Projo Karya Ingin Airlangga Hartarto Cawapres Jokowi

  • Bagikan

JAKARTA – Sejumlah aktivis yang selama ini dikenal sebagai Pro Jokowi dan aktivis dari berbagai latar organisasi mendeklarasikan berdirinya Projo Karya, serta memberikan dukungan bagi Jokowi dan Airlangga Hartarto untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden di pemilihan umum 2019.

Mereka mendukung Jokowi menjabat presiden untuk periode ke dua dan Airlangga Hartarto dijagokan untuk mendampingi sebagai wakil presidennya.

“Kami generasi muda lintas organisasi yang tergabung dalam Projo Karya mendukung pencalonan Bapak Ir. H. Joko Widodo berpasangan dengan Bapak Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden di pemilihan umum 2019. Kami siap menggalang kekuatan dan jaringan rakyat untuk memenangkan pasangan Ir. H. Joko Widodo dan Airlangga Hartarto”, kata Budianto Tarigan dalam pernyataannya dihadapan wartawan Kamis, 2 Agustus 2018 di Hotel Sultan Jakarta.

Sebelumnya Budianto Tarigan mengatakan, bahwa alasan Projo Karya dideklarasikan adalah selama ini banyak aspirasi rakyat yang mereka serap menghendaki Airlangga Hartarto bisa terpilih menjadi calon wakil presidennya Jokowi. Terutama adalah grass root Golkar yang jumlahnya mencapai 18 juta suara lebih pada pemilu tahun 2014.

“Kalau Bapak Jokowi menjadi calon presiden kan sudah disepakati oleh seluruh partai koalisi, nah kalau untuk calon wakil presidennya kami menghendaki Bapak Airlangga Hartarto, itu suara rakyat yang kami serap” tambah Budianto.

Ada tiga alasan yang membuat Projo Karya dalam pernyataannya mendukung Airlangga Hartarto menjadi calon wakil presidennya Jokowi. Pertama, Bapak Jokowi adalah presiden yang memiliki visi besar membangun kesejahteraan rakyat dan menjadikan Indonesia sebagai negara besar yang disegani dalam pergaulan antar bangsa.

Untuk itu dibutuhkan seorang teknokrat seperti Pak Airlangga yang mampu menterjemahkan visi besar tersebut dalam bentuk operasional program pembangunan. Roadmap dengan nama Making Indonesia 4.0 adalah bukti dari Bapak Airlangga, suatu program dari Kementerian Perindustrian dalam menterjemahkan visi Jokowi di bidang penguasaan teknologi, tujuannya agar penguasaan teknologi mendorong pada penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta menyerap investasi baru yang berbasis teknologi.

SIMAK JUGA :  Ridwan Kamil Tetapkan 5 Daerah di Jabar Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Kedua, Bapak Jokowi membutuhkan wakil yang masih muda, energik dan mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan dunia usaha, agar setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bisa dipahami dan diterima oleh kalangan usahawan.

Sebagai politisi muda yang berlatar belakang pengusaha tentulah Pak Airlangga akan mampu dengan mudah mengemban tugas ini. Jika Bapak Airlangga akhirnya menjadi calon wapresnya Pak Jokowi juga akan makin menegaskan bagaimana arah keberpihakan kepemimpinan bangsa terhadap generasi muda di masa yang akan datang.

Ketiga, Bapak Airlangga adalah politisi yang dekat dengan para ulama dan didukung oleh kekuatan pemilih besar. Golkar dengan kekuatan pengorganisasian yang mampu menjangkau suara pemilih hingga ke desa-desa akan menjadi instrumen yang efektif dalam pemenangan pemilu presiden. Aspirasi yang kami serap dari grass root Golkar adalah Pak Airlangga menjadi wakil presiden, karena itu Projo Karya wajib memperjuangkannya.

Menurut Budianto, hingga saat ini Projo Karya sudah melakukan konsolidasi di 17 provinsi dan di lebih dari 100 kabupaten/kota. Adapun susunan pengurus Projo Karya pada deklarasinya menempatkan Budianto Tarigan pada pos sebagai Ketua Presidium bersama-sama dengan diantaranya Dhanny Marlen, Teuku Rino, Nora Haposan, Salim Eben Eser Siringoringo, Lolytha M Celvita, Sinta Kristina Desy dan Teddy Cahyadi, untuk posisi Sekjend ada Oding Djaelani dan Diana Mawansari, serta Bendahara Umum di antaranya adalah Naufal. (Ceko)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *