Ganjar dan Mahfud MD Hadir Bareng di Acara Ngunduh Mantu Keponakan KH Said Aqil Siroj.

  • Bagikan

FOTO Ganjar dan Mahfud saat berdua ngopi di satu tempat. (Foto : kredit RM)

JAKARTA, Harianindonesia.id

Salah satu calon yang acap disebut menjadi Wakil Ganjar Pranowo, Mahfud MD hadir bareng dengan Ganjar dan istri di acara Ngunduh Mantu Keponakan Mantan Ketua PBNU KH. Said Aqil Siroj di Ponpes KHAS Kempek Cirebon, Ahad (8/10/2023.

Ponakan KH Said Aqil Siroj itu adalah Muhammad Shobbah, putra ketiga dari M Mustofa Aqil Siroj pengasuh di Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat dan juga Ketua Majelis Syariah di DPP PPP. Sedangkan pengantin wanita, Nawwal Fayyadah adalah putri dari KH. Ni’amillah Aqil Siroj yang merupakan sosok ulama asal Kempek, Cirebon.

Ganjar datang ke acara Munduh Manto bersama Siti Atikoh Supriyanti, istrinya. Ganjar dan Mahfud MD terlihat akrab. Keduanya jalan beriringan menuju lokasi munduh mantu.

Ganjar Prabowo hadir dalam acara itu mengenakan peci hitam berwarna hitam dibalut dengan jas hitam serta kemeja bermotif garis hitam putih. Sedangkan Mahfud MD mengunakan baju batik nuansa coklat dan celana crem serta mengunakan peci hitam dikepala.

Dari video yang diterima, terlihat nuansa keakraban antara keduanya. Ganjar banyak terlihat tertawa lepas pada saat momen bersama Mahfud.

Mahfud masuk dalam daftar calon Wapres Ganjar Pranowo, dan telah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati beberapa waktu lalu. Namun Mahfud sendiri mengaku, dalam pertemuan dengan Magawati tidak ada pembahasan soal Capres dan Cawapres.

Mahfud MD sebelumnya sempat juga disebut menjadi Wapres Jokowi pada Pilpres 2019, bahkan sudah sempat pesan pakaian pelantikan. Namun last minute namanya terlempar digantikan KH Makruf Amin.

Nama Mahfud MD beredar sebagai Cawapres Ganjar Pranowo bersama Gubernur Jawa Timur Kafifah Indar Parawansa. Sama dengan Mahfud, Kafifah juga sudah bertemu dengan Megawati.

SIMAK JUGA :  Kuasa Hukum Prabowo Siap Terima Apapun Keputusan MK

PDIP sebagai partai pengusung Ganjar Pranowo memang mencari calon Cawapres yang bisa membantu pemenangan di lumbung suara Pilpres di Jawa yang notabene adalah warga NU dan Muhammadiyah.

Salah satu lumbung suara yang harus direbut adalah Jawa Barat dan Jawa Timur. Ini harus menjadi daerah tempur bagi Ganjar, jika ingin memenagkan Pilpres.

“Kalau tidak pas cawapresnya, Ganjar bisa kalah. Sebab para pemilih di Jawa hanya akan memilih calon yang berasal dari kelompoknya sendiri. Jadi Ganjar memang harus ekstra hati hati menentukan siapa Cawapresnya,” ujar Ben Ibratama Tanur, Pendiri Tan Malaka Institute kepada wartawan di Depok, Ahad (8/10/2023).

Selain harus memilih calon dari lumbung suara di Jawa, kata Ben Tanur, Ganjar juga harus mempertimbangkan faktor perekat antara daerah, sebagai satu kesatuan pemenangan Pilpres mendatang.

Sebab, pemenang Pilpres 2024 tidak ditentukan oleh dua tiga lumbung suara besar tetapi harus mencapai 50 persen plus satu dari jumlah 34 propinsi saat ini. Itu artinya Ganjar harus mendapatkan suara dari 20 propinsi.

Mahfud, sebut Ben Tanur bisa dianggap sebagai calon yang mampu menyatukan suara Ganjar di luar Jawa. Sebab keberanian Mahfud membuka kasus besar sebelum ini telah memberikan nilai moral positif bagi Mahfud di mata masyarakat.

Namun hal itu tidak cukup. Untuk bisa meraih suara besar di Jawa, Ganjar dan Mahfud MD juga harus dapat dukungan dari tokoh sentral NU yang dipercaya warga. “Nah, itu PR dari Mbak Megawati untuk memilih siapa Cawapres Ganjar,” pungkas Ben Tanur. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *