Elkos Albar Jawaban Atas Keinginan Masyarakat Kota Padang

  • Bagikan

Padang, Harian Indonesia—Keinginan masyarakat Kota Padang untuk Elkos Albar menjadi Wali Kota Padang kian mencuat. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya hasil survei yang dilakukan oleh Integral Research & Communication bertema “Dinamika Elektoral Kota Padang” yang dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 10 Juni 2024. Survei ini memiliki 800 responden di 114 kelurahan Kota Padang. Margin of error sebesar 3,1 persen dengan persentase kepercayaan sebesar 95 persen.

Dalam survei tersebut, elektabilitas Ekos Albar memperoleh angka 26,5 persen menempati posisi kedua dari Fadly Amran, Hendri Septa 21,5 persen, Desrio Putra 5,7 persen, Syafrial Kani 3,1 persen, Muhammad Iqbal 2,6 persen, Khairul Ikhwan 1,8 persen, Sofia Lorent 0,9 persen, Herman Anwar, 0,7 persen, Hidayat 0,7 persen, Miko Kamar 0,7 persen, Dani Faisal 0,3 persen, dan Alkudri 0,3 persen. Sementara itu, 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Tingginya elektabilitas Elkos Albar dinilai sebagai gambaran bahwa Elkos Albar diinginkan masyarakat Kota Padang untuk menjadi Wali Kota Padang. Oleh karena itu, Elkos dipandang layak untuk menjadi calon Wali Kota Padang oleh partai politik.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua DPW Barisan Muda PAN Sumbar, Satria, di Padang, Jumat (28/6/2024). “Survei merupakan gambaran dari animo masyarakat terkait sosok yang ditampilkan dalam bursa pilkada. Sosok-sosok yang elektabilitasnya tinggi, salah satunya Bang Ekos, itulah keinginan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Satria, selain hasil survei elektabilitasnya tinggi, Ekos layak diberi mandat sebagai calon wali kota karena ia mempunyai kompetensi untuk memimpin Kota Padang dan mempunyai program-program yang bagus. Salah satu programnya ialah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Padang dari Rp600-an miliar menjadi Rp1 triliun. Ia menilai program tersebut menjadi daya tarik masyarakat sehingga membuat hasil survei elektabilitas Ekos menjadi tinggi.

SIMAK JUGA :  Biografi Presiden AS Ulysses S Grant

“PAD beririsan lansung dengan investasi. Makin banyak investasi yang masuk, makin besar PAD karena investasi berkaitan dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya pendapatan masyarakat. Target PAD Rp1 triliun itu bukan mimpi, melainkan kalkulasi terukur dari Bang Ekos karena beliau pengusaha. Beliau tahu cara meningkatkan investasi di Padang dan bisa mengajak teman-temannya sesama pengusaha untuk berinvestasi di Padang,” tuturnya.

Program Ekos Albar yang lain ialah pemberian seragam sekolah gratis kepada siswa SD, SMP, hingga SMA. Ia memandang bahwa program layanan dasar seperti pendidikan harus menjadi perhatian khusus.

Mengenai adanya kritikan terhadap program Bang Ekos bahwa program seragam gratis itu tidak bisa diberikan untuk SMA karena SMA kewenangan pemerintah provinsi, itu sah-sah saja. Namun, yang jelas, program seperti itu sudah dilakukan oleh kabupaten dan kota lain. Saya dengar di Solok Selatan juga ada pembagian seragam gratis untuk SMP dan SMA. Saya dengar juga di Bukttinggi uang komite hingga SMA disubsidi oleh pemko. Tidak ada salahnya. Itu kolaborasi pemko dan pemprov untuk saling menguatkan,” kata Satria.

Hal lain yang membuat elektabilitas Ekos tinggi, kata Satria, ialah popularitasnya. Ia melihat Ekos makin populer bagi masyarakat Padang karena gerakan Ekos cukup masif, baik pemasangan baliho, spanduk, dan sebagainya, maupun sosialisasinya di media massa dan media sosial.

Secara keseluruahan Satria menilai bahwa Ekos sebagai mantan kepala daerah di Padang disenangi masyararakat walau hanya satu tahun menjadi wakil wali kota. Hal itu tergambar dari hasil survei elektabilitas Ekos yang mengungguli Hendri Septa, yang lima tahun menjadi kepala daerah di Padang.

Editor: Vladimir amara husein

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *