Progres jalan tol Seksi Pekanbaru – Bangkinang sudah selesai 61 persen dari total panjang 40 Km. Ruas tol diestimasi selesai akhir tahun 2021. (Foto : kiriman)
PEKANBARU – Pembangunan fisik ruas Jalan Tol Padang – Pekanbaru, Seksi Pekanbaru – Bangkinang sampai Maret 2021 sudah mencapai 61 persen.
“Alhamdulillah, sampai Maret 2021 Ruas Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang yang merupakan bagian dari Jalan Tol Padang – Pekanbaru sudah selesai 61 Persen dari total panjang 4O Km,” kata Project director Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, Bambang Eko dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Menurut dia, dari total progres jalan tol sepanjang 61 persen tersebut, sepanjang 17 Km sudah berbentuk jalan siap dilalui kendaraan atau sudah rigid.
Sisanya akan terus diburukan penyelesaiannya bersamaan dengan pembentukan badan jalan tol baru sekitar 39 persen lagi.
Menurut Bambang, proses pembebasan lahan tol Pekanbaru – Bangkinang sampai periode yang sama sudah mencapai 22 Km dari total kebutuhan lahan sepanjang 40 Km.
Tetapi total lahan yang bisa dikontruksi saat ini sudah mencapai 29 Km.
Artinya, pembangunan jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang masih menyisakan 11 Km lagi yang harus digesa sampai akhir tahun ini.
“Insya Allah, seluruh 40 Km ruas jalan tol Seksi Pekanbaru – Bangkinang akan selesai pada akhir tahun 2021 mendatang,” kata Bambang optimis.
Bambang mengaku, pihaknya dalam pengerjaan ruas jalan tol seksi Pekanbaru – Bangkinang juga menghadapi kendala di lapangan.
Tetapi, lanjut Bambang, pihaknya berhasil mengelola kendala itu secara apik sehingga progres pembangunan ruas tol Pekanbaru – Bangkinang bisa dipacu lebih cepat dari jadual pekerjaannya.
Pembangunan ruas tol Seksi Pekanbaru – Bangkinang awalnya terlambat disebabkan lamanya turun persetujuan lahan dari Gubernur Riau, waktu itu.
Tetapi dengan pengalaman yang dimiliki profesional dari PT Hutama Karya Jalan Tol (HKjt) bersama kontraktornya, penyelesaian pembangunan ruas tol tersebut bisa diburukan lebih cepat.
Ruas tol Seksi Pekanbaru – Bangkinang sebenarnya masih memiliki lanjutan ke Bangkinang – Pangkalan. Pekerjaan disini juga sedang berlangsung. Tetapi dari ruas ini sangat sulit mendapatkan konfirmasi progres dari kontraktornya.
Jika ruas tol Bangkinang – Pangkalan selesai, maka orang Sumbar bisa menikmati tol Padang Pekanbaru menjadi dua tahap.
Pertama dari Jalan Bypass Padang ke Sicincin dan dari Pangkalan – Pekanbaru.
LOBI PUSAT
Sementara Jalan Tol Seksi Kapalo Hilalang – Payakumbuh masih harus diburukan pengadaan anggaran dan pekerjaan kontruksinya sampai tahun 2024.
Menurut sebuah sumber, pembangunan ruas tol seksi Kapalo Hilalang – Payakumbuh harus diperjuangkan lagi ke pusat. Setidaknya, sebelum Jokowi berakhir masa pemerintahannya, sudah keluar Perpres tentang penempatan modal negara di ruas tol seksi Kapalo Hilalang – Payakumbuh itu.
“Mengapa perlu Perpres? Sebab belum tentu presiden berikutnya memberikan perhatian yang sama untuk tol Padang Pekanbaru,” ujar sumber itu.
Masih menurut sumber itu, posisi ruas tol Padang Pekanbaru masih menempati prioritas ketiga dalam pembangunan tol Sumatera.
Tetapi jika pendekatan dan lobby Pemerintah Propinsi Sumbar mangkus (bernas,red) ke pusat, maka posisi prioritas itu bisa menjadi yang pertama.
“Jadi kata kuncinya, lobi pusat,” ujar sumber yang enggan ditulis jatidirinya itu. (*)
Awaluddin Awe







