Diskusi SATUPENA, Nia Samsihono: Generasi Z Tertinggal Dalam Komunikasi Lisan dan Tertulis  

Nia Samsihono

JAKARTA – Generasi Z keranjingan gawai dan teknologi digital, namun mereka tertinggal dalam berkomunikasi secara lisan atau tertulis, mereka lemah atau sangat tertinggal. Hal itu disampaikan oleh Nia Samsihono, Ketua Satupena DKI.

Nia Samsihono dan Nita Lusaid, Bendahara Satupena DKI Jakarta, adalah dua pembicara dalam diskusi bertema literasi dan peran generasi Z yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam, 5 Oktober 2023.

Diskusi yang menghadirkan Nia Samsihono dan Nita Lusaid itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai Denny JA.

Nia Samsihono menuturkan, generasi Z menghabiskan banyak waktu di depan handphone, berhubungan dengan dunia melalui media itu. Tapi generasi Z abai dengan lingkungan sekitarnya.

“Meskipun dia bisa jadi pakar atau ahli di bidang teknologi, tetapi ada sejarah atau hal-hal yang dia lupakan. Ada beberapa hal yang mereka abaikan. Hal ini tak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Menurut Nia, generasi Z tidak bisa menuangkan kata-kata dan pikiran dalam bentuk tulisan yang tertata, sesuai kaidah-kaidah yang telah dibuat.

Walaupun tulisan tertata itu dianggap sebagai hal yang tidak moderen oleh generasi Z, tetapi itu diperlukan. Komunikasi tidak hanya lisan, tetapi juga tertulis.

“Lalu komunikasi lisan itu juga ada tata aturannya. Kapan dia bisa mengucapkan kata A, kepada siapa kata A itu patut diucapkan, dan seterusnya,” tambahnya.

Lewat pengamatan sekilas, Nia melihat, banyak generasi Z yang lemah dalam mengungkapkan pikiran secara tertata dalam bahasa Indonesia. Maka Nia mengajak para generasi Z untuk bergabung dalam Satupena DKI Jakarta.

SATUPENA DKI telah berjalan ke sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas. Mengajak generasi Z untuk berlatih mengungkapkan pikiran secara tulisan atau bahasa lisan dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan Nita Lusaid mengatkan, urusan dengan generasi Z ini sudah menjadi pemikiran yang cukup panjang di Satupena DKI.

SIMAK JUGA :  Gempa 5,3 Guncang Mentawai Sumbar

“Dikhawatirkan, jika kita tidak melakukan regenerasi, keahlian literasi cuma ada di teman-teman senior,” ujar Nita.

Nita mengingatkan generasi senior mentransfer pengetahuan kepada generasi Z agar mereka bisa mencurahkan pikirkan mereka ke dalam tulisan. (K) ***