Ahmad Sahroni, Tumbuh dan Sukses dari Lingkungan Keras dan Jatuh oleh Kata Tolol

AHMAD SAHRONI

JAKARTA – Ahmad Sahroni alias Roni (47 tahun) adalah anggota DPR paling parah terkena sasaran amarah demonstran pasca demo ke DPR, 25 Agustus 2025 lalu.

Saat itu ribuan massa pendemo menggeruduk markas besar anggota DPR yang menuntut pembubaran lembaga legislatif tersebut.

Adalah soal gaji yang terlalu besar diterima anggota DPR, menjadi sebab tuntutan rakyat itu. Dus, biaya kontrak rumah anggota DPR sebesar 50 juta per bulan. Ditambah lagi dengan isu kenaikan gaji anggota DPR. Bukan itu saja. Ditjen Pajak juga menyebut, semua pajak pendapatan yang dikenakan kepada anggota DPR ditanggung negara.

Realitas itu terbalik dengan dihadapi rakyat saat ini. Ekonomi melesu, pendapatan rakyat turun anjlok, pengangguran tinggi, untuk biaya makan saja sulit. Sementara Menteri Keuangan terus menggenjot pajak, sasarannya, masih kantong rakyat.

Jengah dengan itu. Rakyat pun mendemo DPR. Mereka meminta DPR dibubarkan. Karena dianggap tidak lagi sensitif terhadap belitan rakyat. Saat rakyat dirundung lapar, para legislator ini juga masih sempat berjoget ria di ruang rapat pleno.

Sahroni, entah berdasarkan pemikiran apa, menyebut permintaan pembubaran DPR itu sebagai permintaan orang tolol. Tetapi dalam sebuah video klarifikasinya, Sahroni menyebut kata tolol yang sempat dia lontarkan pada video pertama adalah bermakna pintar. Sahroni menyebut rakyat pintar dalam meminta pembubaran DPR. Itu yang dimaksudkan Sahroni, kemudian.

Namun, perkataan tolol Sahroni sudah lebih awal masuk ke hati para calon pendemo. Mereka merasa dilecehkan dan sakit hati. Sehingga pasca demo 28 Agustus 2025 yang berakibat tewasnya seorang Ojol bernama Affan Kurniawan, massa melampiaskan kemarahannya kepada Sahroni.

Rumahnya di Tanjung Priok habis dirusak dan dijarah massa. Sejumlah barang berharga dan mobil mewahnya juga dijarah oleh massa yang marah.

Sebenarnya, saat menanggapi tuntutan pembatalan kenaikan gaji anggota DPR dan berujung dengan pembubaran DPR, ada juga anggota dewan yang menanggapi nyeleneh tuntutan itu, dengan menyebut kenaikan gaji anggota DPR 3 juta mah kecil dibandingkan biaya yang dikeluarkan mereka setiap harinya.

Tetapi amarah massa lebih besar kepada Sahroni yang menyebut kata tolol terhadap permintaan pembubaran DPR, dibandingkan pernyataan : 3 juta mah kecil bagi kami.

Dicabut dari Komisi III

Atas insiden kata tolol itu, akhirnya Pimpinan Fraksi Nasdem di DPR, memutasi Ahmad Sahroni, dari Pimpinan Komisi III menjadi anggota Komisi I DPRRI.

Mutasi Ahmad Sahroni berdasarkan surat bernomor F.Nasdem 758/DPR-RI/VIII/2025. Keputusan mutasi sesuai hasil rapat pimpinan Fraksi Partai Nasdem di DPR.

Dalam surat itu, Ahmad Sahroni yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi III yang membidangi hukum, pindah ke Komisi I yang membidani urusan luar negeri, pertahanan dan intelijen.

Jabatan Wakil Ketua Komisi III yang ditinggal Ahmad Sahroni diisi Rusi Messe Mappasessu yang sebelumnya duduk di Komisi IV.

“Dengan hormat kami sampaikan pergantian nama anggota Komisi III dan IV terhitung mulai tanggal 29 Agustis 2025,” tulis surat itu.

Mutasi Ahmad Sahroni dibenarkan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Franziskus Taslim. “Ya, benar,” ujarnya dikutip dari Tempo, Jumat (29/8/2025), seperti ditulis ulang Langgam.id, sebuah situs berita ternama di Padang.

Naik dari Lingkungan Keras

Perjalanan hidup Sahroni sampai menjadi anggota DPR berawal dari sisi paling bawah secara ekonomi. Ibunya hanyalah seorang penjual nasi Padang di kawasan Tanjung Priok.

Roni tinggal bersama ibu dan adik adiknya di sebuah rumah kontrakan kecil tanpa kamar di Tanjung Priok. Rumah itu sering dilanda banjir. Roni sering tidur di gerobak nasi ibunya, saat berjualan.

Tetapi Roni berhasil meneruskan pendidikannya dari SD,SMP hingga SMA. Ahmad Saroni yang lahir di Jakarta 8 Agustus 1978 menyelesaikan pendidikan di SD Inpres 05 Kebon Bawang, SMP Yappenda dan SMA Negeri 114 Cilincing.

Tamat dari SMA, Sahroni sempat menjalani berbagai kegiatan pekerjaan. Mulai dari sopir pribadi, kru kasar di kapal pesiar, mencuci piring hingga membersihkan kuali raksasa.

Roni juga sempat bekerja di restoran di China Town, tapi harus pulang karena izin kerja di paspornya adalah sebagai anak buah kapal (ABK).

Perjalanan hidup Sahroni sudah mulai terlihat cerah setelah dia berhasil menjadi supplier solar untuk kapal tanker hingga punya perusahaan sendiri.

Sahroni juga pernah dipercaya untuk menyediakan bahan bakar kapal perang di terminal TNI Angkatan Laut.

Dari sinilah perjalanan hidup Sahroni muncul sebagai salah satu Crazy Rich Tanjung Priok. Dia sering muncul dengan tampilan mobil mewah dan motor gede mahal.

Dari sini pulalah Ahmad Sahroni kemudian digandeng oleh Partai Nasdem, besutan Surya Paloh pada tahun 2013. Pada Pileg 2014, dia terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta III, dan terpilih kembali pada Pileg 2024 sampai 2029.

SIMAK JUGA :  Capres-Cawapres Diarak Keliling Monas, Tim Prabowo Sepi Pendukung

Keberadaan Ahmad Sahroni di Partai Nasdem jadi sangat menonjol juga. Dia dipercaya menjadi Bendahara Umum Partai Nasdem, sekaligus menjadi Wakil Ketua Komisi III DPRRI.

Mengutip LHKPN laporan 21 Februari 2025, total harta kekayaan Sahroni mencapai Rp 328,91 miliar, setelah dikurangi utang Rp 34,96 miliar.

Sebagian besar hartanya berupa aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 139,59 miliar. Termahal berada di Jakarta Selatan.

Sahroni melaporkan tanah seluas 371 meter persegi dengan bangunan 371 meter persegi tersebut senilai Rp 23,19 miliar. Lalu ada pula tanah dan bangunan yang masing-masing seluas 356 meter persegi di Jakarta Selatan juga dengan nilai Rp 22,25 miliar.

Selain itu dia juga melaporkan tanah dan bangunan seluas 148,4 meter persegi dan 200 meter persegi di Jakarta Pusat senilai Rp 20,9 miliar.

Anggota DPR yang baru saja mutasi ke Komisi I dari Komisi III ini juga melaporkan 27 mobil dengan nilai Rp 38,13 miliar. Dalam laporan tersebut, Sahroni tercatat memiliki mobil mewah seperti Ferrari 366 tahun 2012, Tesla X 75D Tahun 2018, hingga edisi terbatas Porsche 911 Sport Classic tahun 2016.

Dia juga tercatat memiliki kas dan setara kas Rp 78,36 miliar. Jumlah harta bergerak lainnya Sahroni juga terbilang besar, yakni Rp 107,73 miliar.

Penampilan Kontroversial

Penampilan terakhir Ahmad Sahroni di media yang mendapat perhatian publik adalah, pada saat mengomentari OTT terhadap Wamen Naker Immanuel Ebenezer oleh KPK.

Dalam satu pernyataan kontroversialnya, Ahmad Sahroni menyatakan seharusnya KPK sebelum melakukan OTT terhadap kader satu Partai seharusnya memberitahu Ketua Umum Partai yang bersangkutan, terlebih dahulu.

Dalam pemberitaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, mendapatkan penerimaan lain di luar uang Rp3 miliar dan satu unit motor dari kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemnaker 2019-2025.

Plt. Direktur Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan bahwa kecurigaan tersebut muncul dari banyaknya aset milik Immanuel yang telah disita terkait dengan kasus ini.

“Nah, itu yang sedang kita dalami itu adalah penerimaan-penerimaan lain,” kata Asep kepada wartawan dalam keterangannya yang dikutip Jumat (29/8/2025).

Asep juga menyatakan, KPK tidak menutup peluang menjerat Noel, sapaan Immanuel, dengan Pasal 12B UU Tipikor atau pasal gratifikasi.

Ia mengatakan, KPK menduga Noel bersama para tersangka kasus sertifikasi K3 Kemnaker bukan hanya terlibat dalam pemerasan, melainkan juga diduga menerima sejumlah gratifikasi.

“Jadi kami menduga bahwa ada penerimaan-penerimaan lain seperti itu sehingga diterapkan pasal 12 B juga seperti gratifikasi,” tuturnya.

Dalam kasus ini, KPK menyatakan Immanuel diduga telah menerima Rp3 miliar dan satu unit motor dari total pemerasan Rp81 miliar.

Namun, KPK menyita banyak aset dari Immanuel antara lain satu unit mobil merek Alphard dan satu unit motor merek Ducati.

KPK pun saat ini tengah mencari tiga mobil yang diduga disembunyikan dari rumah Immanuel usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadapnya Rabu (20/8/2025) lalu.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Immanuel dan 10 orang lainnya yang juga turut terjaring OTT.

10 orang tersebut yaitu Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Gerry Aditya Herwanto Putra, dan Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3 Subhan.

Kemudian, Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Anita Kusumawati.

Kemudian, Direktur Binwasnaker dan K3 Fahrurozi, Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto, Sub Koordinator Sekarsari Kartika Putri, Koordinator Supriadi, dan dua pihak PT KEM Indonesia, Temurila, serta Miki Mahfud. PT KEM Indonesia merupakan salah satu PJK3.

Untung belum Kader

OTT Noel ini, dalam satu kesempatan sempat ditanggapi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai sebuah hal yang memalukan juga bagi dirinya selaku Ketua Umum Partai Gerindra.

Prabowo Subianto terpilih kembali menjadi Ketua Umum untuk periode 2025–2030 dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra yang diadakan pada Februari 2025 di Hambalang, Bogor.

Prabowo Subianto pertama kali diangkat menjadi Ketua Umum Partai Gerindra pada September 2014 setelah meninggalnya ketua sebelumnya, Suhardi.

Dalam pernyataan di depan peserta Expo APAKSI di Jakarta Internasional Convention Centre (JICC) Prabowo meneruskan pernyataan tentang dirinya malu juga dengan kasus OTT Noel, dengan membuka status Noel ternyata belum menjadi Kader Partai Gerindra.

“Untung juga dia belum jadi Kader Gerindra. Tapi dia udah masuk jadi anggota. Kalau sudah sempat jadi kader, pasti akan mendapatkan pendidian kader dari Partai,” ucap Prabowo saat itu.(*)

Awaluddin Awe
Wartawan Harian
Indonesia.id Jakarta

Dari berbagai sumber