal 31 Oktober 2025.

Denny mengumumkan kepergiannya kepada Ketua Majelis Nasional Trần Thanh Mẫn pada tanggal 30 Oktober dan Perdana Menteri Phạm Minh Chính pada tanggal 31 Oktober

Pada tanggal 17 September 2025, Denny dilantik sebagai sekretaris jenderal kementerian luar negeri. Dan pada tanggal 29 November 2025, Denny terpilih sebagai ketua asosiasi alumni Universitas Andalas dengan dukungan dari menteri luar negeri Sugiono.

Anak Minang dari Sungai Penuh

Denny Abdi adalah putra Minang kelahiran Sungai Penuh, Jambi. Tetapi menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di sekolah yayasan Prayoga.

Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Agnes dari tahun 1976 hingga 1982, kemudian SMP Maria, dari tahun 1982 hingga 1985.

Ia bersekolah di SMA Don Bosco dari tahun 1985 hingga 1988 sebelum belajar manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas di Padang.

Selama masa kuliahnya, ia aktif dalam organisasi mahasiswa, menjabat sebagai sekretaris jenderal badan perwakilan mahasiswa fakultasnya dan ketua asosiasi mahasiswa jurusannya, selain menjadi anggota AIESEC .

Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1995. Setelah diterima di jurusan luar negeri, dari tahun 1997 hingga 1999 Denny menempuh gelar master dalam hubungan internasional di Universitas Indonesia . (*)

Ditulis ulang
Awaluddin Awe