Presiden Prabowo sedang memberikan arahan kepada Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti saat melihat secara langsung penanganan jalan longsor dan banjir bandang di ruas Jalan Padang Panjang-Sicincin (Jalan Padang-Bukittinggi via Lembah Anai) Kamis (18/12). (Foto : Corcom HKi/Awe/HI)
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kunjungan ketiga kalinya ke Sumatera Barat sempat meninjau proyek penanganan mendesak banjir dan tanah longsor di ruas Jalan Padang Panjang-Sicincin (Jalan Padang-Bukittinggi via Lembah Anai) Kamis (18/12).
Proyek ini dilaksanakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sesuai dengan penugasan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat dalam rangka memulihkan infrastruktur yang terdampak bencana alam tersebut dan memastikan kelancaran akses transportasi yang vital bagi masyarakat.
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Syafri Syamsudin serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Selain itu, turut hadir Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, beserta pejabat setempat seperti Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Vasko Ruseimy serta Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Presiden beserta para pejabat meninjau progres pembangunan dan upaya pemulihan yang telah dilakukan oleh HKI.
Presiden menyampaikan apresiasi terhadap upaya cepat yang telah dilakukan dalam menangani kerusakan jalan yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor.
“Semangat ya dan terima kasih untuk bantuannya,” ujar Presiden Prabowo kepada tim proyek HKI.
Direktur Utama HKI, Aji Prasetyanti, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa HKI berkomitmen untuk terus mempercepat penyelesaian proyek ini dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.
“HKI mengusahakan agar ruas jalan yang vital ini dapat segera diakses kembali dengan aman. Kami juga mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kualitas pekerjaan di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu,” jelas Aji Prasetyanti.
Sampai dengan Kamis (18/12) ini, pekerjaan HKI dalam penanganan mendesak banjir dan tanah longsor jalur Lembah Anai ini telah berlangsung selama 20 hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, telah dilakukan uji coba pembukaan akses untuk kendaraan roda empat dalam rangka mempercepat pemulihan dan mobilitas warga yang menghubungkan Padang dengan Buktitinggi yang juga terhubung ke arah Pekanbaru melalui jalur Lembah Anai.
HKI optimis mampu menyelesaikan penugasan ini dengan optimal dan mengutamakan aspek kualitas dan keselamatan kerja.
Dukungan langsung dari Presiden Republik Indonesia, yang hadir dalam kunjungan pengerjaan proyek penanganan darurat di Lembah Anai memberikan semangat dan dorongan kuat bagi percepatan pemulihan infrastruktur ini, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian di wilayah Padang-Bukittinggi.
“Kami berkomitmen untuk memberikan upaya penanganan yang terbaik di akses Lembah Anai dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” ujar Direktur Utama Pt HKI Aji Prasetyanti dalam keterangan resminya kepada wartawan di Jakarta sebelumnya, Kamis (17/12/2025).
Aji menyampaikan bahwa tim HKI di lapangan tengah mengerahkan segenap sumber daya agar jalan akses di Lembah Anai bisa segera pulih seperti sedia kala secepat mungkin.
Kondisi terakhir, 8 Desember lalu, jalur Lembah Anai telah dapat dilalui kendaraan roda dua, meski baru tahap uji.
Sementara uji coba untuk kendaraan roda sudah dilakukan pada Selasa (16/12) kemarin.
Uji coba dipimpin langsung Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Muhammad Rachmat Kaimuddin.
Uji coba open traffic ini akan berlangsung selama tanggal 16-21 Desember 2025.
Sebelumnya, informasi uji coba open traffic kendaraan roda empat ini disampaikan langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, setelah tahap assessment yang dilakukan di jalan akses Lembah Anai pada Senin (15/12) untuk menguji kesiapan infrastruktur dan keamanan di lapangan untuk pengendara.
“Dengan ini, kami memberitahukan kepada masyarakat Sumatra Barat bahwa akses untuk kendaraan roda empat di Lembah Anai akan kami buka pada tanggal 16 Desember pukul
16.00 hingga 09.00 pagi,” ujar Eka.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyampaikan agar masyarakat yang hendak melintasi akses di Lembah Anai agar senantiasa mematuhi aturan petugas.
“Kendaraan roda empat dapat melalui jalur Lembah Anai, termasuk juga kendaraan roda dua, dengan waktu yang telah ditentukan yakni pukul 16.00-09.00. Ini dilakukan karena mengingat kondisi cuaca pada malam hari, sehingga pada siang hari kita maksimalkan material dan alat berat untuk bekerja,” terang Kartyana.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar berkunjung pada Sabtu (13/12), guna memantau progres di lapangan dan kesiapan rencana pembukaan jalur akses Lembah Anai.
“Terkait rencana pembukaan akses Lembah Anai untuk kendaraan roda empat agar dipersiapkan sebaik mungkin dan berkoordinasi intens dengan pihak yang terkait,” ujar Roy.
Pada Selasa (16/12) pagi hari, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Muhammad Rachmat Kaimuddin juga melakukan kunjungan ke proyek penanganan darurat Jalan Padang-Bukittinggi via Lembah Anai.
Dalam kunjungannya, Rachmat menyampaikan agar HKI benar-benar memperhitungkan penanganan sungai mengingat aliran air saat banjir cukup besar.
“Rekayasa engineering untuk badan jalan juga harus komprehensif mengingat masih ada potensi aliran sungai ke sisi badan jalan karena aliran alaminya,” ujar Rachmat.
Bersamaan dengan kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, juga dilaksanakan penyerahan bantuan logistik untuk tanggap darurat bencana banjir di Sumatra Barat.
HKI bersama dengan Hutama Karya menyerahkan bantuan logistik berupa toilet portable, genset, pampers bayi dan dewasa, serta toren. Bantuan ini diserahkan di posko BPBD Agam pada Senin (15/12).
Dengan penanganan tanggap darurat dan bantuan logistik yang diberikan, HKI berkomitmen untuk membantu pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat di Sumatra Barat pasca bencana. (*)
Awaluddin Awe













