Gubernur Tambah Subsidi Ongkos Angkut Penerbangan Perintis Di Wilayah Perbatasan

  • Bagikan

TANJUNG SELOR, harianindonesia ~ Upaya pemerintah provinsi Kalimantan Utara untuk menambah subsidi ongkos angkut penerbangan perintis di wilayah perbatasan, dalam APBD Perubahan 2017 sebesar rp. 3,7 miliar, akhirnya mendapat persetujuan DPRD provinsi Kaltara. Dengan demikian, dari sebelumnya sebesar kurang lebih Rp 9 miliar di APBD murni, bertambah menjadi sekitar Rp 12,7 miliar.

Dana tambahan tersebut, nantinya akan dialokasikan untuk mengakomodiasi frekuensi terbang dua bulan terakhir di tahun 2017, yakni bulan November dan Desember. Tulis Gubernur Kaltara DR. H. Irianto Lambrie melalui akun facebooknya, beberapa saat yang lalu, Kamis (09/11/2017).

Selain itu, pihaknya juga mengakomodasi untuk penambahan 4 rute baru. Yang mana sebelumnya, dalam APBD Murni 2017 hanya ada 9 rute penerbangan yang diberi subsidi. Ditambah dengan rute, Malinau-Long Sule.

“Sekarang tengah proses tender. Mudah-mudahan cepat selesai, sehingga penerbangan subsidi tidak terkendala sampai Desember nanti.
Penambahan alokasi anggaran subsidi ongkos angkut ini, merupakan upaya kita mempelancar transportasi ke wilayah perbatasan. Ini juga menjadi harapan masyarakat, terutama di daerah perbatasan”, ujar sosok pemimpin yang dikenal visioner dan pekerja keras ini.

Sementara rute yang sudah Berjalan saat ini meliputi:
1.Nunukan – Long Layu (PP)
2.Nunukan – Binuang (PP)
3.Malinau – Long Nawang (PP)
4.Malinau – Long Alango (PP)
5.Malinau – Long Pujungan (PP)
6.Tanjung Selor – Data Dian (PP)
7.Tanjung Selor – Mahak Baru (PP)
8.Malinau – Long Ampung (PP)
9.Tanjung Selor – Long Ampung (PP)
10.Malinau – Long Sule (PP).

“Penambahan 4 Rute baru yaitu :
1.Tanjung Selor – Long Bawan,
2.Tarakan – Long Bawan,
3.Nunukan – Long Bawan,
4.Malinau – Long Bawan”, ujarnya. (Agus Tomadio).

SIMAK JUGA :  Dua Pekerja Tambang Batubara Di Sawahlunto Tewas Kehabisan Oksigen
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *