Tepis isu Wako Pindah Partai, Armen Faindal Katakan Pindah Partai itu Tidak Semudah Pindah Tempat Bermain

Payakumbuh, harianindonesia.id – Maraknya isu yang beredar di Kota Gelamai (Payakumbuh red) menyebutkan Wali Kota Payakumbuh, Dr. Zulmaeta, Sp.OG, KPM, berpindah dari Partai Demokrat ke Partai Gerindra. Isu ini telah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Payakumbuh. Hal itu sampai hari belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota yang membenarkan kabar tersebut.

Guna memastikan isu yang beredar awak media berupaya menemui langsung Wali Kota Payakumbuh pada Senin (27/7/2026). Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Namun saat berada dilapangan, awak media ini berjumpa dengan Armen Faindal yang merupakan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh, sekaligus juga merupakan Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota.

Awak media menanyakan keberadaan Wali Kota Payakumbuh kepada Armen Faindal, dirinya menghubungi ajudan yang bersangkutan.

Ajudan Wali Kota Payakumbuh Dr. Zulmaeta, Sp.OG, KPM menjelaskan bahwa bapak Zulmaeta sedang berada di Jakarta dalam rangka menjalankan agenda kedinasan sekaligus memenuhi undangan dari DPP Partai Demokrat.

“Bapak sedang berada di Jakarta,” ujar ajundannya saat dikonfirmasi oleh Armen Faindal

Menanggapi isu perpindahan partai Wako tersebut, ia mengaku terkejut dan menegaskan bahwa hingga kini dirinya tidak pernah menerima informasi maupun pemberitahuan terkait adanya perpindahan partai yang dikaitkan dengan Wali Kota Payakumbuh.

“Ah, masa iya? Jangan bercanda,” ujar Armen Faindal kepada wartawan

Armen menegaskan, apabila benar terjadi perpindahan partai, pengurus Partai Demokrat di daerah tentu akan mengetahui informasi tersebut.

“Saya ini Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh dan juga Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Payakumbuh. Kalau memang ada perpindahan partai, tentu saya sebagai pengurus akan mengetahuinya. Sampai hari ini tidak ada informasi seperti itu,” tegasnya.

Menurut Armen, perpindahan partai oleh seorang kepala daerah bukanlah persoalan yang dapat diputuskan secara sederhana. Langkah tersebut, kata dia, menyangkut tanggung jawab moral kepada partai pengusung, kolega politik, konstituen, serta masyarakat yang telah memberikan amanah.

SIMAK JUGA :  40 Kepala Keluarga Miskin, Tolak Tempati RTLH

“Perpindahan partai oleh seorang kepala daerah tidak semudah yang dibayangkan. Ada tanggung jawab moral kepada partai pengusung, kolega politik, dan konstituen. Sebagai kepala daerah, Pak Zulmaeta adalah figur publik. Tentu tidak semudah itu mengakhiri hubungan baik yang selama ini telah terjalin dengan Partai Demokrat sebagai partai pengusungnya,” ujar Armen.

Ia menambahkan, kepercayaan publik juga menjadi pertimbangan penting dalam setiap langkah politik seorang kepala daerah. Menurutnya, masyarakat mengenal Zulmaeta sebagai kepala daerah yang diusung Partai Demokrat, sehingga setiap keputusan politik harus dipertimbangkan secara matang.

“Publik telah memberikan kepercayaan kepada beliau sebagai kepala daerah yang diusung Partai Demokrat. Karena itu, setiap keputusan politik tentu memiliki konsekuensi dan harus dipikirkan secara matang. Beliau memahami betul tanggung jawab tersebut,” katanya.

Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia politik, Armen cukup dekat mengenal Wali Kota Payakumbuh, dan dirinya mengaku tidak meyakini isu yang beredar.

“Saya sudah lama berkecimpung di dunia politik dan mengenal Pak Zulmaeta. Saya sama sekali tidak yakin beliau pindah partai. Sepanjang yang saya ketahui, isu yang menyebut beliau berpindah ke Partai Gerindra tidak benar,” tegasnya.

Armen juga menegaskan bahwa keberangkatan Zulmaeta ke Jakarta murni dalam rangka menjalankan agenda kedinasan sekaligus memenuhi undangan dari DPP Partai Demokrat.

Sampai saat ini wartawan masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari yang bersangkutan guna melengkapi informasi serta memastikan fakta yang berkembang.

“Pindah partai itu tidak semudah pindah tempat bermain, sejauh ini, kabar yang beredar baru sebatas isu,” tutup Armen Faindal (tt)