Hutama Karya Masih Tunggu Arahan Terkait Kelanjutan Ruas Tol Tersisa di Padang dan Riau

Oplus_131072

Gerbang tol Padang Sicincin (foto : dok)

JAKARTA – PT Hutama Karya masih menunggu arahan dari pemerintah terkait kelanjutan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru, baik yang berada di Riau mau pun di Sumatera Barat.

Seperti ditetapkan di dalam Permenko Bidang Perekonomian Nomor 16 tahun 2025, dua ruas jalan tol di Sumbar dan Riau masih masuk dalam daftar PSN Tol terbaru tahun 2025.

Kedua ruas Jalan Tol tersebut adalah Jalan Tol Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang di Provinsi Sumatera Barat dan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukittinggi di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau.

Dengan ditetapkannya kedua ruas jalan tersebut di dalam daftar PSN tol 2025 maka secara otomatis pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru akan dilanjutkan sampai terhubung sesuai dengan rencana awalnya.

Namun terkait dengan kelanjutan pembangunan ke dua ruas jalan tol tersebut EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Adjib Al Hakim mengaku bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah atas terbitnya Permenko tersebut,” kata Adjib Al Hakim dalam keterangan tertulisnya, kepada Harianindonesia.id, Kamis (16/10/2025).

Adjib Al Hakim juga menyebutkan bahwa penetapan kedua ruas tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat konektivitas di koridor ekonomi Sumatera, khususnya untuk memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bagian Tengah.

Selain menetapkan dua ruas jalan tol di Sumbar dan Riau, Permenko Bidang Perekonomian juga menetapkan sejumlah ruas jalan tol di Sumatera ke dalam daftar PSN terbaru tahun 2025, yakni:

Jalan Tol Medan – Binjai di Provinsi Sumatera Utara

Jalan Tol Pekanbaru – Kandis – Dumai di Provinsi Riau

Jalan Tol Kisaran – Tebing Tinggi di Provinsi Sumatera Utara Jalan Tol Sigli – Banda Aceh di Provinsi Aceh

Jalan Tol Binjai – Langsa di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara

Jalan Tol Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Prapat – Tarutung – Sibolga di Provinsi Sumatera Utara

Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi di Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan

Jalan Tol Jambi – Rengat di Provinsi Jambi dan Riau Jalan Tol Rengat – Pekanbaru di Provinsi Riau

Jalan Tol Simpang Indralaya – Muara Enim di Provinsi Sumatera Selatan

Jalan Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu di Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu

Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung di Provinsi Sumatera Selatan

Ke 14 ruas tol di Sumatera ini bagian dari 50 Tol di Indonesia yang masuk dalam daftar PSN terbaru 2025, dimana dua ruas diantaranya diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2026.

Berdasarkan materi paparan Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar saat melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPPRI, Kamis (11/9/2025) lalu, ada dua jalan tol lagi di Sumatera yang ditargetkan beroperasi 2026 yang memiliki total panjang 68,99 kilometer.

Kedua ruas tol itu adalah Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir 54,30 kilometer dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer. Terdiri dari Kramasan-S Rengas 21,5 kilometer; S Rengas-P Balai 33 kilometer; dan P. Balai-Betung sepanjang 14,69 kilometer.

Menurut Dirjen Jenderal Bina Marga kedua tol tersebut merupakan bagian dari sembilan jalan tol baru dengan total panjang 308,70 kilometer yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026.

SIMAK JUGA :  Gubernur Mahyeldi Surati Menteri PU, Minta Tol Padang Pekanbaru Dilanjutkan

Terowongan Tol Padang Pekanbaru

Terkait dengan penetapan dua ruas jalan tol Padang – Pekanbaru di dalam Daftar PSN terbaru 2025, maka pertanyaan tentang pembangunan terowongan yang menghungkan tol di Riau dan Sumbar kembali mengemuka.

Seperti apa terowongan yang akan dibangun, kapan mulai dibangun, kapan selesainya, berapa panjangnya dan bagaimana tingkat keamanan terowongan tersebut.

Infonya, pihak kontraktor akan membuat terowongan dengan menembus perut Bukit Barisan sepanjang 9 kilometer.

Inspirasi pembangunan terowongan berasal dari Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) yang memiliki terowongan kembar atau Twin Tunnel yang juga menjadi terowongan tol terpanjang dan pertama di Indonesia saat ini.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, terowongan kembar tersebut dilengkapi dengan beragam komponen keselamatan yang berfungsi sebagai penolong dan membantu pengendara saat keadaan darurat, seperti gempa bumi dan kebakaran.

Dimulai dari komponen generator darurat yang merupakan sistem generator cadangan beroperasi saat jaringan listrik gagal mengirimkan listrik.

Praktisnya, generator darurat ini dapat beroperasi dengan menggunakan bahan bakar bensin, solar, gas alam, atau propana. Selain itu, generator ini juga dapat beroperasi bila daya normal gagal. Caranya, dengan menonaktifkan daya normal dan mengoperasikan sistem darurat dengan beban darurat listrik yang dipilih.

Selanjutnya, ada komponen keselamatan jalur evakuasi yang dapat digunakan saat situasi darurat. Pada jalur evakuasi ini tersedia rute darurat di dalam terowongan.

“Pengguna akan diarahkan ke muka terowongan melalui sisi kanan dan kiri badan jalan mengikuti petunjuk rute darurat menggunakan lampu penunjuk,” demikian penjelasan BPJT dikutip Senin (10/5/2024) sebagaimana laporan media online Padangkita.

Lalu, ada sistem pemadam kebakaran yang terdiri dari elemen-elemen pendeteksi kebakaran, seperti alat pemadam serta perlengkapan monitoring kebakaran di terowongan yang sudah termasuk alarm kebakaran dan perlengkapan pemadam kebakaran manual beserta petunjuknya.

“Perlengkapan tersebut telah disediakan di dalam terowongan dan dapat digunakan oleh pengguna, sedangkan untuk peralatan berskala besar berserta alat pelindung diri yang tersedia ditujukan untuk digunakan oleh petugas pemadam kebakaran,” dijelaskan BPJT.

Komponen berikutnya adalah alarm telepon yang tersedia di dalam terowongan dan dapat digunakan pada interkom suara dua arah, rekaman, panggilan tunggal, panggilan kelompok, panggilan siaran, siaran satu arah, siaran waktu, siaran reservasi, dan penerusan panggilan.

Selain itu, juga terdapat lampu darurat yang terbagi menjadi 3, yakni lampu darurat I digunakan ketika sumber listrik utama berhenti, penerangan darurat melalui daya generator darurat dengan waktu switching tidak lebih dari 3 detik dan durasi waktu nyala lebih dari 30 menit.

Lampu darurat II akan menyala secara otomatis pada generator diesel di dalam terowongan ketika waktu listrik mati melebihi 30 menit (waktu dapat diatur).

“Generator diesel ini dapat dinyalakan secara manual ketika listrik mati terjadi,” terang BPJT dalam situs resminya.

Kemudian, terdapat lampu induksi darurat yang dipasang di terowongan untuk memudahkan evakuasi pengguna jalan saat terjadi kebakaran.

“Tanda lampu induksi darurat mengindikasikan arah dan jarak portal pelarian terdekat,” demikian BPJT.

Meski begitu, untuk torowongan tol yang akan menembus perut Bukit Barisan tentu akan menyesuaikan dengan kondisi saat pembangunan nanti. (*)

Awaluddin Awe
dari berbagai sumber