Walikota Padang Panjang (Sumbar) Hendri Arnis (kanan, topi coklat) sedang berbicara dengan tim gabungan di lokasi Jembatan Kamba, Jumat (28/11). (Foto : kredit Diskominfo Padang Panjang/Awe/HI)

JAKARTA – Walikota Padang Panjang Hendri Arnis melakukan spekulasi menantang nyawa untuk bisa melihat kondisi Jembatan Kamba (kembar), dengan berjalan kaki lewat jalan kereta api dari arah Lembah Anai, Jumat (28/11/2025) sore.
Hendri Arnis terpaksa menggunakan jalan rel kereta api karena jalur jalan darat ke arah Jembatan Kamba itu ambrol oleh lumpur.
“Tetapi saya tidak menyarankan warga lewat dari jalur ini. Sebab sangat berbahaya,” ujar Walikota Padang Panjang Hendri Arnis seperti dikutip dari relis Diskominfo Padang Panjang di media Facebook, Jumat.
Putra pengusaha emas terkenal di Padang Haji Arnis ini, berjalan ke lokasi Jembatan Kamba dari kawasan Lembah Anai karena jalanan masih penuh dengan lumpur, meski kiri kanan jalan sudah dibersihkan, tetapi dia nekad jalan lewat rel kereta api yang memang mengarah ke jembatan kamba.
Walikota Hendri Arnis yang datang bersama tim gabungan Pemko Padang Panjang membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke lokasi Jembatan Kamba.
Masih memakai pakaian yang penuh dengan lumpur, walikota dua periode Padang Panjang ini masih dengan nafas terengah engah menyampaikan keprihatinnya atas musibah Jembatan Kamba.
Jembatan Kamba adalah jembatan yang membagi ruas jalan dari arah Padang Panjang ke kabupaten Padang Pariaman menjadi dua ruas ke arah kota Padang.
Jembatan Kamba merupakan landmark-nya kota Padang Panjang. Selain menjadi pemisah jalan satu ruas menjadi dua ruas dari dan ke kota Padang Panjang, di atas jembatan itu terdapat jalan kereta api yang menghubungkan kota Padang Panjang ke kota Padang.
Banyak pengunjung dari luar menjadikan Jembatan Kamba sebagai background untuk berfoto sebagai kenangan datang ke Padang Panjang.
Kawasan Jembatan Kamba saat ini seratus persen tertimbun oleh lumpur berupa batuan yang dibawa oleh arus sungai yang menggila sejak beberapa hari terakhir.
Di lokasi, alat berat terus membersihkan material longsor berupa batu besar dan lumpur. Tim gabungan dari berbagai unsur juga melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di seberang, terutama rumah-rumah yang tidak lagi aman untuk ditempati.
Diketahui, Provinsi Sumatera Barat termasuk Kota Padang Panjang telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul cuaca ekstrem dan potensi longsor di berbagai titik.
“Kita sudah dalam status tanggap darurat bencana. Langkah awal yang kita lakukan adalah mengevakuasi masyarakat yang berpotensi terdampak ke tempat aman. Selanjutnya kita menginventarisasi titik-titik yang perlu perbaikan mulai dari sekarang,” ujarnya.
Wako Hendri menambahkan, percepatan pembersihan material longsor menjadi prioritas agar bantuan dari berbagai pihak bisa segera masuk ke Kota Padang Panjang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri, Basarnas, Brimob, Satpol PP dan Damkar, Dishub, PMI, Tagana, tim medis, serta para relawanyang telah bekerja keras mengevakuasi warga dan membersihkan puing-puing longsor ini. Semoga daerah kita segera pulih kembali.” Pungkas Hendri Arnis. (*)
Awaluddin Awe







