Foto kendaraan pengangut barang dari luar Jawa masuk melalui Pelabuhan Merak pada awal tahun baru 2025. (Foto : Corcom ASDF Indonesia Ferry/Awe/HI)
JAKARTA – Dinamika pergerakan melalui pelabuhan penyebarangan pada awal Januari 2026, tidak hanya memperlihatkan kenaikan arus balik orang tetapi juga arus logistik ke Jawa cukup tinggi.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi peningkatan arus balik pada akhir pekan.
Menurutnya, awal Januari tidak hanya diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan angkutan logistik menuju wilayah Jawa.
“Tetapi kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” ujar Heru.
Sampai Jumat (2/1) atau H+8 Nataru, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.
Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan, sekaligus menunjukkan arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menilai tren tersebut sebagai indikasi manajemen arus balik yang berjalan efektif.
Menurutnya, peningkatan pada segmen kendaraan tertentu tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruhan. “Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen.
Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Melandai
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur.
Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen.
Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen. Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang.
Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional. Sebanyak 786 petugas disiagakan, dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat. Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.
Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif.
Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali.
Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional.
Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen.
Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen.
ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali, guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca libur panjang.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang atau turun 4,7 persen, dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8 persen.
Sementara itu, total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.
Pada periode yang sama, lintasan Jawa–Sumatera mencatat total 654.493 penumpang atau naik 2,7 persen, dengan total kendaraan 144.756 unit.
Adapun lintasan Sumatera–Jawa mencatat 582.382 penumpang dengan total kendaraan 146.110 unit, atau meningkat 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara hasil pantauan ASDP Pada Kamis (1/1) atau H+7 Nataru, tercatat 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Pada hari yang sama, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat mencapai 33.767 penumpang dan 9.043 kendaraan.
Data ini mencerminkan kembalinya masyarakat pascalibur Natal dan Tahun Baru, seiring mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di awal tahun.
Beli Tiket Online
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen.
Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali.
Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy.
“Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan,” ujarnya mengingatkan.
Windy menegaskan bahwa kedisiplinan terhadap jadwal, kesiapan perjalanan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci kelancaran arus balik Nataru. Pengguna jasa juga diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi keselamatan bersama.
Dengan pengelolaan operasi yang adaptif dan berbasis data, ASDP terus menjaga perannya sebagai jembatan konektivitas nasional, mengawal mobilitas masyarakat agar arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali. (*)
Awaluddin Awe













