Foto aktifitas bongkar muat ampas bungkil CPO di dermaga Pelindo Dumai yang berpotensi pencemaran lingkungan. (Foto : kiriman)
JAKARTA – PT Pelindo Dumai diduga melakukan kesalahan dalam prosedur bongkar muat ampas bungkil CPO dengan menumpuknya di dermaga, sehingga berakibat pencemaran udara sekaligus berpotensi memicu kenaikan pasien ISPA di kota Dumai.

Fatahuddin (foto : dok
Dugaan pencemaran ini sudah berkali kali dilakukan Sub Holding Pelindo Multi Terminal, anak perusahaan PT Pelindo yang melakukan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai.
Terakhir, Rabu (15/10/2025) pagi, kembali perusahaan bongkar muat ini melakukan pemuatan ampas bungkil CPO dengan menumpuknya di dermaga, sebelum kemudian dinaikan ke kapal.
Sebelumnya, kasus yang sama juga dilakukan perusahan bongkar muat di kawasan pergudangan. Masih dengan menumpuk ampas bungkil CPO di dermaga.
Praktik kerja serampangan ini membuat udara di kawasan pelabuhan dan pemukiman sekitar terkontaminasi dan berpotensi tercemar.
Aktifis Lembaga Penggiat dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup( LP2LH ) Kota Dumai Fatahuddin dalam penjelasannya kepada Harianindonesia.id menyebutkan bahwa pihak PT Pelindo Dumai sudah sering melakukan bongkar muat ampas bungkil CPO dengan tidak menghiraukan pencemaran lingkungan.
“Padahal mereka sudah mendapatkan penilaian merah dan hitam dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tetapi mereka seolah tidak peduli, dan kalau ditegor oleh dinas terkait tidak peduli sama sekali,” ujar Fatahuddin melalui jaringan selulernya, Rabu malam.
Berdasarkan catatan Fatahuddin, dampak pencemaran lingkungan di kawasan pelabuhan dan pemukiman sekitar pelabuhan Dumai menjadi penyumbang nomor dua terbesar dalam perkembangan pasien ISPA se Kota Dumai.
ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur, dan dapat menular melalui udara atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
“Sampai saat ini jumlah pasien ISPA di kawasan pemukiman pelabuhan Dumai sudah mencapai 200 an orang. Tidak tau sampai Desember nanti akan naik menjadi berapa. Tetapi yang pasti jumlahnya akan terus naik,” papar Fatahuddin.
Menurut Fatahuddin, dirinya sudah sangat maksimal memberikan pressure atas pelanggaran pencemaran lingkungan oleh PT Pelindo Dumai, bahkan sudah pernah sampai ke Kementerian LH di Jakarta.
Namun, menurut Fatahuddin, PT Pelindo tidak menggubris sama sekali tegoran dari Kemen LH. “Kalau sudah begini saya memang tidak mengerti. Mengapa PT Pelindo dibiarkan saja menjadi sumber pencemaran lingkungan di kota Dumai,” papar Fatahuddin pasrah.
Sementara itu, seorang pengusaha bongkar muat menjelaskan bahwa proses bongkar muat ampas bungkil CPO di Pelabuhan bisa dilakukan dengan cara menumpukan di box besar terlebih dahulu, untuk kemudian dimasukan ke dalam kapal curah.
Dengan demikian, katanya, tidak akan terjadi pencemaran udara akibat bongkar muat ampas bungkil CPO di pelabuhan.
Cara bongkar muat ampas bungkil CPO seperti ini, katanya, sudah dilakukan perusahaan bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur Padang sejak 20 tahun lalu, sampai sekarang.
“Sebab itu pula. Tidak pernah ada komplain dari masyarakat kepada perusahaan bongkar muat mau pun kepada PT Pelindo. Sebab prosesnya clean pencemaran,” ujar pengusaha yang enggan ditulis namanya itu, Rabu malam.
Sejumlah eksekutif dari PT Pelindo sudah dikonfirmasi oleh Harianindonesia.id seperti Yarham, Head Regional I PT Pelindo yang menangani pengelolaan dermaga, termasuk di Pelindo Dumai.
Namun sampai berita ini diturunkan masih belum memberikan jawaban.
Demikian juga dengan Manager Sub Holding Pelindo Multi Terminal Dumai Tedi yang dihubungi melalui jaringan WA pribadinya juga belum memberikan penjelasan.
Investigasi LSM
Praktik pelanggaran SOP lingkungan dalam bongkar muat ampas bungkil CPO di Pelabuhan Pelindo Dumai, Rabu (15/10) terbongkar oleh investigasi yang dilakukan satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Dumai.
Pada foto dan video yang dikirimkan ke Harianindonesia.id tampak aktifitas bongkar muat di dermaga Pelindo secara kasat mata berdebu yang berasal dari penumpukan ampas bungkil CPO di dermaga.
Saat ampas bungkil CPO di muat ke dalam kapal. Udara di atas kapal juga gelap akibat pencemaran dari aktifitas bongkar muat bungkil CPO. Dilihat secara kesehatan aktifitas ini juga sembrono dengan tidak menggunakan peralatan peredam pencemaran sama sekali.
“Kami punya bukti rekaman video dan foto aktifitas bongkar muat yang tidak pro lingkungan di dermaga Pelindo Dumai,” ujar Fatahuddin.
Kini, masyarakat dan penggiat lingkungan mulai marah dengan sikap Pelindo yang terkesan tidak mau tau. Mereka sudah melakukan aksi demo damai dan akan meningkatkan kepada pelaporan ke polisi atas dugaan adu domba masyarakat oleh orang diduga suruhan Pelindo terhadap kasus pencemaran lingkungan. (*)
Awaluddin Awe







