Arus Mudik Nataru di Tol Sumatera Naik 30 Persen, Hutama Karya Perkuat Lini Pelayanan Sejak Pintu Merak

oplus_2

EVP Divisi Operasional dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji didampingi EVP Sekretaris Perusahaan Mardiansyah memberikan penjelasan kepada wartawan di Palembang, Selasa (16/12/2025). (Foto : Dok)

Apel dipimpin oleh Direktur Operasi II PT Hutama Karya Ir. Gunadi, MM memimpin Apel Siaga Hutama Karya menjelang Nataru 2025-2026. (Foto : Dok HK)

JAKARTA – Meski cuaca diperkirakan masih ekstrem namun arus mudik Natal dan Tahun Baru melalui ruas tol Sumatera diprediksi bakal naik sebesar 34,4 persen dari kondisi lalu lintas normal.

oplus_2

Untuk itu, PT Hutama Karya (Persero) sebagai BUJT Tol Trans Sumatera meningkatkan performance pelayanan kepada pengendara sejak dari pintu masuk penyeberangan Merak – Bakauheni sampai ke pintu terakhir pengendara keluar dari ruas jalan tol.

“Kalau ditanya, bagaimana kesiapan Hutama Karya memasuki Nataru 2025 – 2026 saya katakan kami sudah menyiapkan semua pelayanan yang dibutuhkan oleh para pengendara, ” ujar EVP Divisi Operasional dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji dalam penjelasannya kepada wartawan di Palembang, Selasa (16/12/2025).

Dwi memberikan penjelasan usai Apel Siaga Hutama Karya menghadapi musim liburan Natal dan Tahun Baru 2025. Apel Siaga dipusatkan di Rest Area 379A, Ruas Palembang – Betung (Paltung) Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Apel dipimpin oleh Direktur Operasi II PT Hutama Karya Ir. Gunadi, MM, dihadiri seluruh Kepala Regional Hutama Karya Wilayah Sumatera dan Jakarta. Ikut hadir juga Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H dan Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, S.H., S.I.K., M.I.K., serta unsur Forkopimda Banyuasin.

Dalam penjelasan kesiapan Nataru 2025-2026 yang dimoderatori EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Mardiansyah, Dwi Aryono Bayuaji memaparkan profil Jalan Tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi sampai saat ini.

Ruas tol Sumatera yang sudah beroperasi di Sumatera saat ini sudah mencapai 800,52 Km yang terdiri dari ruas beroperasi dan bertarif 693,3 Km, ruas beroperasi belum bertarif 52,59 Km dan ruas atau seksi fungsional 54,63 Km.

Keseluruhan tol yang sudah beroperasi tersebut berjumlah 14 ruas, terdiri dari ruas operasi 12, ruas operasi tapi belum bertarif 1 ruas dan ruas seksi fungsional 2 ruas.

Ruas yang sudah beroperasi dan sudah bertarif adalah ;

Terbanggi Besar – Kayu Agung sepanjang 189, Km (terdiri 7 gerbang tol)

Indralaya – Prabumulih sepanjang 63,5 Km (1 gerbang tol)

Palembang – Indralaya sepanjang 21,93 Km (4 gerbang tol)

Pekanbaru – Dumai sepanjang 131,69 Km (6 gerbang tol)

Pekanbaru – Koto Kampar sepanjang 55,4 Km (3 gerbang tol)

Padang Sicincin sepanjang 35,45 Km (1 gerbang tol)

Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 16,725 Km (1 gerbang tol)

Indrapura – Kisaran 47,75 Km (2 gerbang)

Binjai – Langsa seksi 1-3 sepanjang 57,225 Km (4 gerbang tol)

Sigli – Banda Aceh seksi 2-6 sepanjang 48,58 Km (5 gerbang tol)

Selain di Sumatera, Hutama Karya juga memiliki dua tol yang sudah beroperasi di Jakarta yakni :

Akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 Km (6 gerbang tol)

JORR – S sepanjang 14,25 Km (16 gerbang)

Sementara ruas tol yang sudah beroperasi tapi belum bertarif di Sumatera adalah :

Betung – Tampino – Jambi seksi 3 sepanjang 52,59 Km (3 gerbang tol)

Terakhir, ruas tol yang masih fungsional adalah :

SIMAK JUGA :  Gubernur Sumbar, Terbitkan Surat Edaran Larang Seluruh OPD Menyediakan Minuman Kemasan Saat Rapat

Palembang – Betung seksi 2 sepanjang 30,675 Km

Arus Mudik dan Arus Balik Nataru

Hutama Karya berpedoman kepada Nataru tahun lalu memprediksi arus mudik Nataru di Tol Sumatera pada tanggal 20-21 Desember akan melonjak sebesar 24,9 persen hingga 29,5 persen dibanding lalu lintas normal dengan volume kendaraan yang masuk jalan tol Sumatera sebanyak 102.174 hingga 111.984 kendaraan.

“Namun jika dilihat dari volume lalulintas pada H-7 sampai Hari H Nataru secara nasional arus mudik Nataru hanya naik 0,9 persen dengan total kendaraan mencapai 2.049.197,” ujar Dwi.

Prediksi arus kendaraan mudik melalui tol Hutama Karya pada periode H-7 sampai Hari H tersebut, sebanyak 780.212 kendaraan masuk ke tol Sumatera atau naik sebesar 30,2 persen terhadap normal. Sebaliknya, kata Dwi, jumlah kendaraan yang beredar di tol HK Jakarta pada periode sama hanya mencapai 1.268.985, atau turun sebesar 11,3 persen terhadap normal.

“Masalahnya itu, jumlah kendaraan di Jakarta pada musim Nataru memang cenderung berkurang. Sebab diindikasikan banyak yang keluar dari Jakarta,” paparnya.

Sebaliknya, kata Dwi, arus balik kendaraan selama H1 sampai H plus 10 diprediksi menurun sebesar 12 persen menjadi hanya 2.234.479 kendaraan dibandingkan normal.

Namun uniknya, arus mudik dari Sumatera ke Jawa malah mengalami peningkatan sampai 34,4 persen dengan total kendaraan mencapai 1.040.378 terhadap normal.

Bahkan, pada puncak Arus Balik Nataru pada 1, 3 dan 4 Januari secara total terjadi kenaikan volume kendaraan dibandingkan kondisi normal.

Misalnya, pada 1 Januari jumlah kendaraan di JTTS mencapai
106.399 kendaraan atau naik 47,2% terhadap Normal. Pada 3 Januari mencapai 109.937 kendaraan atau naik 34,4% terhadap normal dan terakhir pada 4 Januari jumlah kendaraan mencapai 116.876 atau naik 35,2% terhadap normal.

Sebabnya, kata Dwi adalah, karena banyak keluarga pemudik yang menghantarkan mereka balik langsung ke Jakarta menggunakan kendaraan pribadi mereka.

Unik selanjutnya adalah volume kendaraan yang mudik melalui ruas tol Jakarta menurun menjadi hanya 1.904.101 kendaraan, atau turun sebesar 35,2 persen terhadap normal.

Perkuat Layanan Nataru

Untuk memperkuat layanan tol di masa Nataru, PT Hutama Karya melakukan full performance layanan mulai akan masuk pelabuhan penyeberangan Merak sampai Bakaeheni.

HK menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan kesehatan para pengendara. Misalnya, selama Nataru HK turunkan 3.223 petugas siaga di seluruh tol yang akan dilalui penbendara.

Sedangkan untuk membantu para pengendara jika ada masalah di tol, HK siapkan 451 armada siaga, mobile reader 128 unit, gardu operasi 273 unit, gerbang operasi di 61 lokasi, kamera CCTV di 1.534 lokasi, VMS 107 unit, terakhir disiapkan aplikasi HK Tol Apps.

Diluar itu, HK juga menyiapkan 22.000 kartu e-tol, jika jika kartu tol pengendara hilang, tidak terbawa atau terselip di mobil yang gak ketemu saat mau masuk gerbang tol.

HK juga menyiapkan TIP (Operasi) 29, TIP (Fungsional) 3,
SPBU Modular 17,
SPBU Regular 6, SPKLU 15, Toilet Pria 1.492, Toilet Wanita 1.331,
Klinik 21, R. Laktasi, 27
Kapasitas Parkir untuk 5.916 mobil, dan ATM Mobile 2.

HK pada Nataru juga membuka dua ruas tol fungsional untuk membantu pelayanan Nataru. Kedua tol itu adalah Tol Palembang – Betung dan Tol Sigli – Banda Aceh. (*)

Awaluddin Awe