Dinilai Punya Potensi , Ketua PKK Nunukan Minta Pengrajin Rotan Tingkatkan Kualitas

  • Bagikan

NUNUKAN, harianindonesia.id ~ Hasil kerajinan rotan Desa Butas Bagu dan Desa Lubok Kecamatan Sembakung, Kab. Nunukan Kalimantan Utara, memiliki potensi untuk dikembangkan dan bersaing dengan daerah lainnya. Selain karena memiliki bahan baku yang masih melimpah juga hutan-hutan nya sangat luas dan masih terjaga dengan baik.

Oleh karenanya, para pengrajin rotan di daerah itu diminta terus mengembangkan model dan jenis kerajinannya agar tidak ketinggalan zaman dan bisa menarik konsumen lebih banyak lagi. Permintaan itu disampaikan langsung Ketua Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Anna Mega Riana saat mengunjungi pusat pembuatan kerajinan rotan di desa tersebut, beberapa waktu lalu.

Istri orang nomor dua di Nunukan ini menambahkan, potensi kerajinan rotan di kedua desa tersebut cukup besar, apalagi ditunjang dengan melimpahnya bahan mentah di hutan – hutan yang berada di wilayah Kecamatan Sembakung. “Saya kira potensinya sangat besar ya, tinggal kita berikan pembinaan dan pelatihan saja kepada mereka agar tidak ketinggalan jaman bentuk dan modelnya,” kata Anna Mega Riana.

Selain bentuk dan modelnya harus terus mengikuti perkembangan zaman, menurut mantan PNS Pemprov Kaltim ini, hal yang tidak boleh dilupakan jika ingin kerajinan rotan khas Sembakung bisa lebih maju, bersaing dan dikenal adalah kualitas kerajinan itu sendiri harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Jika selama ini proses penganyamannya masih mempergunakan tangan, maka ke depannya, para pengrajin harus mulai berpikir untuk beralih ke tekhnologi penggunaan mesin jahit sehingga hasilnya akan lebih rapi dan kuat.

“Pemerintah nanti akan berupaya agar ada semacam bantuan mesin jahit kepada mereka,” ujarnya.

Berkumpul dengan para pengrajin rotan, istri Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad ini tampak begitu gembira. Ia terlihat begitu bersemangat mengamati berbagai kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para pengrajin, mulai dari tas, tikar, dan keranjang punggung. Kerajinan tangan dari bahan rotan di Desa Butas Bagu dan Lubok selama ini memang cukup diminati oleh masyarakat di Kecamatan Sembakung dan sekitarnya karena selain pengerjaannya lebih halus, motif dan sulamanya memiliki makna dan cerita yang menarik. Para pengrajin itu merupakan binaan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Kecamatan Sembakung. (Agus Tomadio/Hms)

SIMAK JUGA :  100 Ton Beras Bantuan untuk 2600 Gakin di Sawahlunto Segera Dibagikan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *