KSP Janji Kawal Kelanjutan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

Deputi IV Kantor Staf Presiden Fadjar Dwi Whisnuwardhani meninjau kesiapan pembangunan jalan tol Palembang – Betung – Tempino – Jambi, pekan lalu. KSP menegaskan komitmen akan mengawal kelanjutan jalan tol Sumatera. (Foto : Dok Corcom HK)

SUMATERA SELATAN (Harianindonesia.id) –

Kantor Staf Presiden (KSP) memberikan perhatian serius terhadap pelbagai masalah terkait dengan kelanjutan pembangunan jalan tol Sumatera, termasuk di ruas Palembang – Betung – Tempino – Jambi.

Penegasan ini disampaikan Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Fadjar Dwi Wishnuwardhani saat meninjau perkembangan pembangunan ruas tol Palembang – Betung – Tempino – Jambi, pekan kemarin.

Ditegaskan Fadjar, bahwa KSP akan terus mengawal percepatan pembangunan JTTS Ruas Palembang – Betung – Tempino – Jambi sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Sumatra.

Menurutnya, berbagai masukan dan kendala yang ditemukan di lapangan, termasuk terkait pengadaan lahan maupun aspek teknis lainnya, akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan.

“Kami akan mencatat dan melaporkan secara khusus kepada Kepala Staf Kepresidenan terkait perkembangan pembangunan maupun hambatan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan proyek ini. Harapannya, berbagai kendala yang ada dapat segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi bersama, sehingga pembangunan Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Fadjar disela kunjungannya ke lokasi Ruas Jalan Tol Palembang – Betung, di Jembatan Ampera, Palembang.

Dalam peninjauan tersebut, Fadjar mendapatkan penjelasan bahwa progres konstruksi JTTS Ruas Palembang–Betung sepanjang 69,2 km saat ini telah mencapai 82,24%, dengan progres pengadaan lahan sebesar 87,45%.

Sementara itu, Jalan Tol Ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 km telah mencatat progres konstruksi sebesar 58,34%, dengan progres pengadaan lahan sebesar 69,18%.

Kunjungan kerja ke Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Palembang – Betung – Tempino – Jambi untuk meninjau perkembangan percepatan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, sekaligus menjadi bagian dari upaya pengawasan, koordinasi, serta dukungan terhadap percepatan penyelesaian proyek konektivitas strategis di Pulau Sumatra.

Kunjungan kerja tidak hanya berfokus pada peninjauan progres konstruksi di lapangan, tetapi juga menjadi momentum koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong penyelesaian berbagai tantangan yang masih dihadapi pada pelaksanaan proyek.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah percepatan proses pengadaan lahan pada Ruas Palembang – Betung maupun Betung – Tempino – Jambi, mengingat penyelesaian lahan menjadi faktor penting agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

SIMAK JUGA :  DPRD Bartim Sampaikan Raperda Tentang Pokir

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Pertanahan BPN Banyuasin Moren Naibaho, Kepala Kantor Pertanahan BPN Musi Banyuasin Rosidi, Perwakilan BPN Palembang Martha, serta jajaran Project Director PT Hutama Karya (Persero), yakni Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 Fakhrudin Hariyanto, Project Director Palembang–Betung Seksi Struktur Dinny Suryakencana, Project Director Palembang–Betung Seksi 3 Bambang Hendrarto, Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 2A Ahmadi, dan Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 1B M. Razi.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menyampaikan bahwa pembangunan JTTS Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi merupakan bagian penting dari penguatan konektivitas Sumatra, khususnya dalam menghubungkan wilayah Sumatra Selatan hingga Jambi.

Menurutnya, kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi efisiensi waktu perjalanan, kelancaran mobilitas, maupun peningkatan aktivitas ekonomi daerah.

“Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi pada jalan nasional, sehingga masyarakat dapat memperoleh waktu perjalanan yang lebih efisien. Selain itu, jalan tol ini juga akan memperlancar arus logistik dan distribusi barang, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra,” ujar Hamdani.

Hamdani menambahkan, Hutama Karya terus berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan JTTS secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek kualitas, keselamatan, tata kelola proyek, serta koordinasi aktif bersama seluruh pemangku kepentingan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi pertanahan, menjadi faktor penting dalam memastikan percepatan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Pembangunan Ruas Palembang – Betung – Tempino – Jambi nantinya akan menjadi salah satu koridor penting dalam meningkatkan konektivitas Sumatra bagian selatan.

Ruas ini diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat, mempercepat distribusi logistik, mengurangi beban lalu lintas pada jalan nasional eksisting, serta mendorong tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sekitar koridor jalan tol.

Melalui pembangunan JTTS, Hutama Karya terus mendukung upaya pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kehadiran jaringan jalan tol ini diharapkan dapat memperkuat daya saing wilayah, membuka akses antarprovinsi secara lebih luas, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatra. (*)

Awaluddin Awe