Diskusi SATUPENA, Satrio Arismunandar: Fragmentasi Politik dan Kurangnya Inovasi Ilmiah Bikin Peradaban Islam Merosot

  • Bagikan
Satrio Arismunandar

JAKARTA – Fragmentasi politik dan kurangnya inovasi ilmiah sering disebut sebagai salah satu penyebab merosotnya peradaban Islam, yang dulu pernah mencapai puncak kejayaannya.

Hal itu dikatakan Sekjen SATUPENA, Dr. Satrio Arismunandar dalam diskusi buku Imajinasi Islam karya Komaruddin Hidayat. Diskusi di Jakarta, Kamis 26 Oktober 2023 itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA.

Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu menghadirkan pembicara Prof Dr Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam International Indonesia (UIII).

Menurut Satrio, kemunduran peradaban Islam dan hilangnya kejayaan sejarahnya merupakan fenomena yang kompleks dan multifaset, serta memiliki banyak faktor penyebab. Tak ada penyebab tunggal.

Ia menyatakan, penting untuk dicatat bahwa peradaban Islam telah mengalami periode pencapaian dan inovasi besar, serta periode kemunduran yang relatif.

“Beberapa faktor kunci yang dikemukakan, untuk menjelaskan kemunduran peradaban Islam, antara lain adalah fragmentasi politik,” ujar Satrio.

Fragmentasi dunia Islam menjadi berbagai kekhalifahan dan dinasti, seiring berjalannya waktu, telah melemahkan otoritas dan kesatuan pusatnya.

“Kurangnya kohesi politik mempersulit koordinasi dan mempertahankan kemajuan ilmu pengetahuan, budaya, dan ekonomi,” tambah Satrio.

Selain itu, ada faktor kurangnya inovasi ilmiah dan menurunnya penelitian.

“Masa Keemasan Islam, yang menghasilkan kemajuan-kemajuan signifikan di berbagai bidang, digantikan oleh masa stagnasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Satrio.

Ia menambahkan, revolusi ilmu pengetahuan dan industri di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18 menandai titik balik dalam dinamika kekuasaan global.

“Negara-negara Barat mulai mengungguli dunia Islam dalam hal kemampuan teknologi, militer, dan ekonomi, yang menyebabkan relatif menurunnya pengaruh Islam,” ujar Satrio.

Belum lagi menyebut faktor sosial dan budaya. Menurut Satrio, faktor internal seperti konservatisme sosial, ortodoksi agama, dan menurunnya keterbukaan budaya dan ilmu pengetahuan, diduga menjadi penyebab kemunduran peradaban Islam.

SIMAK JUGA :  Dua Polisi Ditembak Saat Olah TKP di Parigi Sulteng

Satrio menggarisbawahi, peradaban Islam bukanlah sebuah entitas yang monolitik, dan sejarahnya ditandai oleh beragam pengalaman regional dan fluktuasi pengaruh.

Selain itu, ada upaya untuk merevitalisasi peradaban Islam melalui reformasi pendidikan, budaya, dan ekonomi di banyak negara mayoritas muslim.

“Alasan penurunan ini sangatlah kompleks dan beragam, dan para ahli terus memperdebatkan faktor-faktor spesifik dan signifikansi relatif dari faktor-faktor tersebut,” katanya. (K) ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *