Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara BUMN Peduli di Aceh Tamiang, Koentjoro : HK Bangun 198 Unit

Presiden Prabowo Subianto menyalami Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro saat mengadakan rapat disela kunjungannya meninjau fasilitas Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun kolaborasi BUMN Peduli korban banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). (Foto :BPMI Setpres/Corcom HK/Awe/HI/

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meninjau kesiapan pembangunan 600 Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh BUMN Karya dan BUMN lainnya untuk para pengungsi bencana banjir Bandang di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Foto Hunian Sememtara (Huntara) di Aceh Tamiang yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo Subianto. (Foto : Corcom HK/AWE/HI)

Huntara ini berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Kedatangan Presiden ke lokasi pembangunan Huntara BUMN Peduli didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operational Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Turut juga mendampingi kegiatan tersebut, Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, serta Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi. Rombongan meninjau area huntara dan fasilitas pendukung untuk memastikan kesiapan dasar hunian transisi bagi warga terdampak.

Kunjungan tersebut menegaskan fokus pemerintah menggeser penanganan dari fase darurat menuju pemulihan, terutama percepatan penyediaan tempat tinggal sementara yang aman dan layak.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memandang serius penanganan bencana dan berkomitmen meringankan beban warga.

Presiden juga mengapresiasi inisiatif Danantara dalam percepatan pembangunan huntara, serta meminta koordinasi dijalankan ketat agar penanganan berjalan tertib.

“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan suatu pekerjaan yang saya lihat baik. Ini membangun hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi. Nanti saya minta Danantara untuk berkoordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah,” ujar Presiden Prabowo di depan jajaran Danantara dan BUMN yang hadir dalam kunjungannya ke Aceh.

SIMAK JUGA :  Bawaslu Gandeng Ormas dan Media Massa Sosialisasikan Pengawasan Pemilu

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci percepatan pemulihan.

Presiden juga meminta layanan dasar segera dipastikan kembali berfungsi, termasuk sekolah dan puskesmas, agar aktivitas warga dapat berangsur normal.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari program kolaborasi yang melibatkan sejumlah BUMN Karya yang proses pembangunannya telah dimulai sejak Rabu (24/12) lalu.

COO Danantara sekaligus Ketua BP BUMN Dony Oskaria sebelumnya menjelaskan bahwa Huntara BUMN Peduli yang dibangun adalah sebanyak 600 unit.

Pembangunan Huntara ini merupakan kolaborasi 7 BUMN Karya dan sejumlah BUMN lainnya seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PLN, PT telkom.

PT Hutama Karya menjadi bagian dari telah terbangunnya 198 unit dari 600 unit Huntara yang direncanakan.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyatakan Hutama Karya senantiasa siap dan sedia hadir untuk menjadi bagian dari pembangunan negara.

“Kami dengan semangat bersama seluruh sumber daya yang kami miliki, optimis dapat bersinergi bersama melayani dengan memberikan kontribusi terbaik. Kami yakin, Huntara dapat hadir untuk memulihkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang terdampak,” jelasnya.

Dukungan Hutama Karya merupakan bagian dari kolaborasi lintas pihak dalam transisi penanganan bencana dari fase darurat menuju pemulihan yang lebih terstruktur, termasuk pemulihan layanan dasar agar aktivitas warga berangsur pulih.

Unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung untuk aktivitas harian warga, termasuk fasilitas sanitasi/toilet, dapur umum, ketersediaan air bersih, konektivitas internet, dan mushola, serta prasarana akses internal di kawasan huntara.

hunian transisi bagi warga terdampak dan disebut telah memenuhi standar minimum Huntara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Huntara dibangun untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk kembali memulai kehidupan bagi warga terdampak selama masa pemulihan. (*)

Awaluddin Awe