Antisipasi Lonjakan Nataru ASDP Kerahkan 222 Kapal dan 15 Lintasan Pemantauan Nasional

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo memberikan penjelasan terkait antisipasi lonjakan arus orang dan kendaraan melalui pelabuhan penyeberangan nasional menjelang Nataru 2025-2026 di Jakarta, Senin (15/12/2025). (Foto : Humas ASDP Indonesia Ferry/Awe/HI)

JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiagakan 222 kapal dan mengoptimalkan pemantauan di 15 lintasan penyeberangan nasional, guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025-2026.

Lintasan penyeberangan nasional yang dikelola oleh 15 kantor cabang ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut memiliki 33 pelabuhan.

Lintasan tersebut mencakup Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Telaga Punggur–Tanjung Uban, Ajibata–Ambarita, Nias–Sibolga, Padangbai–Lembar, Kariangau–Penajam, Bajoe–Kolaka, Bira–Pamatata, Bitung–Ternate, Hunimua–Waipirit, serta Bolok–Rote.

Arus mudik menjelang Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang menggunakan pelabuhan penyeberangan nasional diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar 4,3 persen menjadi 547 ribu orang.

Sementara jumlah kendaraan juga diperkirakan naik menjadi 868 ribu kendaraan, atau naik sebesar 8,9 persen dibandingkan Nataru tahun lalu.

Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025.

“Memastikan kesiapan layanan penyeberangan nasional agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman, PT ASDP akan kerahkan 222 kapal pada Natal dan Tahun Baru 2025-2026,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, saat media gathering di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Menurut Heru, 222 kapal yang disiapkan terdiri dari 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis.

Jalur-jalur ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Nataru.

Heru Widodo menegaskan bahwa kesiapan ini bukan hanya soal armada dan fasilitas, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat.

SIMAK JUGA :  Arus Mudik Penumpang Tahun Baru di Bandara Soeta Naik 14 Persen, Ada Tambahan 688 Ekstra Flight

“ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” ujar Heru.

Optimalisasi Ferizy

Selain itu, untuk mengantisipasi kepadatan dan lonjakan arus mudik, ASDP mengoptimalkan sistem digital Ferizy yang memungkinkan masyarakat mengatur jadwal perjalanan secara lebih tertib.

Tiket penyeberangan hanya dapat dibeli melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy serta mitra resmi, dengan pembayaran yang dapat dilakukan melalui ATM, mobile dan internet banking, dompet digital, serta gerai ritel seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, AgenBRILink, Agen BNI 46, Yomart Group, Kantor Pos, dan Pegadaian.

ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di area pelabuhan, dan pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera.

Di sisi layanan, ASDP memperkuat dukungan fasilitas melalui customer service 24/7, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, Polri/TNI, INFA, GAPASDAP, dan BMKG untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca.

Seiring prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, ASDP mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.

Dengan kesiapan menyeluruh ini, ASDP berkomitmen menjaga ritme libur akhir tahun agar tetap lancar, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian nasional. (*)

Awaluddin Awe