Kadin Indonesia Undur Musprop dan Sahkan Pengurus Kadin Sumbar Empat Hari Lagi

  • Bagikan

JAKARTA – Kadin Indonesia untuk kedua kalinya memfasilitasi perpanjangan jadual Musprop VII Kadin Sumbar 26 September 2022 sekaligus memberikan pengesahan perpanjang usia kepengurusan Kadin Sumbar pada waktu yang sama.

Pernyataan perpanjangan jadual Musprop VII Kadin Sumbar dari semula 22-23 menjadi 26 September 2022 tertuang dalam surat Waketum OKK Kadin Indonesia dan diteken langsung oleh Dr Eka Sastra pada Rabu 21 September 2022.

Pada bagian akhir taklimat surat Eka Sastra ini disebutkan bahwa pengunduran jadual musprop menjadi 26 September ini diputuskan setelah rapat antara panitia gabungan musprop dengan jajaran OKK Kadin Indonesia Rabu 21 September di Gedung Menara Kadin, Kuningan Jakarta.

Selain memutuskan mengundur pelaksanaan musprop, Surat Waketum OKK ini juga mengesahkan perpanjangan kepengurusan Kadin Sumbar pimpinan Ramal Saleh empat hari lagi yakni dari semula berakhir 22-23 menjadi 26 September 2022.

Sebelum ini, Eka Sastra atas nama Kadin Indonesia juga telah mengundur jadual musprop dari 23 Juli menjadi ke 23 September 2022. Keputusan ini sempat ditolak oleh Tim Penyelamat Kadin Sumbar (TPKSB) yang merupakan organisasi non formal para Ketua dewan dan pengurus yang dipecat oleh Ramal Saleh melalui SK 224.

Alasan penolakan adalah karena berdasarkan konstitusi Kadin tidak dikenal perpanjangan kedua kepengurusan setelah masa dua bulan berakhirnya kepengurusan dijalankan. Pada saat musprop gagal 23 Juli lalu itu, sudah merupakan masa dua bulan berakhirnya kepengurusan Kadin Ramal Saleh.

Kini, masih melalui surat Waketum Kadin Indonesia bidang OKK Dr Eka Sastra nomor 1824 kembali Kadin Indonesia memperpanjang usia kepengurusan Kadin Sumbar Ramal Saleh.

Alasannya juga masih sama yakni karena perpanjangan jadual musprop Kadin Sumbar juga diundur menjadi 26 September 2022 di Grand Basko Hotel Padang.

Siap Gelar Musprop

Sementara itu dari kepanitiaan gabungan Musprop VII Kadin Sumbar di Padang didapat kabar bahwa panitia pelaksana sudah menyiapkan kesiapan mereka melangsungkan musprop.

“Kami sudah siap untuk gelar Musprop Kadin Badunsanak yakni musprop yang disemangati rasa kekeluargaan. Dan kami juga sudah siapkan kendaraan Alfardh untuk penjemputan dan pengantaran rombongan Ketum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid,” ujar Ketua Organizing Comitte Musprop VII Kadin Sumbar Masrizal Mamak dalam surat resminya kepada Ketua Panitia Penyelenggara Musprop Rahim Mardanis.

Rahim sendiri menambahkan bahwa pengunduran jadual musprop dari 22-23 jadi 26-27 September 2022 terkait dengan penyesuaian jadual Arsyad Rasyid bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

“Pak Arsyad dan Pak Gubernur Mahyeldi kan punya pandangan sama dalam melihat masalah Kadin Sumbar. Mereka juga sepakat untuk hadir secara bersama sama di forum musprop. Jadi pengunduran jadual lebih bersifat mengakomodir jadual kehadiran keduanya di arena musprop,” kata Rahim pada kesempatan terpisah, Rabu.

Penyelenggaraan Musprop VII Kadin Sumbar sendiri menurut pemantauan harianindonesia.id diperkirakan masih akan berlangsung tajam disebabkan status pencalonan dua ketua umumnya masih debatable.

Ramal Saleh sendiri, misalnya, masih dipertanyakan keabsahan pencalonannya. Sebab dia mendaftar pada musprop ditunda pada 22-23 Juli lalu, dan setelah menyetor uang pendaftaran senilai Rp300 juta, lalu tidak berapa lama setelah itu menarik kembali dana tersebut, dengan argumentasi Kadin Sumbar berhutang Rp600 juta kepada dirinya.

SIMAK JUGA :  Wali Murid Sampaikan Keluhan Syarat PPDB yang tak Fair ke DPRD Sumbar

Saat kepanitiaan gabungan yang berakhir Jumat, 15 September 2022, tim Ramal sempat mengambil formulir pendaftaran baru. Tetapi sampai batas waktu pengembalian formulir pendaftaran dan penyetoran uang pendaftaran pada pukul 16.05 WIB, Ramal tidak mengembalikan formulir pendaftaran dan tidak menyetor uang pendaftaran.

Satu satunya calon yang mengembalikan berkas pendaftaran dan menyetor uang pendaftaran Rp300 juta adalah Ir H Buchari Bachter alias Ayi, yang sehari hari adalah anggota Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar pimpinan Budi Syukur dan juga Dirut Hotel Balairung Jakarta.

Dengan demikian Ketua Penyelenggara Rahim Mardanis didampingi wakilnya Aim Zein dihadapan Ketua SC Musprop VII Kadin Sumbar Sam Salam juga didampingi anggotanya Rinaldo Azwar, Yogan Askan dan Deni Masriyaldi menetapkan Buchari Bachter sebagai calon tunggal.

Namun pernyataan ini dibantah oleh Waketum Kadin Sumbar Masrizal Mamak yang juga Ketua OC Musprop VII Kadin Sumbar. Bantahan ini disampaikan Mamak –demikian dia sering dipanggil, pada saat debat di Padang TV bersama Sam Salam dan Rahim Mardanis.

Menurut Mamak, Ramal Saleh sudah mendaftar kepada panitia musprop gagal 23 Juli lalu dan sudah menyetorkan yang pendaftaran Rp300 juta namun ditarik kembali oleh yang bersangkutan beberapa jam setelah itu.

Kini, soal status kedua caketum ini jadi perdebatan sengit. Poinnya adalah, panitia mau memakai aturan yang mana. Jika dipakai aturan lama, panitia musprop gagal 23 Juli lalu, jelas tidak berjalan, dan dengan demikian semua ketentuan di kepanitiaan itu gugur.

Jika dipakai aturan terbaru dan dengan kepanitiaan baru hasil rekonsiliasi hotel Mercure, dimana sejumlah posisi penting di kepanitiaan diisi orang TPKSB, Ramal Saleh tidak mendaftar dan tidak membayarkan setoran uang pendaftaran Rp300 juta tadi.

“Kita lihat saja di arena Musprop bang. Kalau panitia memaksakan ketentuan tidak rasional, kita akan deadlockan musprop dan kita akan tinggalkan arena musprop. Kita tidak mau meladeni kemauan kumuh dari para senior yang tidak bisa lagi membaca tanda tanda dan perubahan Kadin di zaman era milineal ini,” ujar sejumlah Pengurus Kadin Kabupaten Kota dalam satu kesempatan.

Mereka menegaskan bahwa musprop VII Kadin Sumbar ini adalah momentum rehabilitasi total Kadin se Sumatera Barat setelah beberapa tahun belakangan mengalami benturan kepentingan yang tidak penting sama sekali.

“Tetapi jika para senior masih memberikan pelajaran kurang ajar kepada kami, dengan tetap memaksakan kehendak busuknya, kami siap bersikap lebih kurang ajar lagi bang. Kami yang muda muda ini juga sudah siap untuk melakukan hal terburuk di forum musprop nanti,” tambahnya.

Meski demikian, mereka tetap melihat sinyal di arena musprop nanti, baru kemudian mengambil langkah dan sikap bersama. Satu hal, tegas pernyataan itu, mereka bergabung ke dalam Kadin adalah untuk perbaikan lingkungan organisasi.

“Jika jadi lebih buruk untuk apa kami bergabung dengan Kadin. Apa untungnya bagi bisnis kami. Lebih baik seperti sebelum kami di Kadin, tidak pernah ada bentrok bentrokan,” timpal pengusaha muda berusia 30an itu. (*)

Don MP

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *