Beranda SERBA - SERBI Penyusunan Sejarah Desa Se- Gunungkidul Rampung 80 Desa

Penyusunan Sejarah Desa Se- Gunungkidul Rampung 80 Desa

GUNUNGKIDUL, harianindonesia.id –
Mempelajari sejarah sama saja dengan memahami peradaban manusia, adapun menuliskan sejarah sama halnya dengan mempertahankan peradaban.

Hal ini yang di lakukan dinas kebudayaan Kabupaten Gunungkidul yang sejak tahun 2017 tengah menyusun sejarah terbentuknya 144 desa yang ada di Gunungkidul.

Kepala bidang sejarah bahasa dan sastra dinas kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Sigit Pramudiyanto, SIP, MM saat memberikan bimbingan teknis penulisan sejarah kepada perangkat Desa se Kecamatan Ngelipar, Kamis (05/12/19) di rumah makan m’numani jl.Raya Baron kepada media mengatakan karena belum adanya kajian literasi tentang berdiri sebuah desa.

“Inisiasi ini di karenakan belum adanya kajian lokal penulisan literasi sejarah berdirinya sebuah desa, dan belum terungkap sehingga kita perlu merunut kembali sejarah lokal ini,” ungkap Sigit.

Ia pun mengatakan Dinas Kebudayaan menargetkan pada tahun ini akan menerbitkan 80 buku sejarah berdirinya desa.

Adapun metodelogi pengambilan data, Sigit mengatakan mengambil narasumber dari para sesepuh yang masih ada di desa yang menjadi obyek, dan juga dengan mengunakan mediasi supranatural dalam mengetahui atau merunut silsilah yang menjadi obyek penelitian.

“Kita akan mencari silsilah kepala desa pertama yang ikut babat alas dalam pembentukan desa, sehingga kita akan menggali petilasan-petilasan apa saja yang ada di obyek penelitian dan segala ceritanya,” tambahnya.

Ia menambahkan ternyata kita malah lebih mendapatkan literasi sejarah terbentuknya desa saja namun kita menemukan bahwa Gunungkidul adalah daerah tertua di Nusantara sebelum adanya Majapahit, bahkan sebelum adanya kerajaan Kediri, apalagi kraton Jogjakarta Hadiningrat.

“Setelah kita mengupas sejarah Gunungkidul ternyata Gunungkidul memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, seperti Gunungkidul api purba di patuk, terus ada penemuan fosil yang ternyata umurnya lebih tua dari fosil manusia purba di Sangiran,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Diklatsar Brigade Hanura dan Uji Nyali

Sigit mengharapakan setelah tersusunnya naskah sejarah berdirinya desa se Gunungkidul dapat mempermudah generasi muda kedepan melihat silsilah keluarga, atau mempelajari sejarah Gunungkidul lebih luas lagi.
(WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here