Foto ilustrasi daerah di Sumbar yang terkena dampak bencana banjir bandang. (Foto : kredit)
JAKARTA – Dampak ekonomi pasca banjir bandang di kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai terasa. Harga Gas Elfiji, misalnya naik tajam sampai Rp50 ribu per galon 3 kg dan bensin Rp20 ribu per liter.
Informasi yang diperoleh dari salah satu tokoh adat dan tokoh masyarakat Padang Panjang Bernes Dt Pisang, kenaikan harga pokok tersebut dipicu oleh masih terisolasinya kawasan dari bencana.
Berdasarkan laporan langsung yang diterima Bernes Dt Pisang sejumlah daerah di kabupaten Agam masih terisolasi karena lambatnya pembersihan longsor.
Misalnya, daerah yang masih terisolasi oleh banjir adalah Malalo , Batipuah jorong Pincuran Tujuah, Gunung Bungsu, Palembayan, Matur dan Malalak.
“Barusan saya kontak kawan di Matur. Jalan putus dari Bukit tinggi, dan Maninjau tidak ada akses keluar,” tulis Bernes Dt Pisang melalui jaringan pribadinya, Rabu (3/12).
Salah satu sebab terisolasinya kawasan Agam, menurut Bernes, adalah hampir seluruh daerah disana jalannya terputus atau tertimpa lumpur berat.
Dilain pihak, katanya, bantuan alat berat dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat masih sangat terbatas. Hal ini dapat dipahami dengan banyak juga daerah lain yang terkena bemcana yang sama.
Namun Bernes mengkuatirkan jika terlalu lama recovery pascabencana, maka akan berdampak keras terhadap kenaikan harga barang yang berasal dari luar daerah.
Dilain hal, masyarakat yang biasanya setiap hari menjual produk pertaniannya ke luar daerah, kini tidak bisa sama sekali.
Tata Kelola Lahan
Bernes Dt Pisang juga memberikan argumentasi bahwa penataan lahan pertanian di kawasan gunung dan bukit harus dilakukan kembali.
Sebab, katanya, salah satu penyebab tingginya dampak banjir bandang di kabupaten Agam karena tata kelola lahan pertanian di kawasan pergunungan dan perbukitan, tidak ada sama sekali.
Selain itu, tegas Bernes Dt Pisang, masalah ilegal iloging di kawasan Agam juga harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Agam Terbanyak Meninggal
Berdasarkan data BPBD Sumbar, Kabupaten Agam adalah daerah paling berat terkena dampak bencana banjir bandang di Sumatera Barat.
Jumlah korban meninggalnya juga tertinggi dibandingkan 9 kabupaten kota lain di Sumatera Barat.
Dari total 194 korban meninggal 116 orang hilang di Sumatera Barat, di kabupaten Agam yang meninggal mencapai 118 orang. Begitu juga dengan jumlah orang hilangnya yang mencapai 72 orang. (*)
Awaluddin Awe













