JAKARTA – Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia (Danantara) menargetkan konsolidasi 1.068 BUMN menjadi 221 entitas, dalam waktu empat tahun.
Konsolidasi bertujuan meningkatkan nilai aset BUMN. Saat ini, nilai aset mencapai sekitar US$900 miliar atau setara Rp15,29 kuadriliun.
“Strategi penggabungan dari lebih dari seribu perusahaan negara menjadi ratusan entitas supaya lebih ramping dan profesional.” ujar Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief dalam panel diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, dikutip dari antaranews.com, Sabtu.
Menurutnya, peningkatan nilai tidak bisa hanya mengandalkan skala aset, tetapi harus bertumpu pada penciptaan nilai yang berkelanjutan.
“Kami harus meningkatkan nilai aset melalui penciptaan nilai yang lebih kuat,” ujar Al-Arief
Dalam rencana penggabungan 1.068 BUMN menjadi sekitar 221 perusahaan, kata Al, membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
Saat ini, ribuan entitas bisnis pelat merah tersebut masih berada di bawah sekitar 50 holding.
“Dari lebih dari seribu perusahaan, kami menargetkan transformasi menjadi sedikit di atas 200 perusahaan yang dikelola secara profesional dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Al-Arief.
Ia menegaskan, konsolidasi bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, serta mendorong daya saing global BUMN, sejalan dengan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Danantara juga menargetkan peningkatan reputasi global perusahaan negara.
Sebagai contoh, saat ini, Pertamina dan PLN telah masuk dalam daftar Fortune Global 500, dan transformasi yang dilakukan diharapkan mampu mendorong lebih banyak BUMN masuk ke jajaran tersebut.
Proses restrukturisasi akan dimulai dari evaluasi mendasar setiap lini bisnis, dilanjutkan dengan penggabungan dan perampingan organisasi, hingga langkah strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Pemerintah kian menempatkan Danantara sebagai motor reformasi sektor BUMN, yang selama ini kerap dinilai tidak efisien dan memiliki tumpang tindih fungsi.
Kehadiran Danantara di WEF Davos juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam peta daya saing global.
Bentuk Konsolidasi
Bentuk akhir program konsolidasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan milik negara.
Salah satu contoh konsolidasi yang sedang berlangsung adalah penggabungan 7 BUMN konstruksi menjadi 3 entitas induk, yaitu :
-Grup 1 : Waskita Karya dan Hutama Karya, fokus pada proyek jalan tol, non-tol, dan kawasan komersial residensial.
– Grup 2: Wijaya Karya dan PTPP, fokus pada pembangunan pelabuhan, bandara, perumahan, dan sektor rekayasa teknik.
– Grup 3: Adhi Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya, fokus pada konstruksi rel kereta dan sektor khusus lainnya.
Konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memperkuat posisi pasar BUMN di sektor konstruksi. Selain itu, konsolidasi juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional. (*)
Awaluddin Awe













