JAKARTA – Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (26/5/2024) siang, terlihat cerah dengan banyaknya perempuan yang memakai baju adat Minang, selain juga terdengar suara musik tradisonal talempong dan gandang tasa.
Ya, hari minggu itu, Terminal 3 Bandara Soeta sedang dijadikan tempat menggelar Parade Seni dan Budaya Minangkabau. Ada puluhan wanita dan laki laki berpakakaian adat Minang unjuk kebolehan membawakan tarian Minang sekaligus parade pakaian Minang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Parade Seni dan Budaya Minang ini sontak menjadi sasaran dan incaran kamera HP para calon dan penumpang Bandara Soeta baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Mereka terlihat senang menyaksikan para perempuan cantik dan laki laki gagah membawakan tarian dan parade pakaian Minang saat itu.
Seorang Bule perempuan malah mengambil salah satu kursi dibagian depan acara parade untuk duduk dan menyaksikan para perani membawakan tari pasamabahan dan tari piring yang sangat terkenal dari Sumbar itu.
“Wow its verry interesting and beautifull,” ujar wanita bule berparas cantik tapi sudah cukup berumur itu.

Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah yang hadir bersama istri sangat mengepresiasi pertunjukan kesenian dan budaya Minang di Terminal 3 Bandara Soeta. Pertunjukan di bandara ini, sebut Buya juga adalah seperti menghantarkan langsung menu kesenian Minang .kepada calon peminatnya.
“Saya sangat mengepresiasi pertunjukan kesenian Minang di Terminal 3 Bandara Soeta ini. Sebab akan mendekatkannya dengan para wisatawan yang datang dan pergi dari Bandara. Dari sini para wisatawan bisa melihat langsung seperti apa kesenian Minang tersebut,” ujar Politisi PKS Sumbar ini.
Buya Mahyeldi menyebutkan bahwa kesenian dan budaya merupakan salah piranti pemikat orang luar untuk datang ke satu daerah. Oleh sebab itu, upaya memperkenalkan kebudayaan Minang melalui Bandara Soeta adalah sangat penting bagi pengenalan daerah Sumbar.
“Oleh sebab itu melalui acara Parade Seni dan Budaya ini kita berharap ke depannya akan ada turis lokal, nasional dan internasional yang datang ke Sumatera Barat untuk melihat langsung keindahan alam dan keunikan seni dan budaya Minang,” papar Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.
Kepala Badan Penghubung Pemprop Sumbar Aschari Cahyaditama menambahkan bahwa kegiatan Parade Seni dan Budaya Minang di Terminal 3 Bandara Soeta merupakan hasil kerjasama antara PT Angkasa pura II dengan forum komunikasi penghubung pemerintah provinsi seluruh Indonesia (FORKAPSI).
“Kami sebagai salah satu anggota PORKAPSI pada hari ini berpartisipasi dengan menampilkan pertunjukkan kesenian dan budaya Minang dengan melibatkan para Bundo Kanduang yang ada di Jabodetabek,” ujar Achari yang akrab dipanggil Ari ini.
Seperti dikemukakan Gubernur Mahyeldi Ansharullah, acara Parade Seni dan Budaya Minang di Terminal 3 Bandara Soeta memang dirancang untuk memperkenalkan kesenian daerah Minang kepada para penumpang di Bandara Soeta.
“Kami berharap dengan mengisi acara di Terminal 3 Bandara Soeta ini dapat lebih memperkenalkan keberadaan Sumatera Barat dan berharap dapat impact positif dari pagelaran seni dan budaya Minang ini,” ujar Ari.
Menurut Ari, pagelelaran Seni dan Budaya Minang di Terminal Bandara Soeta ini merupakan rangkaian Kirab Budaya yang sudah dimulai pada pukul 06:00 WIB, Ahad (26/5/2024) di Bundaran HI. Kirab ini diikuti Perwakilan dari seluruh Badan Penghubung se-Indonesia.
“Secara khusus untuk Badan Penghubung Sumatera Barat diikuti oleh 100 peserta Bundo Kanduang di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya,” jelas Ari.
Pada kesempatan itu, Ari juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur Sumbar dan Istri dalam acara tersebut. Termasuk Kabiro Umum Edi Dyarma, Kadis LH Tasliatul Fuadi, Kepala Bapenda Sefdinon, Plh. Direktur Angkasa Pura II Wahyu Ibrahim, Kepala cabang Bank Nagari Jakarta Santi, Ketua Bundo Kandung DKI jakarta dan sekitarnya Suherni Syam, Plh Direktur Hotel Balairung Oktofrid Wisnu dan kepala Kesbangpol Pemprop Sumbar.
Ari juga mengucapkan hal yang sama kepada begitu banyak para Bundo Kandung, Penari dan Pemusik Minang yang terlibat dalam acara tersebut. Dia berharap pagelaran Seni dan Budaya Minang di Terminal 3 Bandara Soeta juga ikut membantu mempromosikan Pariwisata Sumatera Barat yang pada saat ini tengah dilanda Bencana Alam.
Seperti juga dikemukakan Gubernur Mahyeldi di awal sambutannya bahwa daerah Sumbar saat ini memang sedang dilanda bencana alam. Tetapi Mahyeldi mengemukakan bahwa sejumlah daerah yang memiliki ikon wisata terkenal di dunia saat ini, alhamdulilah luput dari bencana alam.
Contohnya, Lambah Harau di lima puluh kota, Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Rumah Gadang di Batu Sangkar dan Perkampungan Adat di Sijunjung, serta objek wisata lainnya.
“Artinya, bencana alam yang terjadi hanya menimpa sejumlah kecil daerah di Sumbar seperti Agam, Tanah Datar, Padang Panjang dan Pesisir Selatan. Tetapi sebagian besar wilayah Sumbar saat ini masih aman dari bencana alam, termasuk objek wisatanya,” ujar Buya Mahyeldi.
Oleh sebab, itu pasca bencana alam, Buya mengajak para turis lokal, nasional, regional dan internasional untuk datang ke Sumbar kembali.
“Silahkan datang ke Sumbar, dan nikmati keindahan alam, keunikan kesenian dan budaya daerah Sumbar. Sekaligus nikmati kuliner terkenal di Minangkabau,” papar Mahyeldi antusias.
#pariwara







